Banner Utama

Perayaan Cap Go Meh 2026 di Semarang Jadi Ajang Pererat Harmoni Budaya

Daerah
By Vivin  —  On Mar 14, 2026
Caption Foto ; Gubernur Jateng, Ahmad Luthfi saat menerima kunjungan Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Gema Sadhana Jawa Tengah, Hocking Susanto. (Foto ; Dok. Kominfo Jateng).

ORBIT-NEWS.COM, SEMARANG — Perayaan Cap Go Meh 2026 tingkat Provinsi Jawa Tengah akan digelar di kawasan Manyaran, Kota Semarang, pada 15 Maret 2026. Kegiatan tersebut diharapkan menjadi momentum untuk mempererat hubungan antar komunitas sekaligus memperkuat harmoni budaya di tengah masyarakat yang beragam.

Rencana penyelenggaraan acara ini disampaikan Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Gema Sadhana Jawa Tengah, Hocking Susanto, saat melakukan audiensi dengan Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi di Semarang, Jumat (13/3/2026).

Hocking menjelaskan, perayaan Cap Go Meh tahun ini dirancang sebagai wadah kebersamaan lintas komunitas, dengan melibatkan berbagai pengurus kelenteng dan vihara Tri Dharma dari seluruh wilayah Jawa Tengah. Selain itu, paguyuban suku marga Tionghoa juga turut diundang untuk berpartisipasi dalam kegiatan tersebut.

Menurutnya, kehadiran berbagai elemen masyarakat dalam perayaan ini diharapkan dapat memperkuat semangat persatuan serta mempererat hubungan sosial antar komunitas.

“Acara ini kami rancang sebagai simbol kebersamaan dan harmoni masyarakat Indonesia, khususnya di Jawa Tengah,” ujar Hocking.

Baca juga: Jalur Rel Bumiayu Pulih Usai 14 Jam Penanganan, Perjalanan Kereta Kembali Normal

Kenalkan Kekayaan Budaya

Ia menambahkan, selain sebagai perayaan tradisi, Cap Go Meh juga menjadi sarana untuk memperkenalkan kekayaan budaya yang telah lama berkembang dan hidup berdampingan dengan budaya Nusantara.

Gema Sadhana juga berharap Gubernur Jawa Tengah dapat hadir dalam kegiatan tersebut. Pasalnya, Cap Go Meh 2026 menjadi kali pertama organisasi tersebut menyelenggarakan perayaan pada tingkat provinsi.

Menanggapi hal itu, Gubernur Ahmad Luthfi menyatakan dukungannya terhadap kegiatan tersebut dan menyampaikan kesiapannya untuk menghadiri acara tersebut.

“Oke, saya datang. Apalagi yang perlu kita dukung?” kata Luthfi.

Baca juga: Kolaborasi Besar Digencarkan, Jawa Tengah Rancang Penanganan Menyeluruh Banjir Demak

Dalam pertemuan tersebut, Gema Sadhana juga menyampaikan sejumlah potensi budaya yang dinilai layak untuk dikembangkan di Jawa Tengah. Salah satunya adalah keberadaan kelenteng bersejarah di Kecamatan Welahan, Kabupaten Jepara.

Kelenteng yang diperkirakan telah berdiri sekitar 400 tahun itu dikenal oleh masyarakat setempat sebagai tempat pengobatan tradisional. Berdasarkan cerita yang berkembang, tokoh emansipasi perempuan Indonesia, RA Kartini, disebut pernah menjalani pengobatan di kelenteng tersebut saat masih kecil dan berhasil sembuh dari sakitnya.

Menanggapi hal tersebut, Gubernur Ahmad Luthfi meminta agar keberadaan kelenteng bersejarah itu segera diusulkan menjadi cagar budaya melalui pemerintah daerah setempat.

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif Jawa Tengah, Hanung Triyono, menyampaikan bahwa pemerintah provinsi terus mendorong kegiatan budaya yang melibatkan berbagai komunitas sebagai bagian dari upaya melestarikan kekayaan budaya daerah.

Menurutnya, keberadaan berbagai kelompok masyarakat, termasuk perkumpulan aliran kepercayaan, merupakan bagian dari kekayaan budaya Jawa Tengah yang perlu dijaga dan dikembangkan.

Baca juga: Banjir Tanggul Jebol di Guntur Demak: Puluhan Rumah Rusak, Warga Butuh Air Bersih dan Perlengkapan Dasar

“Kami berharap kegiatan budaya seperti ini dapat dilaksanakan secara berkelanjutan, bahkan ke depan berpotensi menjadi agenda budaya tahunan di Jawa Tengah,” ujarnya.

Bagikan:

Tulis Komentar

Komentar

Belum ada komentar.

Berita Unggulan

ORBIT VOX

Kirimkan kritik, ide, dan aspirasi Anda melalui email resmi redaksi redaksiorbitnews@gmail.com. Suara Anda penting bagi kami.

Ikuti Kami

Dapatkan update terbaru melalui sosial media kami: