Banner Utama

Berawal dari Pesanan Kluban, Pria Sragi Ditemukan Tak Bernyawa di Kamar Kos

Hukum dan Kriminal
By Vivin  —  On Feb 11, 2026
Caption Foto : Polsek Sragi bersama tim medis memeriksa korban yang ditemukan meninggal di kamar kos di Sragi, Kabupaten Pekalongan. (Foto ; Dok. Polres Pekalongan).

ORBIT-NEWS.COM, PEKALONGAN - Warga Dukuh Kentung, Desa Tegalontar, Kecamatan Sragi, Kabupaten Pekalongan, digegerkan oleh penemuan seorang pria paruh baya meninggal di kamar kosnya. Korban yang diketahui bernama Wari (55), warga Siwalan, ditemukan dalam posisi meringkuk di kamar berukuran 3×3 meter, setelah beberapa jam tak terlihat oleh tetangga maupun pemilik warung di sekitarnya.

Kejadian ini berawal ketika Casdumi (46), pemilik warung di depan kos korban, merasa curiga karena pesanan makanan “kluban” yang dipesan korban sehari sebelumnya tidak diambil.

“Biasanya beliau selalu datang mengambil pesanan. Hari itu tidak muncul, jadi saya merasa ada yang tidak beres,” ungkap Casdumi, Rabu (11/2/2026).

Merasa khawatir, Casdumi meminta bantuan Darji (56) untuk memeriksa keadaan korban. Karena pintu kamar terkunci dari dalam, mereka akhirnya mengintip melalui ventilasi atas pintu dan mendapati Wari sudah tidak bergerak. Warga segera melaporkan kejadian ini kepada perangkat desa.

Tim Polsek Sragi yang dipimpin oleh Kasubsi Penmas Sihumas, Ipda Warsito, langsung mendatangi lokasi bersama Unit Identifikasi Polres Pekalongan dan tim medis Puskesmas Sragi 1 untuk olah tempat kejadian perkara (TKP).

Baca juga: Polresta Surakarta Amankan 17 Anak Terlibat Perang Sarung di Sukoharjo

“Korban ditemukan mengenakan kaos oblong panjang abu-abu dan celana pendek motif kotak-kotak. Di sampingnya terdapat berkas riwayat medis dari RSUD Kajen, serta gelas dan termos. Kamar dalam keadaan terkunci dari dalam, sehingga warga harus membuka paksa pintu setelah pengecekan melalui ventilasi,” jelas Ipda Warsito.

Hasil pemeriksaan medis menunjukkan korban diperkirakan meninggal dunia 3–5 jam sebelum ditemukan pada Selasa (10/2/2026). Terdapat darah di area mata korban, namun tim medis menegaskan hal tersebut akibat pecahnya pembuluh darah karena penyakit kronis, bukan kekerasan.

“Tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Berdasarkan riwayat medis dan keterangan keluarga, korban menderita penyakit jantung, gula darah, dan hipertensi,” tambah Ipda Warsito.

Keluarga korban, melalui keponakan Titin Kiroatin, membenarkan kondisi kesehatan pamannya. “Beliau memang sudah sakit-sakitan selama tiga bulan terakhir dan sempat dirawat di RSUD Kajen Januari lalu. Kami menerima kepergian beliau dengan ikhlas,” ujarnya.

Baca juga: Penembakan Misterius di Kedungwuni, Polres Pekalongan Siaga 24 Jam

Jenazah Wari telah dievakuasi dan diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan. Pihak kepolisian menegaskan kasus ini murni disebabkan kondisi kesehatan dan tidak ada unsur pidana.

Bagikan:

Tulis Komentar

Komentar

Belum ada komentar.

Berita Unggulan

ORBIT VOX

Kirimkan kritik, ide, dan aspirasi Anda melalui email resmi redaksi redaksiorbitnews@gmail.com. Suara Anda penting bagi kami.

Ikuti Kami

Dapatkan update terbaru melalui sosial media kami: