ORBIT-NEWS.COM, PURWOKERTO - Latihan lari tidak selalu harus dilakukan dengan kecepatan santai. Salah satu metode yang kini banyak diterapkan oleh pelari, khususnya atlet jarak menengah dan maraton, adalah tempo run. Metode latihan ini dikenal efektif untuk meningkatkan performa lari sekaligus menjaga kebugaran tubuh secara menyeluruh.
Tempo run merupakan latihan lari dengan mempertahankan kecepatan tertentu dalam durasi cukup panjang, umumnya berkisar antara 20 hingga 40 menit. Kecepatan yang digunakan berada di atas lari santai, namun masih dapat dipertahankan secara stabil tanpa berhenti. Latihan ini dirancang untuk melatih tubuh agar mampu berlari cepat dalam waktu lama tanpa mengalami kelelahan berlebihan.
Dalam praktiknya, tempo run bertujuan melatih tubuh mencapai dan menyesuaikan diri dengan ambang batas laktat. Ambang ini merupakan kondisi ketika asam laktat mulai menumpuk di otot dan memicu rasa lelah. Dengan latihan yang konsisten, tubuh akan lebih efisien mengelola asam laktat sehingga pelari mampu mempertahankan kecepatan lebih lama dan menempuh jarak lebih jauh dalam waktu singkat.
Tak hanya berdampak pada performa lari, tempo run juga memberikan manfaat besar bagi kesehatan jantung. Saat latihan dilakukan, jantung bekerja lebih keras memompa darah ke seluruh tubuh. Hal ini membantu meningkatkan sirkulasi darah, menurunkan kadar kolesterol jahat (LDL), serta meningkatkan kolesterol baik (HDL). Dengan demikian, risiko gangguan kardiovaskular dapat ditekan.
Selain itu, tekanan berulang pada kaki selama tempo run turut memperkuat otot dan tulang, khususnya di bagian tungkai. Adaptasi ini membuat tubuh menjadi lebih kuat dan siap menghadapi beban latihan yang lebih berat di kemudian hari.
Baca juga: Salah Pilih Sepatu Olahraga Bisa Picu Cedera, Ini Panduan Menentukan yang Tepat
Manfaat lainnya yang tak kalah penting adalah peningkatan ketahanan mental. Berlari dalam kecepatan yang menantang selama waktu lama membutuhkan fokus dan kemampuan mengelola rasa tidak nyaman. Latihan ini secara tidak langsung melatih disiplin, konsistensi, dan kekuatan mental, terutama bagi pelari yang mempersiapkan diri menghadapi perlombaan.
Meski menawarkan banyak manfaat, tempo run termasuk dalam latihan intensitas tinggi sehingga harus dilakukan dengan teknik yang tepat. Pemanasan menjadi tahap wajib sebelum memulai, seperti peregangan dan lari ringan selama 10–15 menit agar tubuh dan detak jantung beradaptasi secara bertahap. Setelah itu, pelari dapat meningkatkan kecepatan hingga menemukan ritme yang mampu dipertahankan sepanjang sesi tempo run.
Usai latihan, pendinginan juga tak boleh diabaikan. Jogging ringan selama beberapa menit dan peregangan membantu menurunkan detak jantung secara perlahan serta mencegah cedera. Dengan penerapan yang benar dan rutin, tempo run dapat menjadi salah satu latihan andalan untuk meningkatkan performa lari sekaligus menjaga kesehatan tubuh secara optimal.
Belum ada komentar.
Kirimkan kritik, ide, dan aspirasi Anda melalui email resmi redaksi redaksiorbitnews@gmail.com. Suara Anda penting bagi kami.