ORBIT-NEWS.COM, JAKARTA — Kementerian Pertanian (Kementan) mengambil langkah konkret untuk menjaga kestabilan harga kedelai nasional dengan memfasilitasi kesepakatan antara importir dan pengrajin tahu-tempe. Melalui kebijakan ini, Harga Acuan Penjualan (HAP) ditetapkan sebesar Rp11.500 per kilogram di tingkat importir guna menekan gejolak harga di pasar.
Kesepakatan tersebut memastikan harga kedelai yang diterima pengrajin tetap berada di bawah Rp12.000 per kilogram. Kebijakan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah menjaga keterjangkauan pangan berbasis kedelai di tengah tekanan global yang memengaruhi rantai pasok dan biaya distribusi.
Direktur Jenderal Tanaman Pangan, Yudi Sastro, menegaskan bahwa kondisi harga dan pasokan kedelai saat ini masih dalam batas aman. Ia juga membantah kabar yang menyebut harga kedelai melonjak drastis di pasaran.
“Isu harga kedelai mencapai Rp20 ribu itu tidak benar. Kami sudah melakukan verifikasi langsung, dan harga masih berada di bawah acuan pemerintah,” jelasnya.
Menurut Yudi, pasokan kedelai nasional masih mencukupi kebutuhan industri, sehingga tidak ada alasan bagi masyarakat untuk khawatir. Meski begitu, ia mengakui dinamika geopolitik global tetap memberi tekanan, terutama pada biaya logistik dan distribusi.
Baca juga: Harga Emas Hari Ini, 10 April 2026: Antam, UBS, Galeri24 Kompak Bergerak
Harga Kedelai Terkendali
Data dari Badan Pangan Nasional menunjukkan harga kedelai di berbagai wilayah masih stabil. Di Jakarta, harga berada di kisaran Rp10.500 hingga Rp11.000 per kilogram, sementara di sejumlah wilayah lain seperti Sumatra dan Sulawesi masih berada dalam rentang yang terkendali dan sesuai HAP.
Dari sisi pelaku usaha, Direktur PT FKS Multi Agro Tbk, Tjung Hen Sen, menyatakan pihaknya terus berupaya menjaga stabilitas harga meskipun menghadapi kenaikan biaya operasional akibat faktor eksternal.
“Kami berusaha menjaga harga tetap stabil, meskipun ada tekanan dari biaya logistik, asuransi, dan faktor global lainnya,” ungkapnya.
Sementara itu, Sekretaris Jenderal Gakoptindo, Wibowo Nurcahyo, memastikan harga tahu dan tempe di tingkat konsumen masih relatif stabil. Ia menyebut tidak ada kenaikan signifikan, meskipun terdapat penyesuaian pada ukuran produk.
Baca juga: Penumpang KAI Daop 5 Purwokerto Melonjak 29 Persen di Awal 2026
“Harga tahu tempe masih di kisaran Rp12.000 sampai Rp13.000. Kalau pun ada perubahan, lebih pada volume, bukan harga,” tuturnya.
Ia juga menambahkan bahwa tantangan yang dihadapi pengrajin saat ini lebih banyak berasal dari kenaikan harga bahan pendukung seperti plastik, bukan dari bahan baku kedelai.
Belum ada komentar.
Kirimkan kritik, ide, dan aspirasi Anda melalui email resmi redaksi redaksiorbitnews@gmail.com. Suara Anda penting bagi kami.