ORBIT-NEWS.COM, PURWOKERTO – Kementerian Agama (Kemenag) menggelar kegiatan bertajuk “Ramadan Bersama Gen Z Lintas Negara” di kampus UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto, Sabtu (7/3/2026). Kegiatan ini menjadi ruang pertemuan mahasiswa dari berbagai negara sekaligus momentum memperkuat internasionalisasi perguruan tinggi Islam di Indonesia.
Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama, Amien Suyitno, mengatakan kehadiran mahasiswa asing di kampus-kampus Islam Indonesia merupakan indikator penting meningkatnya daya saing perguruan tinggi di tingkat global. Menurutnya, internasionalisasi tidak hanya diukur dari jumlah mahasiswa asing, tetapi juga dari keragaman negara asal mereka. Menurutnya, semakin luas jangkauan negara yang mengirimkan mahasiswa untuk belajar di Indonesia, semakin kuat pula reputasi perguruan tinggi Islam Indonesia di kancah internasional.
“Kampus-kampus PTKI perlu terus memperluas jejaring global dan meningkatkan kualitas akademik agar semakin dipercaya oleh masyarakat internasional,” ujarnya.
Selain memperluas jaringan internasional, Kementerian Agama juga tengah menyiapkan sejumlah program percepatan studi. Program ini memungkinkan lulusan sarjana untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang magister hingga doktoral dengan waktu yang lebih efisien.
Langkah tersebut diharapkan dapat membuka peluang lebih luas bagi mahasiswa, baik dari Indonesia maupun luar negeri, untuk meningkatkan kapasitas akademik dan memperkuat kontribusi mereka di bidang keilmuan.
Dalam kesempatan tersebut, Amien juga berpesan agar mahasiswa internasional yang belajar di Indonesia dapat menjadi duta moderasi beragama ketika kembali ke negara masing-masing. Ia menilai Indonesia memiliki pengalaman panjang dalam mempraktikkan Islam yang damai, toleran, dan menghargai keberagaman.
“Nilai-nilai Islam yang moderat inilah yang diharapkan dapat dibawa dan disebarkan ke berbagai negara,” katanya.
Menurutnya, kegiatan Ramadan lintas negara ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga sarana belajar bersama bagi generasi muda dari berbagai latar belakang budaya. Melalui interaksi tersebut, mahasiswa diharapkan dapat memperluas wawasan global sekaligus memperkuat persaudaraan antarbangsa.
Kurikulum Berbasis Nilai Cinta
Pada acara tersebut, Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam Kementerian Agama, Sahiron, menegaskan bahwa pengembangan perguruan tinggi keagamaan Islam tidak hanya menitikberatkan pada aspek akademik. Menurutnya, pendidikan juga harus membangun nilai-nilai kemanusiaan yang kuat. Salah satu pendekatan yang didorong adalah penerapan kurikulum berbasis nilai cinta.
Ia menjelaskan bahwa konsep tersebut memiliki lima dimensi utama. Pertama, cinta kepada Tuhan dan Rasul sebagai fondasi spiritual dan moral. Kedua, cinta kepada diri sendiri dan sesama manusia yang diwujudkan melalui sikap saling menghormati dan menghargai perbedaan. Selanjutnya, cinta terhadap lingkungan serta cinta kepada bangsa dan negara sebagai bentuk tanggung jawab dalam kehidupan bermasyarakat.
“Ketika kita menyadari bahwa seluruh manusia diciptakan oleh Tuhan yang sama, maka tidak ada alasan untuk merendahkan atau menyakiti satu sama lain,” jelas Sahiron.
Selain itu, Kemenag juga tengah menyiapkan program pembinaan kepemimpinan mahasiswa melalui Akademi Kepemimpinan Mahasiswa Nasional. Program tersebut dirancang untuk mencetak generasi muda yang memiliki kapasitas intelektual, integritas moral, serta kemampuan memimpin di masa depan.
Rektor UIN Saizu Purwokerto, Ridwan, menjelaskan bahwa kampusnya mengusung tagline “Kampus Desa Mendunia” sebagai arah pengembangan institusi. Meski berada di wilayah yang tidak termasuk pusat kota besar, pihaknya berkomitmen menghadirkan atmosfer akademik berstandar internasional.
Saat ini, UIN Saizu memiliki 53 mahasiswa internasional yang berasal dari 17 negara. Pada tahun 2026, jumlah pendaftar mahasiswa asing mencapai 469 orang dari 36 negara. Dari jumlah tersebut, sebanyak 25 mahasiswa dari 21 negara dinyatakan lolos seleksi. Dengan tambahan tersebut, total mahasiswa internasional di UIN Saizu diproyeksikan mencapai 78 orang yang berasal dari 28 negara.
Baca juga: Unsoed Turun Tangan Pulihkan Lereng Gunung Slamet, 5.000 Pohon Ditanam Pasca Banjir Bandang
Ridwan menambahkan bahwa pihak kampus juga terus menyiapkan langkah strategis untuk memperkuat pengakuan global. Salah satunya dengan mengikuti berbagai pemeringkatan internasional, termasuk QS Ranking dan sistem pemeringkatan dunia lainnya.
“Kami ingin UIN Saizu dikenal sebagai perguruan tinggi Islam yang berkualitas, terbuka terhadap kerja sama internasional, dan mampu berkontribusi dalam pengembangan ilmu pengetahuan global,” ungkapnya.
Belum ada komentar.
Kirimkan kritik, ide, dan aspirasi Anda melalui email resmi redaksi redaksiorbitnews@gmail.com. Suara Anda penting bagi kami.