Banner Utama

Pemerintah Pastikan Pariwisata Indonesia Tetap Aman di Tengah Ketidakpastian Global

Wisata
By Ariyani  —  On Mar 14, 2026
Caption Foto : Menteri Pariwisata, Widiyanti Putri Wardhana. (Foto : Dok. Kemenpar).

ORBIT-NEWS.COM, JAKARTA – Pemerintah memastikan sektor pariwisata Indonesia tetap aman dan stabil bagi wisatawan meskipun dunia tengah menghadapi dinamika geopolitik, termasuk perkembangan situasi di kawasan Timur Tengah.

Menteri Pariwisata, Widiyanti Putri Wardhana, menegaskan bahwa pemerintah terus memantau perkembangan global secara intensif untuk memastikan aktivitas pariwisata nasional tidak terganggu. Menurutnya, sektor pariwisata sangat bergantung pada mobilitas internasional sehingga berbagai perubahan situasi global dapat memengaruhi arus perjalanan wisatawan.

“Pemerintah terus memantau perkembangan situasi secara saksama,” kata Widiyanti.

Ia menjelaskan bahwa ketidakpastian yang muncul di beberapa kawasan dunia, termasuk Timur Tengah, berpotensi memengaruhi perjalanan internasional, baik dari sisi wisatawan maupun industri pariwisata global. Karena itu, pemerintah menyiapkan sejumlah langkah strategis agar pertumbuhan pariwisata Indonesia tetap terjaga.

Baca juga: Satu Tiket, Lima Wahana: Daya Tarik Lengkap Lokawisata Baturraden untuk Wisatawan

Salah satu strategi yang dilakukan adalah menyesuaikan fokus pasar wisatawan mancanegara dengan memperkuat promosi ke negara-negara yang memiliki konektivitas perjalanan yang relatif stabil. Wilayah yang menjadi prioritas antara lain Asia Timur, Asia Selatan, Asia Tenggara, serta kawasan Oseania.

Selain itu, Kementerian Pariwisata juga memperkuat kampanye promosi digital untuk memperluas jangkauan pemasaran destinasi Indonesia. Berbagai kegiatan promosi internasional, penyelenggaraan event lintas negara, hingga penguatan minat wisatawan domestik untuk berlibur di dalam negeri juga terus didorong.

Terkait penutupan ruang udara di sejumlah wilayah Timur Tengah yang sempat berdampak pada perjalanan sebagian wisatawan, pemerintah telah mengambil langkah antisipatif. Upaya tersebut dilakukan untuk memastikan wisatawan yang terdampak tetap memperoleh fasilitas dan perlindungan hingga perjalanan mereka dapat dilanjutkan.

“Kami juga memastikan wisatawan yang saat ini berada di Indonesia tetap mendapatkan pelayanan dan dukungan yang baik,” jelas Widiyanti.

Di tengah dinamika global tersebut, kinerja pariwisata Indonesia pada awal 2026 menunjukkan tren positif. Data kunjungan wisatawan mancanegara pada Januari 2026 melalui pintu masuk utama tercatat mencapai sekitar 1,01 juta kunjungan.

Baca juga: Long Weekend, Wisata Air Alami SITAMA di Purbalingga Jadi Magnet Liburan Keluarga

Malaysia menjadi negara penyumbang wisatawan terbesar dengan sekitar 150,5 ribu kunjungan, diikuti oleh wisatawan dari Australia, Tiongkok, Singapura, dan India. Data tambahan dari pintu masuk perbatasan lainnya akan segera dipublikasikan oleh Badan Pusat Statistik.

Widiyanti menilai komposisi negara asal wisatawan tersebut mencerminkan perpaduan antara pasar tradisional dan pasar strategis yang selama ini menjadi fokus pengembangan pariwisata Indonesia.

Perjalanan ke Luar Negeri

Untuk perjalanan warga negara Indonesia ke luar negeri pada awal tahun ini juga mengalami peningkatan sekitar 1,65 persen dengan total mencapai sekitar satu juta perjalanan. Destinasi yang paling banyak dikunjungi adalah Malaysia, Arab Saudi, dan Singapura dengan kontribusi mencapai 58,58 persen dari total perjalanan.

Malaysia dan Singapura menjadi tujuan favorit karena kedekatan jarak serta kemudahan akses transportasi, sedangkan perjalanan ke Arab Saudi didominasi oleh kegiatan ibadah umrah.

Baca juga: Owabong Diserbu Wisatawan Saat Lebaran, Inovasi Wahana dan Layanan Dongkrak Kunjungan

Jika dibandingkan dengan jumlah perjalanan warga Indonesia ke luar negeri, kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia masih tercatat lebih tinggi, terutama setelah adanya tambahan data berbasis Mobile Positioning Data (MPD). Kondisi tersebut membuat Indonesia masih mampu mencatatkan neraca devisa pariwisata yang positif.

Sementara itu, Wakil Menteri Pariwisata, Ni Luh Puspa, menyampaikan bahwa pergerakan wisatawan nusantara pada Januari 2026 tercatat mencapai sekitar 102,04 juta perjalanan.

Angka tersebut sedikit menurun sekitar 0,93 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Penurunan ini dipengaruhi posisi bulan Januari yang berada di antara periode libur Natal dan Tahun Baru serta menjelang sejumlah momentum libur besar berikutnya seperti Tahun Baru Imlek dan Lebaran.

Meski demikian, pemerintah optimistis pergerakan wisatawan domestik akan kembali meningkat dalam beberapa bulan mendatang. Hal ini didorong oleh momentum liburan serta semakin banyaknya paket wisata yang ditawarkan oleh pelaku industri pariwisata.

“Pemerintah optimistis dapat mencapai target 1,18 miliar perjalanan wisatawan nusantara pada 2026 melalui berbagai program promosi dan peningkatan kesiapan destinasi,” ujar Ni Luh Puspa.

Baca juga: Lonjakan Wisata Edukasi Saat Lebaran, Museum Batik Pekalongan Diserbu Pengunjung dari Berbagai Daerah

Bagikan:

Tulis Komentar

Komentar

Belum ada komentar.

Berita Unggulan

ORBIT VOX

Kirimkan kritik, ide, dan aspirasi Anda melalui email resmi redaksi redaksiorbitnews@gmail.com. Suara Anda penting bagi kami.

Ikuti Kami

Dapatkan update terbaru melalui sosial media kami: