Banner Utama

Taj Yasin Dorong Percepatan Huntara di Brebes, 533 Warga Terdampak Tanah Bergerak Menanti Kepastian

Daerah
By Vivin  —  On Mar 28, 2026
Caption Foto : Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen saat mengunjungi warga terdampak tanah bergerak di Desa Sridadi, Kecamatan Sirampog, Kabupaten Brebes. (Foto ; Dok. Kominfo Jateng).

ORBIT-NEWS.COM, BREBES – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terus mengupayakan percepatan pembangunan hunian sementara (huntara) bagi warga terdampak bencana tanah bergerak di Dukuh Bojongsari, Desa Sridadi, Kecamatan Sirampog, Kabupaten Brebes. Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, turun langsung ke lokasi untuk memastikan penanganan berjalan optimal.

Dalam tinjauannya, Taj Yasin menegaskan bahwa pembangunan huntara menjadi prioritas, mengingat ratusan warga hingga kini masih bertahan di pengungsian. Namun, proses tersebut membutuhkan kehati-hatian karena lahan yang akan digunakan merupakan milik Perhutani dan harus melalui tahapan survei serta kajian teknis.

“Kami ingin percepatan, tetapi tetap harus memastikan lokasi aman dan tidak menimbulkan risiko baru bagi masyarakat,” kata Taj Yasin.

Berdasarkan data pemerintah desa, sebanyak 533 jiwa dari 176 kepala keluarga terdampak bencana tersebut. Untuk memenuhi kebutuhan hunian sementara, sedikitnya 143 unit huntara diperlukan agar seluruh warga dapat tertampung dengan layak.

Baca juga: Jalur Rel Bumiayu Pulih Usai 14 Jam Penanganan, Perjalanan Kereta Kembali Normal

Kepala Desa Sridadi, Sudiryo, menyampaikan bahwa pihaknya telah mengusulkan lokasi pembangunan di lahan Perhutani petak 34 G, tepatnya di Dusun Susunda. Ia berharap proses administrasi dan teknis dapat segera diselesaikan.

“Harapan kami jelas, pembangunan huntara bisa dipercepat karena warga sudah cukup lama berada di pengungsian,” katanya.

Tempati Penampungan Darurat

Saat ini, sebagian warga masih menempati tempat penampungan darurat, termasuk fasilitas yang disediakan oleh Pondok Pesantren Bahrul Quran. Kondisi tersebut dinilai belum ideal, terlebih saat perayaan Hari Raya Idulfitri lalu.

Seorang warga, Asro, mengungkapkan rasa terima kasih atas bantuan berbagai pihak, namun berharap pemerintah segera merealisasikan huntara agar mereka dapat kembali menjalani kehidupan dengan lebih nyaman.

Baca juga: Kolaborasi Besar Digencarkan, Jawa Tengah Rancang Penanganan Menyeluruh Banjir Demak

“Kami bersyukur sudah dibantu, tapi tentu ingin segera punya tempat tinggal sendiri meski sementara,” ujarnya.

Hal serupa disampaikan Masripah, yang rumahnya sudah tidak dapat dihuni akibat bencana. Ia mengaku sedih karena Lebaran tahun ini tidak dapat berkumpul dengan anak-anaknya yang merantau.

“Mereka tidak pulang karena sudah tidak ada rumah. Kami berharap huntara segera dibangun,” tuturnya.

Selain itu, warga juga mengusulkan agar pembangunan huntara memanfaatkan material dari rumah mereka yang rusak. Usulan ini dinilai dapat mempercepat proses sekaligus mengurangi biaya pembangunan.

Dengan kondisi pengungsian yang masih berlangsung dan kebutuhan hunian yang mendesak, percepatan pembangunan huntara menjadi harapan utama warga terdampak, sembari menunggu kepastian dari pemerintah.

Baca juga: Banjir Tanggul Jebol di Guntur Demak: Puluhan Rumah Rusak, Warga Butuh Air Bersih dan Perlengkapan Dasar

Bagikan:

Tulis Komentar

Komentar

Belum ada komentar.

Berita Unggulan

ORBIT VOX

Kirimkan kritik, ide, dan aspirasi Anda melalui email resmi redaksi redaksiorbitnews@gmail.com. Suara Anda penting bagi kami.

Ikuti Kami

Dapatkan update terbaru melalui sosial media kami: