Banner Utama

Mudik Lebaran 2026 Diprediksi Membludak, DPRD Jateng Tekankan Kesiapan Jalan dan Antisipasi Titik Rawan Diperkuat

Daerah Politik
By Hermiana  —  On Mar 15, 2026
Caption Foto : Wakil Ketua DPRD Jateng, Setya Arinugroho.(Foto ; Hermiana).

ORBIT-NEWS.COM, SEMARANG — Pemerintah terus memperkuat berbagai persiapan menjelang arus mudik Lebaran 2026 yang diperkirakan mengalami peningkatan signifikan. Salah satu perhatian utama diarahkan pada kesiapan infrastruktur jalan di Provinsi Jawa Tengah yang menjadi jalur strategis pergerakan pemudik di Pulau Jawa.

Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah, Setya Arinugroho, menegaskan bahwa kualitas dan kesiapan jalan memiliki peran penting dalam mendukung kelancaran mobilitas masyarakat selama periode mudik. Ia menyebutkan, berdasarkan data Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, tingkat kemantapan jalan nasional di wilayah tersebut telah mencapai 93,47 persen.

Menurutnya, capaian tersebut menunjukkan upaya pemerintah dalam menjaga kondisi jalan tetap layak dilalui. Meski demikian, pengawasan terhadap kondisi lapangan tetap diperlukan agar seluruh jalur benar-benar siap digunakan saat puncak arus mudik.

“Persiapan infrastruktur menjadi hal yang sangat penting karena jumlah pemudik yang masuk ke Jawa Tengah diperkirakan sangat besar. Kami mengapresiasi langkah pemerintah, tetapi tetap perlu memastikan semua berjalan sesuai rencana,” ujar Setya.

Baca juga: Jalur Rel Bumiayu Pulih Usai 14 Jam Penanganan, Perjalanan Kereta Kembali Normal

Sementara itu, Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jawa Tengah–DI Yogyakarta, Moch. Iqbal Tamher, menyampaikan bahwa perhatian utama pemerintah saat ini difokuskan pada optimalisasi Jalur Pantai Utara (Pantura). Jalur tersebut selama ini dikenal sebagai salah satu koridor utama pergerakan kendaraan dari wilayah barat menuju timur Pulau Jawa.

Ia menjelaskan, perbaikan dan pemeliharaan jalur Pantura terus dilakukan agar mampu menampung lonjakan kendaraan sekaligus meminimalkan potensi kemacetan selama masa mudik.

Selain peningkatan kondisi fisik jalan, pemerintah juga memperpanjang masa operasional posko pelayanan Lebaran. Posko tersebut dijadwalkan mulai beroperasi sejak H-8 Lebaran atau 13 Maret hingga 30 Maret 2026.

Setya Ari menilai keberadaan posko akan lebih efektif apabila didukung pemanfaatan teknologi, seperti pemantauan melalui kamera pengawas atau CCTV di sejumlah titik strategis. Sistem tersebut dapat membantu petugas memantau kondisi lalu lintas sekaligus memantau perubahan cuaca secara langsung. Dengan pemantauan secara real time, respons terhadap potensi kemacetan maupun gangguan perjalanan diharapkan bisa dilakukan lebih cepat.

Di sisi lain, ia juga mengingatkan agar perbaikan infrastruktur tidak hanya difokuskan di wilayah perkotaan. Jalur-jalur yang kerap dilalui pemudik di kawasan pesisir utara juga perlu mendapat perhatian serius.

Baca juga: Kolaborasi Besar Digencarkan, Jawa Tengah Rancang Penanganan Menyeluruh Banjir Demak

Beberapa daerah yang disebut membutuhkan penguatan infrastruktur antara lain Pekalongan, Pemalang, Batang, dan Kendal. Wilayah tersebut sebelumnya sempat terdampak cuaca ekstrem yang berpotensi memengaruhi kondisi jalan.

Perbaikan Ruas Jalan

Berdasarkan data, sampai dengan akhir bulanFebruari 2026, terdapat 256 ruas jalan nasional di Jawa Tengah dengan total panjang mencapai 1.581,45 kilometer. Sementara itu, Kementerian Perhubungan memproyeksikan sekitar 17,7 juta orang akan memasuki wilayah Jawa Tengah selama periode mudik tahun ini.

Secara nasional, Jawa Tengah diperkirakan menjadi tujuan utama perjalanan mudik dengan total potensi pergerakan mencapai 38,71 juta orang.

Melihat tingginya potensi mobilitas tersebut, Setya Ari menekankan pentingnya percepatan penyelesaian pekerjaan infrastruktur yang masih berlangsung. Ia juga mendorong pemerintah melakukan pemetaan lebih detail terhadap sejumlah titik rawan kemacetan maupun bencana.

Baca juga: Banjir Tanggul Jebol di Guntur Demak: Puluhan Rumah Rusak, Warga Butuh Air Bersih dan Perlengkapan Dasar

Beberapa kawasan yang dinilai perlu mendapat perhatian antara lain wilayah Kaligawe di Kota Semarang yang rawan banjir, ruas Sayung, Jalan Walisongo, serta sejumlah titik di jalur Pantura Kendal. Menurutnya, langkah antisipatif dan perencanaan yang matang akan sangat membantu mengurangi risiko gangguan perjalanan bagi para pemudik.

“Pemetaan titik kemacetan dan wilayah rawan bencana harus dilakukan secara detail agar langkah mitigasi dapat disiapkan sejak awal,” tutupnya.

Bagikan:

Tulis Komentar

Komentar

Belum ada komentar.

Berita Unggulan

ORBIT VOX

Kirimkan kritik, ide, dan aspirasi Anda melalui email resmi redaksi redaksiorbitnews@gmail.com. Suara Anda penting bagi kami.

Ikuti Kami

Dapatkan update terbaru melalui sosial media kami: