Banner Utama

FK Unsoed Gaungkan Perawatan Holistik Demensia, Pakar Belanda Soroti Peran Kesehatan Sosial

Banyumas Raya Pendidikan
By Hermiana  —  On Mar 04, 2026
Caption Foto : Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Soedirman (FK Unsoed) menggelar kuliah tentang penanganan demensia yang menghadirkan pakar internasional. (Foto : Dok. Unsoed).

ORBIT-NEWS.COM, PURWOKERTO - Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Soedirman (FK Unsoed) memperkuat upaya edukasi penanganan demensia melalui kuliah yang menghadirkan pakar internasional. Kegiatan ini menghadirkan pakar kesehatan lansia dari Radboud University Medical Center, Prof. Myrra Vernooij-Dassen, yang menekankan pentingnya pendekatan holistik dalam merawat penyandang demensia.

Kuliah bertema Providing Holistic Care for People with Dementia: Addressing Psychosocial Issues tersebut diikuti dosen, mahasiswa kedokteran, serta residen neurologi dan anestesiologi. Forum ini menjadi bagian dari langkah FK Unsoed merespons tren peningkatan kasus demensia sekaligus memperkuat pendekatan biopsikososial dalam pendidikan dan layanan kesehatan.

Dalam paparannya, Prof. Vernooij-Dassen mengungkapkan bahwa demensia kini menjadi tantangan kesehatan global. Ia menyebut jumlah kasus di dunia mencapai sekitar 25 juta orang, sementara di Indonesia diperkirakan sekitar 4 juta penduduk hidup dengan kondisi tersebut.

“Angka ini menunjukkan bahwa demensia bukan hanya isu klinis, tetapi juga persoalan sosial dan kesehatan masyarakat yang harus ditangani secara komprehensif,” jelasnya.

Baca juga: Kapolresta Banyumas Tegaskan Tak Ada Kriminalisasi dalam Pengungkapan Tambang Ilegal

Ia menambahkan, sekitar 45 persen faktor risiko demensia sebenarnya dapat dimodifikasi. Faktor tersebut meliputi rendahnya pendidikan, isolasi sosial, gangguan pendengaran, dislipidemia, hipertensi, diabetes, stroke, obesitas, kurang aktivitas fisik, dan depresi.

“Sekitar 45 persen faktor risiko demensia sebenarnya dapat kita intervensi. Artinya, kita memiliki peluang besar untuk memperlambat bahkan mencegah sebagian kasus melalui pendekatan yang tepat,” tegasnya.

Social Health

Salah satu konsep yang menjadi sorotan utama adalah social health atau kesehatan sosial. Menurut Prof. Vernooij-Dassen, kualitas hubungan sosial dan rasa bermakna dalam kehidupan sehari-hari memiliki dampak langsung terhadap kesehatan kognitif seseorang.

“Isolasi sosial bukan hanya tentang sedikitnya interaksi, tetapi tentang kualitas hubungan dan rasa bermakna di dalamnya. Menjadi bagian yang berarti bagi orang lain sangat berpengaruh terhadap kesehatan kognitif,” terangnya.

Baca juga: Jalur Rel Bumiayu Pulih Usai 14 Jam Penanganan, Perjalanan Kereta Kembali Normal

Ia menuturkan, keterlibatan sosial yang aktif dapat memperkuat cognitive reserve, yakni kemampuan otak membentuk jaringan alternatif ketika terjadi kerusakan. Prinsip “use it or lose it” menjadi pengingat pentingnya menjaga aktivitas mental dan sosial sepanjang hayat.

Dalam praktik klinis, Prof. Vernooij-Dassen mendorong tenaga kesehatan untuk rutin melakukan skrining dan pengendalian faktor risiko yang dapat dimodifikasi, termasuk pengelolaan tekanan darah, kadar lemak, obesitas, gangguan pendengaran, serta depresi. Selain terapi medis, lanjutnya, erbagai intervensi psikososial juga efektif menjaga kualitas hidup pasien.

“Rehabilitasi kognitif, terapi okupasi, latihan fisik, terapi musik, hingga pendekatan case management terbukti membantu pasien tetap berfungsi optimal dalam kehidupan sehari-hari,” katanya.

Prof. Vernooiji juga menekankan pentingnya menjaga martabat pasien serta menerapkan shared decision making dalam pengambilan keputusan klinis. Edukasi keluarga, lanjutnya, menjadi kunci untuk mengurangi stigma terhadap penyandang demensia.

Melalui kegiatan ini, FK Unsoed menegaskan komitmennya mengintegrasikan aspek biologis, psikologis, dan sosial dalam praktik kedokteran. Forum tersebut sekaligus membuka peluang kolaborasi pendidikan dan riset lanjutan antara FK Unsoed dan Radboud University Medical Center dalam pengembangan layanan kesehatan lansia dan demensia.

Baca juga: Teknologi Jadi Jembatan Komunikasi, Telkom University Purwokerto Kembangkan Solusi bagi Penyandang Tunarungu

Bagikan:

Tulis Komentar

Komentar

Belum ada komentar.

Berita Unggulan

ORBIT VOX

Kirimkan kritik, ide, dan aspirasi Anda melalui email resmi redaksi redaksiorbitnews@gmail.com. Suara Anda penting bagi kami.

Ikuti Kami

Dapatkan update terbaru melalui sosial media kami: