ORBIT-NEWS.COM, DEMAK — Kehidupan di tengah ancaman banjir rob sudah menjadi keseharian bagi Noryatin (58), warga Dukuh Kongsi, Desa Purworejo, Kecamatan Bonang, Kabupaten Demak. Selama bertahun-tahun ia dan keluarganya harus bertahan di rumah yang sebagian bangunannya lebih rendah dari permukaan jalan akibat genangan air pasang dari laut.
Kondisi tersebut membuat siapa pun yang hendak masuk ke rumah Noryatin harus menundukkan badan. Atap rumahnya hanya berjarak sekitar satu meter dari permukaan jalan. Situasi ini terjadi karena rumahnya belum sempat ditinggikan, sementara permukaan air rob terus naik dari waktu ke waktu.
Kesulitan ekonomi menjadi alasan utama keluarga tersebut belum mampu memperbaiki rumahnya. Suami Noryatin diketahui kehilangan pekerjaan setelah terkena pemutusan hubungan kerja (PHK) saat pandemi Covid-19 beberapa tahun lalu.
Dalam tiga tahun terakhir, rumah berukuran sekitar 5 x 12 meter itu kerap tergenang air rob saat pasang laut meningkat. Untuk mencegah air masuk lebih banyak ke dalam rumah, keluarga ini harus mengoperasikan mesin pompa air sepanjang hari tanpa henti.
“Pompa harus menyala terus 24 jam. Kalau airnya naik lebih tinggi, kami pakai pompa yang lebih besar. Pintu juga kami bendung dengan papan dan bata hebel,” kata Noryatin.
Baca juga: Jalur Rel Bumiayu Pulih Usai 14 Jam Penanganan, Perjalanan Kereta Kembali Normal
Meski berbagai upaya dilakukan, air tetap merembes melalui celah lantai dan dinding. Kondisi lembap di dalam rumah memicu munculnya banyak nyamuk dan menyebabkan keluhan gatal pada kulit anggota keluarga.
Bantuan RTLH
Harapan baru datang ketika Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, mengunjungi kawasan tersebut. Dalam kunjungannya, pemerintah provinsi memberikan bantuan perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) sebesar Rp20 juta kepada Noryatin.
Bantuan tersebut rencananya akan digunakan untuk meninggikan bangunan rumah agar lebih aman dari genangan rob. Noryatin mengaku bersyukur karena bantuan tersebut menjadi kesempatan bagi keluarganya untuk memperbaiki kondisi tempat tinggal.
“Senang sekali dan terharu. Uangnya rencananya untuk membeli bata hebel dan meninggikan rumah,” ujarnya.
Baca juga: Kolaborasi Besar Digencarkan, Jawa Tengah Rancang Penanganan Menyeluruh Banjir Demak
Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen mengatakan bantuan tersebut merupakan langkah awal untuk membantu warga yang terdampak rob agar memiliki hunian yang lebih layak dan sehat. Ia juga mengajak masyarakat sekitar untuk bergotong royong membantu proses renovasi rumah tersebut. Menurutnya, peninggian bangunan menjadi solusi yang paling memungkinkan dilakukan di lokasi tersebut dibandingkan metode lain seperti rumah apung.
Ia juga meminta warga sekitar untuk bergotong-royong membantu proses renovasi rumah tersebut.
"Rencananya kita naikkan bangunannya secara langsung karena kalau rumah apung tidak memungkinkan di lokasi ini. Kita naikkan supaya lebih tinggi dari rob," jelas Gus Yasin.
Selain bantuan langsung kepada warga, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah juga tengah menyiapkan langkah jangka panjang untuk mengatasi rob di wilayah pesisir. Salah satunya melalui rencana pembangunan tanggul laut atau giant sea wall yang direncanakan membentang dari Jepara hingga Kendal.
Pemprov Jateng juga mulai menyiapkan pembangunan hybrid sea wall sebagai sistem tanggul tambahan untuk menahan masuknya air laut ke kawasan permukiman.
Di sisi lain, Taj Yasin juga menyoroti persoalan penumpukan sampah di kawasan rob yang dapat memperparah kondisi lingkungan dan menimbulkan risiko kesehatan. Ia mendorong pengelolaan sampah di tingkat lingkungan, termasuk kemungkinan penyediaan alat pengolah atau pemusnah sampah di tingkat RT melalui kerja sama dengan perguruan tinggi.
Belum ada komentar.
Kirimkan kritik, ide, dan aspirasi Anda melalui email resmi redaksi redaksiorbitnews@gmail.com. Suara Anda penting bagi kami.