ORBIT-NEWS.COM, SEMARANG – Warga Magelang dan Temanggung berpeluang menikmati layanan transportasi publik yang lebih terjangkau dan terintegrasi mulai 2027. Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menargetkan pengoperasian Bus Rapid Transit (BRT) Trans Jateng Koridor Gelangmanggung sebagai tulang punggung mobilitas kawasan aglomerasi yang mencakup Kabupaten Magelang, Kota Magelang, dan Kabupaten Temanggung.
Koridor Gelangmanggung dirancang untuk menopang mobilitas harian masyarakat, mendukung pergerakan sektor pariwisata, serta mengurangi ketergantungan pada kendaraan pribadi. Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Tengah Arief Djatmiko menyebut, koridor Magelang–Temanggung merupakan bagian dari sistem transportasi terintegrasi yang disiapkan seiring pengembangan kawasan aglomerasi.
“Persiapan kawasan aglomerasi ini diawali dengan membangun komitmen bersama untuk integrasi dan kolaborasi sistem transportasi, mulai dari jaringan primer hingga layanan di tingkat kota dan desa,” kata Arief, Jumat (23/1/2026).
Baca juga: Jalur Semarang–Purwodadi Putus Total, Polisi Terapkan Pengalihan Arus dan Siaga Penuh di Grobogan
Komitmen tersebut telah dituangkan dalam kesepakatan antara Gubernur Jawa Tengah dengan para bupati dan wali kota di kawasan Gelangmanggung. Pemerintah daerah setempat pun menyatakan dukungan penuh terhadap rencana tersebut.
Koridor Gelangmanggung direncanakan melayani rute Terminal Maron di Kabupaten Temanggung, Terminal Tidar di Kota Magelang, hingga Terminal Borobudur di Kabupaten Magelang dengan dukungan 14 unit armada bus. Saat ini, Dishub Jawa Tengah masih menyusun Detailed Engineering Design (DED) serta melakukan sosialisasi lanjutan kepada masyarakat dan pemangku kepentingan.
Baca juga: 532 Warga Brebes Terdampak Tanah Gerak, Pemprov Jateng Percepat Relokasi dan Pembangunan Huntara
Selain itu, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah juga menerapkan tarif khusus sebesar Rp1.000 bagi pelajar, mahasiswa, buruh, veteran, dan lansia, sesuai Keputusan Gubernur Jawa Tengah Nomor 100.3.3.1/124 tertanggal 30 April 2025.
Sepanjang 2025, layanan Trans Jateng telah melayani sekitar 10,2 juta penumpang di tujuh koridor dengan total 115 unit bus. Dengan hadirnya Koridor Gelangmanggung, pemerintah optimistis aksesibilitas masyarakat akan meningkat, kesenjangan antarwilayah dapat ditekan, dan transportasi publik semakin menjadi pilihan utama warga.