Banner Utama

Akad Nikah Lintas Negara di Pekalongan, Penghulu Gunakan AI untuk Komunikasi

Daerah
By Vivin  —  On Mar 29, 2026
Caption Foto : Akad nikah lintas negara di KUA Kajen, penghulu menggunakan AI untuk kelancaran akad. (Foto ; Dok. Kemenag).

ORBIT-NEWS.COM, PEKALONGAN - Pernikahan lintas negara kembali mencatat pengalaman unik di Kabupaten Pekalongan. Seorang warga negara Turki, Adam Demir, resmi menikahi perempuan asal Indonesia di Kantor Urusan Agama (KUA) Kajen, Sabtu (28/3/2026). Prosesi akad nikah berjalan lancar meski ada kendala bahasa, berkat kreativitas penghulu dan pemanfaatan teknologi artificial intelligence (AI).

M. Ikhwan, penghulu sekaligus Kepala KUA Kajen, menjelaskan tantangan utama adalah perbedaan bahasa.

“Catin pria tidak memahami Bahasa Indonesia, Arab, maupun Inggris. Akhirnya, komunikasi kami bantu melalui aplikasi penerjemah ke bahasa Turki,” kata Ikhwan.

Meski demikian, seluruh prosesi akad tetap dilaksanakan dalam Bahasa Indonesia sesuai ketentuan, agar kedua mempelai memahami setiap tahapan pernikahan secara utuh. Untuk mendukung komunikasi, Ikhwan mempelajari dasar-dasar bahasa Turki secara mandiri menggunakan teknologi Meta AI.

“Dengan belajar sedikit bahasa Turki melalui AI, komunikasi dengan Mr. Adam bisa lebih lancar,” tambahnya.

Baca juga: Jalur Rel Bumiayu Pulih Usai 14 Jam Penanganan, Perjalanan Kereta Kembali Normal

Ikhwan menekankan pentingnya pemahaman bahasa agar kedua mempelai memahami proses akad nikah secara menyeluruh.

"Memastikan mereka memahami tiap proses adalah bagian penting dari tugas kami,” jelasnya.

Komitmen Hadirkan Pelayanan

Langkah inovatif ini mendapat apresiasi dari Direktur Bina KUA dan Keluarga Sakinah, Ahmad Zayadi. Ia menilai penggunaan teknologi untuk mendukung pelayanan keagamaan menunjukkan komitmen pelayanan prima.

“Penghulu tidak hanya menjalankan fungsi administratif, tapi juga mampu menghadapi tantangan komunikasi lintas bahasa dengan memanfaatkan teknologi modern,” kata Zayadi.

Baca juga: Kolaborasi Besar Digencarkan, Jawa Tengah Rancang Penanganan Menyeluruh Banjir Demak

Zayadi menambahkan, penghulu perlu terus meningkatkan kompetensi, baik dalam penguasaan ilmu keagamaan maupun keterampilan komunikasi, agar siap menghadapi perkembangan zaman dan kebutuhan masyarakat yang semakin beragam. Menurutnya, pernikahan ini menjadi contoh nyata bagaimana teknologi dapat memfasilitasi pelayanan publik di bidang keagamaan, sambil tetap menjaga nilai-nilai dan prosedur formal yang berlaku.

Bagikan:

Tulis Komentar

Komentar

Belum ada komentar.

Berita Unggulan

ORBIT VOX

Kirimkan kritik, ide, dan aspirasi Anda melalui email resmi redaksi redaksiorbitnews@gmail.com. Suara Anda penting bagi kami.

Ikuti Kami

Dapatkan update terbaru melalui sosial media kami: