Banner Utama

Kemenkes Ingatkan Risiko Penularan Campak Meningkat Jelang Mudik dan Libur Lebaran

Kesehatan Nasional
By Ariyani  —  On Mar 08, 2026
Caption Foto : Ilustrasi.

ORBIT-NEWS.COM, JAKARTA - Menjelang arus mudik dan libur panjang Lebaran, pemerintah mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap penyebaran penyakit menular, khususnya campak. Tingginya mobilitas masyarakat dan potensi kerumunan selama periode tersebut dinilai dapat memperbesar risiko penularan, terutama pada anak-anak yang belum mendapatkan imunisasi secara lengkap.

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mencatat hingga minggu ke-8 tahun 2026 terdapat 10.453 laporan suspek campak. Dari jumlah tersebut, sebanyak 8.372 kasus terkonfirmasi dengan enam kasus kematian. Selain itu, tercatat 45 kejadian luar biasa (KLB) campak yang terjadi di 29 kabupaten dan kota yang tersebar di 11 provinsi.

Wilayah yang melaporkan KLB campak antara lain Sumatera Utara, Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat, Sulawesi Selatan, serta Sulawesi Tengah.

Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Penanggulangan Penyakit Kemenkes, dr. Andi Saguni, menjelaskan bahwa peningkatan kasus campak sempat terjadi pada awal tahun. Namun, berdasarkan pemantauan terbaru, tren kasus mulai menunjukkan penurunan pada Februari 2026.

Baca juga: Rutin Bergerak, Cara Sederhana Kendalikan Hipertensi Tanpa Obat

“Pada Januari sempat terjadi peningkatan laporan suspek campak, tetapi sepanjang Februari tren mulai menurun. Meski begitu, jumlah suspek yang tercatat hingga minggu ke-8 masih cukup tinggi sehingga perlu diantisipasi bersama,” terangnya. 

Ia menambahkan, periode mudik Lebaran berpotensi mempercepat penyebaran penyakit karena tingginya pergerakan masyarakat antar daerah serta aktivitas berkumpul dalam jumlah besar.

Menurutnya, anak-anak yang belum menerima imunisasi lengkap menjadi kelompok yang paling rentan tertular. Oleh karena itu, pemerintah mendorong orang tua untuk memastikan status imunisasi anak sudah sesuai dengan jadwal yang dianjurkan.

Percepat Imunisasi

Sebagai upaya pengendalian, Kemenkes mempercepat pelaksanaan Outbreak Response Immunization (ORI) dan program imunisasi kejar campak-rubella (MR) di wilayah terdampak maupun daerah yang berisiko. Program tersebut dilaksanakan di 102 kabupaten dan kota selama Maret 2026 dengan sasaran utama anak usia 9 hingga 59 bulan.

Baca juga: Kapan Penderita Hipertensi Perlu Minum Obat? Ini Penjelasan Lengkapnya

Pelayanan imunisasi tidak hanya dilakukan di fasilitas kesehatan, tetapi juga diperluas melalui berbagai titik layanan seperti puskesmas, posyandu, satuan pendidikan anak usia dini, taman kanak-kanak, tempat ibadah, hingga pos pelayanan mudik.

Selain memperkuat program imunisasi, masyarakat juga diingatkan untuk menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat guna menekan risiko penularan penyakit. Langkah sederhana seperti mencuci tangan menggunakan sabun, menerapkan etika batuk, serta memakai masker di tempat ramai dinilai dapat membantu mengurangi penyebaran virus.

Apabila anak mengalami gejala campak atau sedang dalam kondisi sakit, orang tua disarankan untuk menunda perjalanan dan segera membawa anak ke fasilitas pelayanan kesehatan untuk mendapatkan pemeriksaan.

Kementerian Kesehatan menegaskan bahwa keberhasilan pengendalian campak tidak hanya bergantung pada upaya pemerintah pusat, tetapi juga memerlukan dukungan pemerintah daerah, kerja sama lintas sektor, serta partisipasi aktif masyarakat. Target cakupan imunisasi minimal 95 persen dinilai penting untuk membentuk kekebalan kelompok sehingga penularan penyakit dapat dicegah secara lebih efektif.

“Peran orang tua sangat penting untuk memastikan anak mendapatkan imunisasi lengkap. Dengan imunisasi yang optimal dan penerapan perilaku hidup bersih dan sehat, kita dapat mencegah penularan campak semakin meluas, terutama menjelang periode mudik Lebaran,” pesan dr. Andi Saguni.

Baca juga: Darurat TB di Indonesia: Setiap 4 Menit Satu Nyawa Melayang, Pemerintah Gaspol Eliminasi

Bagikan:

Tulis Komentar

Komentar

Belum ada komentar.

Berita Unggulan

ORBIT VOX

Kirimkan kritik, ide, dan aspirasi Anda melalui email resmi redaksi redaksiorbitnews@gmail.com. Suara Anda penting bagi kami.

Ikuti Kami

Dapatkan update terbaru melalui sosial media kami: