ORBIT-NEWS.COM, PEKALONGAN – Kondisi banjir yang sempat merendam sejumlah wilayah di Kecamatan Siwalan dan sekitarnya, Kabupaten Pekalongan, mulai menunjukkan perkembangan positif. Debit air di permukiman warga berangsur surut, sehingga sebagian pengungsi memilih kembali ke rumah masing-masing untuk memulai proses pembersihan pascabanjir.
Kepolisian Resor Pekalongan memastikan bahwa satu posko pengungsian di wilayah terdampak kini telah ditutup menyusul tidak adanya lagi warga yang mengungsi. Hal tersebut disampaikan Kapolres Pekalongan AKBP Rachmad C. Yususf melalui Kasubsi Penmas Sihumas Ipda Warsito. Menurut Ipda Warsito, Posko pengungsian yang berada di rumah Hj. Tamiri, Dukuh Grabyak, Desa Pait, saat ini telah dikosongkan sepenuhnya. Seluruh pengungsi di lokasi tersebut telah kembali ke rumah masing-masing seiring kondisi air yang semakin surut.
“Air sudah mulai turun dan warga merasa cukup aman untuk pulang. Mereka mulai membersihkan rumah dari sisa lumpur dan genangan akibat banjir,” ungkapnya.
Meski demikian, tidak semua pengungsi langsung kembali ke rumah. Hingga Selasa kemarin, tercatat masih ada 124 warga yang memilih bertahan di posko pengungsian karena rumah belum sepenuhnya kering atau pertimbangan keamanan. Rinciannya, di Posko Kantor Kecamatan Siwalan, jumlah pengungsi berkurang dari 48 orang menjadi 39 orang setelah sembilan warga pulang pada pagi hari. Sementara itu, Posko PT Lokatex di Desa Pait masih menampung 85 pengungsi dan belum ada warga yang kembali ke rumah.
“Total pengungsi saat ini masih 124 orang. Kami terus memantau situasi di wilayah pemukiman, khususnya di sekitar Posko Lokatex,” tambah Ipda Warsito.
Baca juga: Jalur Semarang–Purwodadi Putus Total, Polisi Terapkan Pengalihan Arus dan Siaga Penuh di Grobogan
Selain memantau perkembangan banjir, kepolisian juga memastikan kondisi kesehatan para pengungsi tetap terjaga. Berdasarkan hasil pemantauan bersama tim medis, seluruh pengungsi dalam kondisi sehat dan tidak ditemukan gangguan kesehatan yang serius.
“Tim medis rutin melakukan pemeriksaan. Kebutuhan vitamin dan obat-obatan juga masih tercukupi,” jelasnya.
Sebagai langkah antisipasi, personel gabungan Polri turut melakukan patroli di kawasan permukiman yang masih tergenang dan ditinggal pemiliknya. Patroli difokuskan di wilayah Desa Pait, Kecamatan Siwalan, serta Desa Klunjukan, Kecamatan Sragi, yang termasuk daerah rawan terdampak banjir. Petugas menyisir rumah-rumah kosong untuk mencegah potensi tindak kriminalitas, seperti pencurian dan penjarahan, yang kerap terjadi saat bencana.
“Patroli ini merupakan upaya preventif untuk memberikan rasa aman kepada warga yang masih mengungsi maupun yang sudah kembali ke rumah,” pungkas Ipda Warsito.
Baca juga: 532 Warga Brebes Terdampak Tanah Gerak, Pemprov Jateng Percepat Relokasi dan Pembangunan Huntara
Belum ada komentar.
Kirimkan kritik, ide, dan aspirasi Anda melalui email resmi redaksi redaksiorbitnews@gmail.com. Suara Anda penting bagi kami.