ORBIT-NEWS.COM, SEMARANG — Arus kendaraan pemudik dari arah barat menuju wilayah Jawa Tengah diperkirakan mulai meningkat dalam beberapa hari ke depan seiring mendekatnya Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah. Kepolisian Daerah Jawa Tengah mengimbau masyarakat yang akan melakukan perjalanan mudik agar mempersiapkan diri dengan matang, baik dari sisi kendaraan maupun kondisi fisik pengemudi.
Kabid Humas Polda Jawa Tengah, Kombes Pol Artanto mengatakan, perjalanan jarak jauh saat mudik membutuhkan kesiapan yang baik agar tetap aman dan nyaman hingga sampai tujuan.
“Perjalanan mudik jarak jauh membutuhkan kondisi tubuh yang prima. Jika mulai merasa lelah atau mengantuk, sebaiknya tidak memaksakan diri dan segera beristirahat di tempat yang aman,” kata Artanto.
Secara nasional, puncak arus mudik Lebaran tahun ini diprediksi terjadi dalam dua periode, yakni pada 14–15 Maret 2026 dan kembali meningkat pada 18–19 Maret 2026. Sementara itu, arus balik diperkirakan berlangsung pada 24–25 Maret 2026 serta 28–29 Maret 2026 ketika masyarakat mulai kembali ke kota untuk beraktivitas.
Baca juga: Jalur Rel Bumiayu Pulih Usai 14 Jam Penanganan, Perjalanan Kereta Kembali Normal
Untuk mengantisipasi lonjakan kendaraan, Polri bersama sejumlah instansi terkait menyiapkan berbagai skema rekayasa lalu lintas. Salah satu langkah yang disiapkan adalah penerapan sistem satu arah (one way) secara nasional di ruas Tol Trans Jawa.
Skema tersebut direncanakan berlaku untuk arus mudik mulai 17 Maret 2026 pukul 12.00 WIB hingga 20 Maret 2026 pukul 24.00 WIB dari KM 70 Tol Jakarta–Cikampek hingga KM 421 Tol Semarang–Solo. Sedangkan untuk arus balik, sistem serupa akan diterapkan pada 23–29 Maret 2026 dari KM 421 Semarang menuju KM 70 Jakarta–Cikampek.
Artanto menjelaskan, salah satu penyebab kecelakaan yang kerap terjadi selama musim mudik adalah faktor kelelahan pengemudi. Berdasarkan pengalaman pengamanan pada tahun-tahun sebelumnya, banyak pengendara mulai merasakan penurunan stamina ketika memasuki wilayah Jawa Tengah.
“Kelelahan baik fisik maupun psikis umumnya terjadi setelah pemudik menempuh perjalanan panjang, khususnya di ruas tol yang panjang dan relatif monoton seperti Tol Pejagan–Semarang hingga Tol Semarang–Solo,” jelasnya.
Manfaatkan Rest Area
Baca juga: Kolaborasi Besar Digencarkan, Jawa Tengah Rancang Penanganan Menyeluruh Banjir Demak
Karena itu, pemudik diimbau memanfaatkan fasilitas rest area yang tersedia di sepanjang jalur tol. Di wilayah Jawa Tengah terdapat sedikitnya 25 rest area yang bisa digunakan untuk beristirahat, terdiri dari 13 rest area di jalur A dan 12 rest area di jalur B. Meski demikian, pengendara diminta tidak beristirahat terlalu lama agar tidak menimbulkan kepadatan kendaraan di area tersebut.
“Gunakan rest area untuk beristirahat secukupnya. Jika kondisi tubuh sudah kembali segar, sebaiknya perjalanan dilanjutkan agar memberi kesempatan kepada pemudik lain yang juga membutuhkan tempat istirahat,” ujarnya.
Selain memperhatikan kondisi fisik, pemudik juga diminta memastikan kendaraan dalam kondisi prima sebelum berangkat, mematuhi rambu lalu lintas, serta mengikuti arahan petugas di lapangan terutama ketika diberlakukan rekayasa lalu lintas seperti one way maupun contraflow.
Untuk membantu masyarakat memperoleh informasi perjalanan secara cepat, Polda Jateng juga menyediakan layanan digital Chatbot “Si Polan” yang dapat diakses melalui aplikasi WhatsApp. Melalui layanan tersebut, pemudik dapat memperoleh informasi terkait kondisi lalu lintas terkini, jalur alternatif, lokasi pos pelayanan, hingga fasilitas umum di sepanjang jalur mudik.
Selain itu, masyarakat juga dapat menghubungi Call Center 110 Polri yang beroperasi selama 24 jam apabila membutuhkan bantuan kepolisian, baik terkait gangguan keamanan, kecelakaan lalu lintas, maupun kondisi darurat lainnya.
“Kami berharap dengan persiapan yang matang serta kedisiplinan selama perjalanan, masyarakat dapat melaksanakan mudik dengan aman dan tiba di kampung halaman dengan selamat untuk merayakan Idulfitri bersama keluarga,” pungkas Artanto.