ORBIT-NEWS.COM, JAKARTA - Upaya peningkatan mutu pendidikan Al-Qur’an di Indonesia terus diperkuat. Kementerian Agama (Kemenag) tengah menyiapkan langkah strategis melalui rencana alokasi anggaran hingga Rp3 triliun guna mendukung pengembangan kapasitas guru ngaji dan lembaga pendidikan Al-Qur’an di berbagai daerah.
Kasubdit Pendidikan Madrasah Diniyah Takmiliyah dan Pendidikan Al-Qur’an, Aziz Syafiuddin, menegaskan bahwa penguatan pendidikan Al-Qur’an menjadi bagian penting dari agenda pembangunan sumber daya manusia berbasis nilai keagamaan.
“Anggaran sekitar Rp3 triliun ini dirancang sebagai upaya percepatan peningkatan kualitas guru ngaji di berbagai lembaga binaan Kemenag, mulai dari TPQ, TPA, hingga lembaga pendidikan Al-Qur’an lainnya,” kata Aziz.
Dalam pemaparannya, Aziz menjelaskan bahwa peningkatan kualitas pendidikan Al-Qur’an tidak hanya berfokus pada akses, tetapi juga pada mutu dan profesionalitas tenaga pendidik. Untuk itu, Kemenag telah menyiapkan sejumlah program prioritas, seperti pemberian beasiswa pendidikan strata satu (S1) bagi guru ngaji, bantuan pembangunan fasilitas pendidikan, serta penyediaan sarana pembelajaran yang memadai.
Baca juga:
Teknologi Jadi Jembatan Komunikasi, Telkom University Purwokerto Kembangkan Solusi bagi Penyandang Tunarungu
Langkah ini diharapkan mampu menciptakan lingkungan belajar yang lebih kondusif dan berkelanjutan, sekaligus meningkatkan daya saing lembaga pendidikan Al-Qur’an di tengah perkembangan zaman.
Kompetensi Guru Ngaji
Lebih lanjut, Aziz menekankan bahwa penguatan kompetensi guru ngaji memiliki dampak luas, tidak hanya pada kemampuan teknis membaca dan memahami Al-Qur’an, tetapi juga dalam membentuk karakter generasi muda yang seimbang antara aspek spiritual, intelektual, dan moral.
“Pendidikan Al-Qur’an memiliki peran strategis dalam membangun generasi Qur’ani yang mampu beradaptasi dengan perubahan, tanpa kehilangan nilai-nilai dasar keislaman,” jelasnya.
Melalui berbagai program tersebut, Kemenag berharap ekosistem pendidikan Al-Qur’an di Indonesia semakin kuat, profesional, dan mampu menjawab tantangan globalisasi, sekaligus tetap menjaga identitas keagamaan bangsa.
Baca juga:
Beasiswa Bank Indonesia 2026 Dibuka di UIN Saizu: Bantuan Rp1 Juta per Bulan, Peluang Emas Cetak Generasi Melek Keuangan