ORBIT-NEWS.COM, JAKARTA - PT Pertamina (Persero) mempercepat penguatan kualitas sumber daya manusia (SDM) dengan menggandeng Institut Teknologi Bandung (ITB) melalui Program Studi Program Profesi Insinyur (PSPPI). Pada 2026, sebanyak 419 perwira Pertamina dari berbagai entitas bisnis mengikuti program ini sebagai bagian dari strategi jangka panjang menyiapkan insinyur berstandar global di tengah transformasi industri energi.
Program PSPPI dirancang tidak hanya untuk memperdalam kompetensi teknis, tetapi juga menumbuhkan kepemimpinan, etika profesi, serta kemampuan adaptasi terhadap perubahan teknologi. Melalui pendekatan akademik dan praktik profesional, program ini diharapkan mampu memperkuat keunggulan operasional bisnis existing Pertamina sekaligus mendorong lahirnya inovasi baru, termasuk pengembangan energi hijau dan dukungan terhadap agenda transisi energi nasional.
Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Simon Aloysius Mantiri menegaskan bahwa selama lebih dari enam dekade Pertamina bertumpu pada peran insinyur dalam menjaga ketahanan energi Indonesia. Menurutnya, tantangan ke depan menuntut insinyur yang tidak hanya unggul secara teknis, tetapi juga adaptif, beretika, dan mampu membaca perubahan industri.
“Melalui sinergi Pertamina dengan ITB, kami menyiapkan insinyur yang unggul secara teknis, memiliki daya analisis yang kuat, etika profesional, serta kemampuan adaptif terhadap perubahan,” ujar Simon saat membuka Program Studi Program Profesi Insinyur (PSPPI) di Gedung Sasana Budaya Ganesha ITB.
Direktur SDM Pertamina Andy Arvianto mengatakan penguatan kompetensi dan pengembangan SDM merupakan kunci keberlanjutan bisnis dan ketahanan energi nasional. Ia menilai pendidikan profesi sebagai investasi strategis jangka panjang bagi perusahaan.
Baca juga: ParagonCorp Perluas Akses Pengembangan Kepemimpinan Mahasiswa Lewat Novo Club Batch 4
“Pengembangan kompetensi melalui pendidikan profesi merupakan investasi jangka panjang. Kami ingin memastikan setiap perwira memiliki akses luas terhadap peningkatan kapasitas diri agar tetap relevan, profesional, dan mampu menjawab kebutuhan bisnis yang terus berkembang,” jelas Andy.
Sementara itu, Rektor Institut Teknologi Bandung Prof. Dr. Ir. Tatacipta Dirgantara menilai kolaborasi ini sebagai langkah konkret dalam membangun kualitas SDM unggul di sektor energi. Menurutnya, program tersebut tidak hanya memenuhi amanat Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2014 tentang Keinsinyuran, tetapi juga memastikan para insinyur Indonesia memiliki kompetensi teknis kelas dunia, wawasan global, serta karakter dan etika profesi yang kuat.
Program profesi insinyur hasil kerja sama Pertamina dan ITB resmi dibuka pada 8 Januari 2026 dan akan berlangsung selama satu tahun atau dua semester akademik. Selama periode tersebut, peserta akan mengikuti pembelajaran terstruktur yang mengintegrasikan standar profesi, studi kasus industri, serta penguatan etika keinsinyuran.
Melalui penguatan kompetensi SDM secara berkelanjutan dan kolaborasi strategis dengan kalangan akademisi, Pertamina menegaskan komitmennya dalam menyiapkan talenta unggul yang adaptif, inovatif, dan berdaya saing global. Langkah ini menjadi bagian penting dari upaya perusahaan menjaga ketahanan energi nasional, mempercepat transisi energi, serta memastikan keberlanjutan bisnis di tengah tantangan industri energi yang terus berkembang.
Baca juga: Ubah Waktu Luang Jadi Cuan: Empat Cara Cerdas Menambah Penghasilan Tanpa Tinggalkan Aktivitas Utama
Sebagai perusahaan pemimpin dalam transisi energi, Pertamina berkomitmen mendukung target Net Zero Emission 2060 serta mendorong berbagai program yang berdampak langsung pada pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs). Seluruh upaya tersebut sejalan dengan transformasi Pertamina yang berorientasi pada tata kelola perusahaan, pelayanan publik, keberlanjutan usaha, dan perlindungan lingkungan melalui penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) di seluruh lini bisnis dan operasional perusahaan.
Belum ada komentar.
Kirimkan kritik, ide, dan aspirasi Anda melalui email resmi redaksi redaksiorbitnews@gmail.com. Suara Anda penting bagi kami.