Banner Utama

Jateng Siaga Hadapi Lonjakan Mudik 2026, Posko Terpadu Beroperasi H-8 hingga H+7 Lebaran

Daerah
By Vivin  —  On Mar 05, 2026
Caption Foto : Menjelang arus mudik Lebaran 2026, perbaikan ruas jalan di Jateng dikebut. (Foto ; Dok. Kominfo Jateng).

ORBIT-NEWS.COM, SEMARANG – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menyiapkan langkah komprehensif menghadapi arus mudik Lebaran 2026 dengan membuka posko terpadu mulai H-8 hingga H+7. Kebijakan ini diambil menyusul prediksi lonjakan pemudik yang diperkirakan menembus 17,7 juta orang.

Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menyebut angka tersebut meningkat signifikan dibandingkan tahun sebelumnya yang berada di kisaran 15 juta pemudik. Menurutnya, Jawa Tengah kembali menjadi simpul utama pergerakan mudik nasional sehingga seluruh pemangku kepentingan harus meningkatkan kesiapsiagaan.

“Dengan jumlah sebesar itu tentu semua pihak harus siap karena Jawa Tengah menjadi sentral pergerakan mudik nasional,” ujarnya di Kota Semarang, Kamis (5/3/2026).

Posko terpadu yang akan dioperasikan melibatkan organisasi perangkat daerah, kepolisian, serta berbagai instansi terkait. Fungsinya tidak hanya untuk pengamanan lalu lintas, tetapi juga koordinasi penanganan kedaruratan selama periode mudik dan arus balik.

Perbaikan Jalan Dikebut

Baca juga: Jalur Rel Bumiayu Pulih Usai 14 Jam Penanganan, Perjalanan Kereta Kembali Normal

Di sektor infrastruktur, Pemprov Jateng mengebut perbaikan jalan provinsi dan menargetkan seluruh pekerjaan rampung paling lambat H-7 Lebaran. Langkah ini dilakukan untuk meminimalkan hambatan perjalanan para pemudik.

Selain itu, pemerintah provinsi kembali menggulirkan program mudik gratis bagi perantau. Tahun ini disiapkan 340 bus dengan total 16.415 kursi yang akan diberangkatkan dari Jakarta dan Bandung pada 16 Maret 2026.

Untuk moda kereta api, disediakan 17 rangkaian dengan kapasitas 1.288 penumpang yang akan berangkat dari Stasiun Pasar Senen menuju Solo Balapan dan Semarang Poncol pada 17 Maret 2026.

Luthfi menegaskan, program tersebut diharapkan mampu meningkatkan keselamatan perjalanan sekaligus menekan kepadatan kendaraan pribadi yang masuk ke Jawa Tengah. Ia juga mengimbau masyarakat memastikan kendaraan dalam kondisi prima sebelum melakukan perjalanan jauh.

Di sisi lain, Pemprov Jateng turut mengantisipasi potensi bencana hidrometeorologi mengingat curah hujan masih diperkirakan tinggi selama periode mudik. Beberapa wilayah rawan seperti Pegunungan Muria hingga kawasan sekitar Gunung Merapi menjadi fokus pemantauan.

Baca juga: Kolaborasi Besar Digencarkan, Jawa Tengah Rancang Penanganan Menyeluruh Banjir Demak

Pemerintah daerah, lanjut Luthfi, telah menyiapkan skema kesiapsiagaan darurat melalui pemantauan intensif di daerah rawan longsor, banjir, dan potensi gangguan alam lainnya.

Sementara itu, Kepala BBPJN Jateng–DIY, Moch Iqbal Tamher, mengungkapkan pihaknya memetakan sedikitnya 46 titik rawan kemacetan dan 23 titik rawan bencana di jalur nasional Jawa Tengah menjelang mudik Lebaran 2026.

Ia menjelaskan, titik kemacetan tersebar di jalur pantura, jalur tengah, hingga jalur selatan, terutama di area pasar, perlintasan sebidang kereta api, simpang padat, serta akses keluar-masuk tol.

Untuk mendukung kelancaran arus mudik, BBPJN menyiapkan 18 posko Lebaran di koridor strategis jalur nasional Jawa Tengah. Posko tersebut dilengkapi personel teknis dan peralatan guna memastikan respons cepat apabila terjadi gangguan lalu lintas maupun kerusakan jalan.

Baca juga: Banjir Tanggul Jebol di Guntur Demak: Puluhan Rumah Rusak, Warga Butuh Air Bersih dan Perlengkapan Dasar

“Posko ini kita siagakan untuk mempercepat penanganan di lapangan, terutama di titik-titik rawan kepadatan dan gangguan,” kata Iqbal.

Bagikan:

Tulis Komentar

Komentar

Belum ada komentar.

Berita Unggulan

ORBIT VOX

Kirimkan kritik, ide, dan aspirasi Anda melalui email resmi redaksi redaksiorbitnews@gmail.com. Suara Anda penting bagi kami.

Ikuti Kami

Dapatkan update terbaru melalui sosial media kami: