Banner Utama

Tips Mengatasi Asam Lambung Naik Saat Puasa Agar Ibadah Tetap Nyaman

Kesehatan
By Redaksi Orbit-News.com  —  On Mar 16, 2026
Caption Foto : Ilustrasi.

ORBIT-NEWS.COM, PURWOKERTO - Bulan Ramadan menjadi momen bagi umat Muslim untuk menahan lapar dan haus selama lebih dari 12 jam. Namun, bagi sebagian orang, kondisi perut kosong dalam waktu lama bisa memicu naiknya asam lambung yang menimbulkan rasa perih di dada, mual, hingga sensasi panas di tenggorokan. Keluhan ini tentu dapat mengganggu aktivitas sehari-hari bahkan ibadah puasa.

Saat berpuasa, lambung tetap memproduksi asam untuk membantu proses pencernaan. Ketika tidak ada makanan yang masuk dalam waktu lama, asam lambung bisa meningkat dan berpotensi naik ke kerongkongan. Risiko ini umumnya lebih besar pada orang yang memiliki riwayat penyakit asam lambung atau gastroesophageal reflux disease (GERD).

Meski begitu, kondisi asam lambung yang kambuh saat puasa tidak selalu harus berakhir dengan membatalkan puasa. Ada beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk membantu mengurangi keluhan tersebut.

Salah satunya adalah segera berbuka ketika waktu magrib tiba. Membiarkan perut kosong terlalu lama dapat memperparah produksi asam lambung. Saat berbuka, disarankan mengonsumsi makanan ringan yang mudah dicerna terlebih dahulu, seperti buah yang kaya air, misalnya semangka, melon, atau buah naga.

Selain itu, pola makan juga perlu diatur dengan baik. Mengonsumsi makanan dalam porsi kecil tetapi lebih sering sejak waktu berbuka hingga sahur dapat membantu kerja lambung lebih stabil. Pola makan ini dinilai lebih baik dibandingkan langsung makan dalam jumlah besar saat berbuka atau sahur, karena lambung tidak terlalu terbebani.

Baca juga: Rutin Bergerak, Cara Sederhana Kendalikan Hipertensi Tanpa Obat

Penderita asam lambung juga dianjurkan menghindari makanan yang berpotensi memicu produksi asam lambung. Beberapa jenis makanan yang sering menjadi pemicu antara lain makanan pedas, makanan berlemak seperti gorengan, serta makanan yang terlalu asam. Minuman seperti kopi, soda, dan jus jeruk juga sebaiknya dibatasi karena dapat memicu naiknya asam lambung serta melemahkan katup lambung yang berfungsi menahan asam agar tidak naik ke kerongkongan.

Kebiasaan memenuhi kebutuhan cairan tubuh juga berperan penting. Mengonsumsi sekitar delapan gelas air putih per hari, yang dibagi antara waktu berbuka hingga sahur, dapat membantu menjaga keseimbangan cairan tubuh sekaligus membantu mengontrol produksi asam lambung.

Hal lain yang perlu diperhatikan adalah menghindari langsung berbaring setelah makan. Posisi berbaring dapat mempermudah asam lambung mengalir ke kerongkongan. Idealnya, beri jeda sekitar dua hingga tiga jam setelah makan sebelum tidur.

Jika ingin beristirahat, posisi tidur dengan kepala sedikit lebih tinggi atau setengah bersandar dapat membantu mengurangi risiko asam lambung naik. Posisi tidur menghadap ke kiri juga sering dianjurkan karena dapat mengurangi tekanan pada lambung.

Selain pola makan dan posisi tubuh, menjaga berat badan tetap ideal juga menjadi faktor penting dalam mencegah kambuhnya asam lambung. Berat badan berlebih dapat meningkatkan tekanan pada lambung sehingga asam lebih mudah naik ke kerongkongan.

Baca juga: Kapan Penderita Hipertensi Perlu Minum Obat? Ini Penjelasan Lengkapnya

Dengan menerapkan pola makan yang tepat dan menjaga gaya hidup sehat selama Ramadan, keluhan asam lambung saat puasa dapat diminimalkan sehingga ibadah tetap dapat dijalankan dengan nyaman.

Bagikan:

Tulis Komentar

Komentar

Belum ada komentar.

Berita Unggulan

ORBIT VOX

Kirimkan kritik, ide, dan aspirasi Anda melalui email resmi redaksi redaksiorbitnews@gmail.com. Suara Anda penting bagi kami.

Ikuti Kami

Dapatkan update terbaru melalui sosial media kami: