ORBIT-NEWS.COM, CILACAP – Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, meninjau langsung pengelolaan sampah berbasis energi terbarukan di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Jeruk Legi, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, Jumat (23/1/2026). Kunjungan tersebut menegaskan komitmen pemerintah dalam mendorong pengelolaan sampah yang bernilai ekonomi dan ramah lingkungan.
Zulkifli Hasan mengapresiasi penerapan teknologi Refuse Derived Fuel (RDF) di TPST Jeruk Legi yang mampu mengubah sampah menjadi bahan bakar alternatif pengganti batubara. Menurutnya, inovasi ini merupakan solusi konkret atas persoalan sampah sekaligus mendukung agenda energi berkelanjutan.
“Pengelolaan sampah seperti ini sangat baik. Sampah tidak hanya selesai di TPA, tetapi diolah menjadi energi yang punya nilai manfaat ekonomi,” kata Zulkifli Hasan di sela kunjungan.
Ia menilai, sistem pengolahan terintegrasi yang diterapkan di Cilacap dapat menjadi contoh bagi daerah lain. Selain menekan timbunan sampah, teknologi RDF juga membantu industri mengurangi ketergantungan terhadap energi fosil.
“Kalau ini direplikasi di banyak daerah, masalah sampah bisa berkurang signifikan dan kita sekaligus mendapat sumber energi alternatif,” ujarnya.
Baca juga: Haedar Nashir Ajak Umat Islam Jadikan Ramadan 1447 H Momentum Penguatan Takwa dan Kemajuan Peradaban
TPST Jeruk Legi merupakan fasilitas pengolahan sampah terpusat yang telah beroperasi sejak diresmikan pada Juli 2020. Seluruh sampah dari wilayah Kabupaten Cilacap dikirim ke fasilitas ini untuk diolah melalui serangkaian proses, mulai dari penimbangan, pemilahan, pencacahan, hingga pengeringan.
Sampah plastik yang telah melalui proses tersebut kemudian dimanfaatkan sebagai RDF dan dikirim ke offtaker, salah satunya pabrik semen, untuk digunakan sebagai bahan bakar substitusi batubara. Saat ini, TPST Jeruk Legi memiliki kapasitas pengolahan hingga 160 ton sampah per hari.
Zulkifli Hasan berharap, pengelolaan sampah berbasis teknologi seperti di TPST Jeruk Legi dapat terus diperkuat melalui kolaborasi pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan pelaku industri.
“Kita ingin pengelolaan sampah tidak lagi menjadi beban, tetapi menjadi peluang. Ini penting untuk lingkungan, ekonomi, dan masa depan energi kita,” pungkasnya.
Baca juga: Di Tengah Ancaman Iklim, Indonesia Catat Rekor Terendah Kematian DBD
Belum ada komentar.
Kirimkan kritik, ide, dan aspirasi Anda melalui email resmi redaksi redaksiorbitnews@gmail.com. Suara Anda penting bagi kami.