ORBIT-NEWS.COM, JAKARTA - Ketahanan sektor pertanian Indonesia kembali menunjukkan kekuatannya di tengah dinamika global, termasuk potensi gangguan distribusi pupuk dunia akibat konflik di Selat Hormuz. Pemerintah memastikan stok pupuk nasional aman, distribusi ke petani lancar, dan harga pupuk tetap terjangkau.
Direktur Utama PT Pupuk Indonesia, Rahmad Pribadi, menekankan bahwa kemandirian industri pupuk nasional menjadi kunci stabilitas pangan Indonesia. Menurutnya, sistem ini telah terbangun sejak era Presiden Soeharto dan terus diperkuat di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto serta Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman.
“Seluruh ekosistem pangan nasional aman. Kita bisa tidur nyenyak karena stok pupuk dan produksi pangan terjamin,” ujar Rahmad dalam Rapat Kerja (RAKER) dan Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi IV DPR RI, Selasa (7/4/2026).
“Kemudahan akses dan harga yang lebih rendah membuat penebusan pupuk meningkat signifikan sepanjang 2025 hingga 2026. Ini berdampak langsung pada produksi pertanian dan penyerapan gabah oleh Bulog,” tambah Rahmad.
Stok Aman di Tengah Ketegangan Global
Baca juga: Harga BBM Subsidi Tetap hingga Akhir 2026, Pemerintah Perkuat Ketahanan Energi Nasional
Rahmad memastikan stok pupuk nasional saat ini mencapai 1,29 juta ton, dengan seluruh pabrik beroperasi optimal. Hal ini menjadikan Indonesia relatif tahan terhadap gangguan pasokan global, termasuk konflik di Selat Hormuz yang memengaruhi sekitar 30% perdagangan pupuk dunia.
“Meski Selat Hormuz strategis bagi perdagangan pupuk global, Indonesia tidak terdampak signifikan berkat kemandirian industri pupuk nasional. Negara-negara seperti Brasil, India, dan Australia mulai merasakan dampaknya, tapi kita tetap aman dan stabil,” jelasnya.
Belum ada komentar.
Kirimkan kritik, ide, dan aspirasi Anda melalui email resmi redaksi redaksiorbitnews@gmail.com. Suara Anda penting bagi kami.