ORBIT-NEWS.COM, PURWOKERTO - Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan resmi merilis jadwal penawaran Surat Berharga Negara (SBN) ritel tahun 2026. Instrumen investasi ini kembali menjadi andalan masyarakat karena menawarkan imbal hasil kompetitif dengan risiko relatif rendah serta jaminan penuh dari negara.
SBN ritel merupakan produk investasi yang dapat dibeli oleh Warga Negara Indonesia (WNI), di mana pokok investasi dan kuponnya dijamin oleh pemerintah. Dengan karakteristik tersebut, SBN ritel kerap menjadi pilihan bagi investor pemula hingga menengah yang menginginkan keamanan sekaligus keuntungan stabil.
Salah satu instrumen favorit adalah Obligasi Negara Ritel (ORI). Produk ini menawarkan kupon tetap (fixed rate) dengan tenor 3 dan 6 tahun. Keunggulan ORI terletak pada fleksibilitasnya karena dapat diperjualbelikan di pasar sekunder sebelum jatuh tempo.
Pada tahun 2026, pemerintah dijadwalkan menerbitkan dua seri ORI:
-
ORI029: 26 Januari – 19 Februari 2026
-
ORI030: 6 Juli – 30 Juli 2026
ORI cocok bagi investor yang menginginkan pendapatan pasti sekaligus likuiditas lebih tinggi.
Baca juga:
Harga Emas Hari Ini Jumat, 24 April 2026 : Antam, UBS, dan Galeri24 Kompak Melemah, Ini Rinciannya
Sukuk Ritel (SR): Investasi Syariah dengan Imbal Hasil Stabil
Bagi investor yang mengedepankan prinsip syariah, Sukuk Ritel (SR) menjadi pilihan menarik. Produk ini memiliki tenor 3 dan 5 tahun, dengan kupon tetap serta dapat diperdagangkan di pasar sekunder.
Jadwal penerbitan SR tahun 2026 meliputi:
-
SR024: 6 Maret – 15 April 2026
-
SR025: 21 Agustus – 16 September 2026
Dengan sistem berbasis syariah, SR cocok untuk investor yang ingin menghindari unsur riba namun tetap mendapatkan imbal hasil stabil.
Sukuk Tabungan (ST): Fleksibel dengan Sistem Kupon Mengambang
Baca juga:
Mulai 1 Mei 2026, Jadwal KA di Wilayah Purwokerto Berubah, Ini Daftar Lengkap dan Rutenya
Sukuk Tabungan (ST) menawarkan tenor 2 dan 4 tahun dengan sistem kupon floating with floor, yakni imbal hasil yang dapat berubah mengikuti kondisi pasar, namun tidak akan turun di bawah batas minimal.
Berbeda dari ORI dan SR, ST tidak dapat diperdagangkan di pasar sekunder. Namun, investor tetap memiliki opsi pencairan sebagian melalui fitur early redemption hingga 50 persen.
Jadwal penerbitan ST 2026:
-
ST016: 8 Mei – 3 Juni 2026
-
ST017: 6 November – 2 Desember 2026
Produk ini ideal bagi investor syariah yang menginginkan perlindungan dari penurunan imbal hasil.
SBR 2026: Pilihan Aman dengan Fitur Early Redemption
Baca juga:
PADI Jateng 2026 Disiapkan Masuk Kalender Wisata, Target Jadi Magnet Baru Pariwisata Agro
Savings Bond Ritel (SBR) merupakan instrumen konvensional dengan tenor 2 dan 4 tahun. Sama seperti ST, SBR menggunakan sistem kupon mengambang dengan batas bawah dan tidak dapat diperdagangkan di pasar sekunder.
Meski demikian, SBR menawarkan fleksibilitas melalui fasilitas early redemption hingga 50 persen.
Untuk tahun 2026, pemerintah akan menerbitkan:
-
SBR015: 28 September – 22 Oktober 2026
SBR cocok bagi investor yang mengutamakan keamanan dan kestabilan imbal hasil.
Perlu diketahui bahwa seluruh jadwal penerbitan SBN ritel tersebut bersifat tentatif dan dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti kebijakan Kementerian Keuangan.
Dengan mengetahui jadwal lengkap ini, investor dapat menyusun strategi investasi lebih matang. Setiap jenis SBN ritel memiliki karakteristik berbeda, mulai dari sistem imbal hasil, prinsip pengelolaan (konvensional atau syariah), hingga tingkat likuiditas.
Baca juga:
5 Tips Investasi Online untuk Pemula: Cara Aman Maksimalkan Keuntungan di Era Digital
Memahami perbedaan tersebut akan membantu investor memilih instrumen yang paling sesuai dengan tujuan keuangan, sekaligus memaksimalkan peluang keuntungan di tahun 2026.