Caption Foto : Bupati Banyumas, Sadewo Tri Lastiono, bersama dengan Kepala BI Purwokerto, Christoveny, serta Kepala DKUKMP Kabupaten Banyumas, Gatot Eko Purwadi melihat langsung produk yang dijual di Sarasimas, Selasa (17/3/2026). (Foto ;Dok. Prokompim).
ORBIT-NEWS.COM, PURWOKERTO – Pemerintah Kabupaten Banyumas kembali menghadirkan program Pasar Murah Inflasi Banyumas (Sarasimas) sebagai langkah menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok masyarakat menjelang Hari Raya Idulfitri. Kegiatan yang digelar di halaman Pendopo Si Panji Purwokerto, Selasa (17/3/2026) ini menjadi pelaksanaan Sarasimas yang ke-10 selama bulan Ramadan.
Program yang diinisiasi Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah dan Perdagangan (DKUKMP) Kabupaten Banyumas tersebut merupakan bagian dari strategi pemerintah daerah dalam menekan laju inflasi sekaligus menjaga daya beli masyarakat di tengah meningkatnya kebutuhan menjelang hari raya.
Kepala DKUKMP Kabupaten Banyumas, Gatot Eko Purwadi SE menjelaskan, Sarasimas kali ini diprioritaskan bagi warga Kelurahan Kranji dan Kelurahan Sokanegara. Selain masyarakat yang telah terdata, kegiatan ini juga menyasar kelompok pekerja sektor informal yang membutuhkan bantuan, seperti tukang becak, marbot masjid, serta tukang sol sepatu.
“Kami memahami bahwa menjelang Lebaran biasanya terjadi peningkatan kebutuhan rumah tangga. Karena itu, Sarasimas hadir untuk membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga yang jauh lebih terjangkau,” jelas Gatot.
Dalam kegiatan ini, DKUKMP menyediakan 200 paket sembako bersubsidi, sementara Bank Indonesia turut menyalurkan 20 paket sembako gratis bagi masyarakat tertentu. Paket sembako yang memiliki nilai sekitar Rp84.000 dapat ditebus warga dengan harga hanya Rp10.000.
Caption : Caption Foto : Masyarakat antusias membeli kebutuhan pangan di Sarasimas, Selasa (17/3/2026). (Foto : Hermiana).
Pasar Murah
Tak hanya itu, Sarasimas juga menghadirkan pasar murah terbuka bagi masyarakat umum maupun aparatur sipil negara (ASN). Berbagai kebutuhan pokok seperti beras, minyak goreng, gula, telur, hingga komoditas pangan lainnya dijual dengan harga di bawah harga pasar.
Gatot menambahkan, pelaksanaan Sarasimas melibatkan berbagai mitra strategis dalam penyediaan bahan pangan. Beberapa di antaranya Bank Indonesia, Perum BULOG, Rajawali Nusindo, Sari Agro Persada, Pinsar Indonesia, serta Charoen Pokphand Indonesia.
“Melalui kolaborasi ini, masyarakat dapat memperoleh berbagai komoditas penting seperti beras, telur, ayam ras, hingga kebutuhan pokok lainnya dengan harga lebih terjangkau. Selain itu, Pasar Tani juga turut menghadirkan produk pertanian segar langsung dari petani,” ujarnya.
Sejak pertama kali dilaksanakan, program Sarasimas telah menyalurkan total sekitar 11.600 paket sembako kepada masyarakat di berbagai wilayah Kabupaten Banyumas.
Caption : Caption Foto : Bupati Banyumas, Sadewo Tri Lastiono saat membuka Sarasimas, di Pendopo Si Panji Purwokerto, Selasa (17/3/2026). (Foto ; Dok. Prokompim).
Subsidi Untuk Masyarakat
Sementara itu, Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono yang membuka kegiatan tersebut menegaskan bahwa pemerintah daerah terus berupaya menjaga stabilitas harga pangan, terutama saat permintaan masyarakat meningkat menjelang Idulfitri.
“Setiap menjelang Lebaran biasanya terjadi lonjakan permintaan bahan pokok yang berdampak pada kenaikan harga, seperti komoditas cabai. Karena itu pemerintah hadir melalui program Sarasimas untuk memastikan masyarakat tetap dapat memenuhi kebutuhan pokok dengan harga yang terjangkau,” ujar Sadewo.
Melalui program ini, pemerintah memberikan subsidi besar kepada masyarakat. Paket sembako senilai Rp84.000 dapat ditebus dengan harga Rp10.000, sementara berbagai komoditas lain seperti beras, minyak goreng, gula, telur, dan kebutuhan rumah tangga dijual di bawah harga pasar.
Sadewo menambahkan, program Sarasimas juga menjadi bagian dari upaya menjaga tingkat inflasi daerah agar tetap berada dalam kisaran target nasional, yakni antara 1,5 persen hingga 3,5 persen.
“Melalui program Sarasimas, pemerintah menghadirkan selisih harga yang cukup signifikan dibandingkan harga pasar umum sehingga masyarakat bisa merasakan manfaatnya secara langsung,” katanya.
Dalam pelaksanaannya, Sarasimas juga menyediakan berbagai komoditas strategis dengan harga lebih murah, seperti minyak goreng merek Minyakita yang dijual sekitar Rp15.000 per liter.
Bank Indonesia juga berkontribusi dengan menyediakan paket sembako gratis yang diprioritaskan bagi kelompok masyarakat tertentu, khususnya pekerja sektor informal seperti marbot masjid dan pengemudi becak. Program Sarasimas sendiri dilaksanakan secara berkeliling ke berbagai wilayah di Kabupaten Banyumas agar manfaatnya dapat dirasakan lebih merata oleh masyarakat.
Tingginya antusiasme warga dalam setiap pelaksanaan Sarasimas menunjukkan bahwa program ini sangat dinantikan sebagai solusi untuk menghadapi fluktuasi harga kebutuhan pokok menjelang hari raya.
Salah satu warga Purwokerto, Eka, mengaku senang bisa membeli kebutuhan pokok dengan harga lebih murah melalui kegiatan tersebut. Ia bahkan membeli beras kemasan 5 kilogram dengan harga Rp58.000, jauh lebih murah dibandingkan harga di pasaran yang biasanya mencapai sekitar Rp13.000 per kilogram.
“Harganya lebih murah, ini sangat membantu bagi warga seperti saya yang ekonominya pas-pasan. Apalagi menjelang hari raya, dimana keluarga kumpul semua, kebutuhan pangan juga meningkat,” ucapnya.
Melalui program seperti Sarasimas, pemerintah berharap masyarakat tidak hanya terbantu secara ekonomi, tetapi juga semakin bijak dalam mengelola kebutuhan rumah tangga, terutama saat momentum hari besar. Kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat menjadi kunci penting dalam menjaga stabilitas harga sekaligus memastikan ketersediaan pangan tetap terjangkau bagi semua lapisan masyarakat.