Banner Utama

Pasien Thalasemia Anak di Banyumas Mencapai 377, Bupati Dorong Pelayanan Lebih Optimal

Banyumas Raya Kesehatan
By Hermiana  —  On Feb 11, 2026
Caption Foto : Bupati Banyumas, Sadewo Tri Lastiono meminta agar pelayanan terhadap pasien Thalasemia dioptimalkan, Rabu (11/2/2026). (Foto ; Dok. Prokompim Banyumas).

ORBIT-NEWS.COM, PURWOKERTO -  Jumlah pasien thalassemia anak di Kabupaten Banyumas kini mencapai 377 orang, menjadi fokus perhatian Pemerintah Kabupaten Banyumas untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan. Bupati Sadewo Tri Lastiono menegaskan komitmennya agar para penyandang thalassemia mendapatkan layanan yang nyaman, aman, dan optimal.

Hal ini disampaikan Bupati Sadewo saat pelantikan pengurus Yayasan Thalassaemia Indonesia (YTI) Cabang Banyumas dan Persatuan Orang Tua Penyandang Thalassemia Cabang Banyumas periode 2026-2031, yang digelar di Pendopo Si Panji, Rabu (11/2/2026).

“Perjuangan mendampingi anak-anak thalassemia bukanlah hal mudah, dan bukan proses jangka pendek. Dibutuhkan konsistensi, kepedulian, serta kerja sama antara anak-anak penyandang thalassemia dan keluarga,” ujarnya.

Bupati Sadewo menekankan pentingnya kenyamanan fasilitas rumah sakit, mengingat pasien thalassemia harus rutin melakukan transfusi darah seumur hidup. “Rumah sakit harus menjadi rumah kedua. Fasilitas seperti ruang perpustakaan, TV, atau kebutuhan lainnya harus tersedia agar pasien merasa aman dan nyaman. Jika ada kebutuhan, bilang saja, nanti akan saya usahakan,” tambahnya.

Per Hari Tangani 32 Pasien Thalasemia

Baca juga: Diet Raw Food Kian Populer, Tren Makan Tanpa Masak yang Diklaim Lebih Sehat

Kepala Ruang Thalassemia RSUD Banyumas, Susilowati, menjelaskan bahwa RSUD Banyumas menangani total 613 pasien thalassemia, dengan rata-rata kunjungan 32 pasien per hari. Mayoritas pasien adalah anak-anak (377 pasien), sedangkan pasien dewasa berjumlah 254 orang. “Hari Sabtu jumlah pasien bisa meningkat hingga 40 orang karena libur sekolah, namun masih dapat kami kondisikan dengan baik,” jelasnya.

RSUD Banyumas telah menyiapkan fasilitas lengkap, termasuk ruang perpustakaan khusus bagi pasien thalassemia. “Sekarang tinggal mengisi rak-rak dengan buku agar suasana ruang lebih nyaman,” ungkap Susilowati.

Ketua YTI Banyumas, Nuraeni Tri Haryanti Sadewo, menyampaikan bahwa kepengurusan baru akan menjadi penghubung antara penyandang thalassemia dan berbagai pihak yang peduli. “Kami berharap Yayasan Thalassemia Indonesia cabang Banyumas dapat lebih terbuka untuk berkolaborasi, baik dengan pemerintah daerah, tenaga kesehatan, dunia pendidikan, dunia usaha, maupun masyarakat luas. Sinergi ini penting agar setiap upaya dapat berjalan searah dan saling menguatkan,” tuturnya.

Eni menambahkan, ke depan Banyumas tidak hanya fokus pada layanan medis, tetapi juga membangun masyarakat yang inklusif dan peduli terhadap penyandang thalassemia. “Tujuannya agar mereka tetap bisa tumbuh, belajar, dan berkarya sesuai kemampuan,” katanya.

Baca juga: Kenali Zona Detak Jantung Saat Olahraga, Kunci Latihan Aman dan Efektif

Agenda pengurus baru YTI Banyumas selanjutnya adalah menyusun program-program strategis untuk meningkatkan kualitas layanan dan dukungan bagi penyandang thalassemia di wilayah ini.

Bagikan:

Tulis Komentar

Komentar

Belum ada komentar.

Berita Unggulan

ORBIT VOX

Kirimkan kritik, ide, dan aspirasi Anda melalui email resmi redaksi redaksiorbitnews@gmail.com. Suara Anda penting bagi kami.

Ikuti Kami

Dapatkan update terbaru melalui sosial media kami: