ORBIT-NEWS.COM, PURWOKERTO - Perayaan Lebaran identik dengan hidangan khas yang kaya rasa, mulai dari opor ayam, rendang, hingga aneka kue kering. Namun di balik kelezatan tersebut, banyak orang tanpa sadar mengalami kenaikan berat badan akibat perubahan pola makan dan menurunnya aktivitas fisik selama masa libur.
Situasi ini sering terjadi karena konsumsi makanan tinggi kalori meningkat, sementara kegiatan fisik berkurang akibat lebih banyak waktu dihabiskan untuk bersilaturahmi atau beristirahat di rumah. Jika tidak diimbangi dengan pengaturan pola makan dan aktivitas, tubuh akan menyimpan kelebihan energi dalam bentuk lemak.
Tidak sedikit pula yang beranggapan bahwa puasa selama Ramadan otomatis menurunkan berat badan. Padahal, peningkatan asupan makanan saat berbuka hingga perayaan Lebaran dapat membuat berat badan kembali naik. Oleh karena itu, menjaga keseimbangan antara asupan kalori dan aktivitas tubuh menjadi hal penting agar kesehatan tetap terjaga setelah Ramadan.
Berikut beberapa langkah sederhana yang dapat diterapkan agar berat badan tetap stabil selama merayakan Lebaran.
Baca juga:
Rutin Bergerak, Cara Sederhana Kendalikan Hipertensi Tanpa Obat
Mengatur porsi makan dengan bijak
Mengambil makanan dalam porsi kecil lebih dahulu dapat membantu mengendalikan jumlah kalori yang masuk ke tubuh. Tubuh biasanya memerlukan waktu sekitar 15 hingga 20 menit untuk mengirimkan sinyal kenyang ke otak. Dengan memberi jeda sebelum menambah porsi, seseorang dapat menghindari kebiasaan makan berlebihan.
Memilih makanan dengan komposisi seimbang
Hidangan Lebaran tetap bisa dinikmati, tetapi sebaiknya diimbangi dengan pilihan makanan yang lebih sehat. Memperbanyak konsumsi sayur, buah, serta sumber protein rendah lemak dapat membantu tubuh merasa kenyang lebih lama. Sementara itu, makanan bersantan kental, gorengan, dan makanan manis sebaiknya dikonsumsi dalam jumlah terbatas.
Mengurangi kebiasaan ngemil berlebihan
Kue kering dan minuman manis menjadi sajian yang hampir selalu tersedia di setiap rumah saat Lebaran. Meski menggugah selera, camilan tersebut umumnya tinggi gula dan kalori tetapi rendah serat. Jika dikonsumsi terus-menerus sepanjang hari, jumlah kalori yang masuk bisa meningkat tanpa disadari.
Mencukupi kebutuhan cairan tubuh
Minum air putih yang cukup juga berperan penting dalam menjaga keseimbangan metabolisme tubuh. Mengonsumsi sekitar delapan gelas air per hari dapat membantu mencegah dehidrasi sekaligus mengurangi keinginan makan berlebihan. Dalam beberapa kasus, rasa haus sering disalahartikan sebagai rasa lapar.
Tetap aktif bergerak selama libur Lebaran
Walaupun suasana Lebaran identik dengan bersantai, aktivitas fisik tetap perlu dijaga. Kegiatan sederhana seperti berjalan kaki setelah makan, membantu membersihkan rumah, atau melakukan olahraga ringan selama 20 hingga 30 menit dapat membantu membakar kalori dan menjaga keseimbangan energi tubuh.
Baca juga:
Kapan Penderita Hipertensi Perlu Minum Obat? Ini Penjelasan Lengkapnya
Menjaga kualitas tidur
Waktu tidur yang cukup, sekitar tujuh hingga sembilan jam setiap malam, juga berpengaruh terhadap pengendalian berat badan. Kurang tidur dapat memicu peningkatan hormon yang merangsang rasa lapar sehingga seseorang lebih mudah tergoda mengonsumsi makanan tinggi gula dan lemak.
Dengan menerapkan pola makan yang lebih terkontrol, menjaga aktivitas fisik, serta memastikan tubuh mendapatkan istirahat yang cukup, masyarakat tetap dapat menikmati suasana Lebaran tanpa harus khawatir mengalami kenaikan berat badan. Perayaan tetap berlangsung meriah, sementara kesehatan tubuh tetap terjaga.