Banner Utama

Festival Thong-Thong Lek Rembang 2026 Siap Meriahkan Penghujung Ramadan, Tradisi Bangunkan Sahur Jadi Atraksi Budaya

Daerah
By Vivin  —  On Mar 14, 2026
Caption Foto : Festival Thong-Thong Lek 2026 siap meramaikan Ramadan di Kabupaten Rembang.(Foto : Dok.Dinbudpar Rembang).

ORBIT-NEWS.COM, REMBANG – Suasana Ramadan di Kabupaten Rembang, Jawa Tengah, kembali akan diramaikan dengan gelaran Festival Thong-Thong Lek 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada 17 Maret 2026 mulai pukul 20.00 WIB. Festival budaya ini akan mengambil rute dari Perempatan Zaeni hingga berakhir di kawasan Gedung Haji, menghadirkan berbagai kelompok kesenian lokal yang menampilkan kreativitas musik tradisional khas masyarakat pesisir.

Thong-thong lek merupakan kesenian tradisional yang berakar dari kebiasaan warga membangunkan sahur selama bulan Ramadan. Pada masa lalu, masyarakat menggunakan alat sederhana seperti kentongan bambu, galon bekas, hingga berbagai benda yang dapat menghasilkan bunyi khas “thong-thong”. Seiring waktu, kebiasaan tersebut berkembang menjadi pertunjukan musik yang lebih terstruktur dan kreatif.

Irama yang awalnya sederhana kini diolah menjadi komposisi musik yang dinamis dengan hentakan perkusi yang energik. Dalam perkembangannya, tradisi ini tidak hanya dimainkan saat membangunkan sahur, tetapi juga dipentaskan dalam berbagai festival budaya yang digelar pemerintah daerah sebagai bagian dari upaya pelestarian kearifan lokal.

Dalam Festival Thong-Thong Lek, setiap kelompok peserta biasanya menampilkan konsep pertunjukan yang unik. Selain aransemen musik yang kreatif, mereka juga menampilkan koreografi, dekorasi di atas kendaraan dorong, serta kostum berwarna-warni yang dirancang khusus untuk mendukung tema penampilan. Unsur humor sering kali menjadi daya tarik tambahan yang membuat pertunjukan semakin hidup dan menghibur penonton.

Baca juga: Jalur Rel Bumiayu Pulih Usai 14 Jam Penanganan, Perjalanan Kereta Kembali Normal

Kesenian thong-thong lek juga memiliki ciri khas tersendiri dibandingkan dengan tradisi serupa di daerah lain. Pertunjukannya didominasi oleh alat musik perkusi sederhana yang dimainkan dengan tempo cepat dan penuh hentakan, disertai nuansa religius yang kuat serta semangat kebersamaan di antara para pemain.

Lebih dari sekadar pertunjukan seni, tradisi ini juga menjadi sarana mempererat hubungan sosial masyarakat. Proses persiapan festival dilakukan secara gotong royong, mulai dari merancang alat musik, membuat kostum, hingga menyusun konsep penampilan. Kegiatan ini juga menjadi ruang bagi generasi muda untuk mengekspresikan kreativitas sekaligus mengenal dan mencintai budaya daerah mereka.

Pemerintah daerah menjadikan Festival Thong-Thong Lek sebagai agenda budaya tahunan yang diharapkan mampu menarik minat wisatawan sekaligus menjaga keberlangsungan tradisi lokal di tengah arus modernisasi.

Melalui festival ini, gema bunyi “thong-thong” yang khas tetap hidup sebagai simbol kebersamaan masyarakat Rembang, sekaligus menjadi pengingat akan pentingnya menjaga warisan budaya leluhur agar terus dikenal oleh generasi mendatang.

Baca juga: Kolaborasi Besar Digencarkan, Jawa Tengah Rancang Penanganan Menyeluruh Banjir Demak

Bagikan:

Tulis Komentar

Komentar

Belum ada komentar.

Berita Unggulan

ORBIT VOX

Kirimkan kritik, ide, dan aspirasi Anda melalui email resmi redaksi redaksiorbitnews@gmail.com. Suara Anda penting bagi kami.

Ikuti Kami

Dapatkan update terbaru melalui sosial media kami: