Banner Utama

Investasi Energi Terbarukan Jateng Tembus Rp7,1 Triliun, Potensi PLTS Capai 13 Gigawatt

Daerah
By Hermiana E. Effendi  —  On Apr 22, 2026
Caption Foto ; Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Jawa Tengah, Sakina Rosellasari. (Foto : Dok. Kominfo Jateng).

ORBIT-NEWS.COM, SEMARANG – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Jateng) semakin agresif menarik investor di sektor energi hijau. Langkah ini seiring dengan meningkatnya kebutuhan listrik dan besarnya potensi energi terbarukan yang diperkirakan mencapai 13 gigawatt, khususnya dari pembangkit listrik tenaga surya (PLTS).

Upaya memperkuat investasi hijau di Jawa Tengah kian nyata dengan diresmikannya pabrik perakitan kendaraan listrik di Kabupaten Magelang oleh Presiden RI, Prabowo Subianto, pada awal April 2026. Kehadiran industri tersebut menjadi bagian dari strategi mendorong ekosistem energi ramah lingkungan di daerah.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Jawa Tengah, Sakina Rosellasari mengatakan,  total investasi sektor energi terbarukan sepanjang 2024 hingga 2025 mencapai Rp7,1 triliun. Dari jumlah tersebut, Rp5,7 triliun terealisasi pada 2024 dan Rp1,4 triliun pada 2025.

“Nilai investasi 2025 dibanding 2024 terlihat menurun. Hal ini karena pada 2024 masih dalam tahap pembangunan, pembelian lahan, dan belanja modal, sementara pada 2025 pabrik sudah mulai beroperasi,” kata Sakina, Rabu (22/4/2026).

Sejumlah industri berbasis energi hijau telah beroperasi di Jawa Tengah, termasuk pabrik solar cell dan baterai di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Batang dan Kendal. Selain itu, fasilitas perakitan kendaraan listrik di Magelang juga mulai memproduksi berbagai jenis kendaraan seperti bus, truk, hingga forklift listrik.

Baca juga: Pemprov Jateng Perkuat Mitigasi Erupsi Gunung Slamet, Status Waspada dan Radius Bahaya Diperluas

Pemetaan Potensi Baru

Untuk memperluas investasi, pemerintah daerah melakukan pemetaan potensi energi baru terbarukan (EBT) di 35 kabupaten/kota. Data tersebut kemudian dikemas dalam skema Investment Project Ready to Offer (IPRO) dan dipromosikan melalui forum investasi seperti Central Java Investment Business Forum (CJIBF).

“Kami juga menginventarisasi potensi energi baru terbarukan di seluruh kabupaten/kota, lalu merangkumnya dalam IPRO untuk ditawarkan kepada investor melalui berbagai forum investasi,” jelas Sakina.

Peluang investasi yang masih terbuka lebar meliputi pengembangan panas bumi di wilayah Banjarnegara dan Wonosobo, energi angin, hingga pengelolaan sampah berbasis energi di berbagai daerah. Kebijakan ini sejalan dengan arahan Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, dan Wakil Gubernur, Taj Yasin Maimoen, yang mendorong percepatan transisi menuju energi bersih.

Bagikan:

Tulis Komentar

Komentar

Belum ada komentar.

Berita Unggulan

ORBIT VOX

Kirimkan kritik, ide, dan aspirasi Anda melalui email resmi redaksi redaksiorbitnews@gmail.com. Suara Anda penting bagi kami.

Ikuti Kami

Dapatkan update terbaru melalui sosial media kami: