Banner Utama

Jadwal Lengkap SBN Ritel 2026 Dirilis, Ini Daftar ORI, SR, ST, dan SBR yang Bisa Dibeli Investor

EKBIS
By Redaksi Orbit-News.com  —  On Mar 10, 2026
Caption Foto : Ilustrasi.

ORBIT-NEWS.COM, PURWOKERTO - Pemerintah melalui Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) di bawah Kementerian Keuangan resmi merilis jadwal indikatif penerbitan Surat Berharga Negara (SBN) ritel sepanjang tahun 2026. Instrumen investasi ini dapat dibeli oleh masyarakat Indonesia dengan jaminan pembayaran pokok dan kupon yang sepenuhnya dijamin pemerintah.

SBN ritel selama ini menjadi salah satu instrumen investasi favorit bagi investor individu karena menawarkan imbal hasil yang relatif kompetitif dengan tingkat risiko yang rendah. Selain itu, sebagian produk SBN ritel juga dapat diperdagangkan di pasar sekunder sehingga memberikan fleksibilitas bagi investor yang ingin mencairkan investasinya sebelum jatuh tempo.

Dalam rencana penerbitan tahun 2026, pemerintah menyiapkan sejumlah seri SBN ritel yang terdiri dari Obligasi Negara Ritel (ORI), Sukuk Ritel (SR), Sukuk Tabungan (ST), dan Savings Bond Ritel (SBR). Setiap instrumen memiliki karakteristik berbeda, baik dari sisi tenor, sistem kupon, hingga prinsip pengelolaan investasi.

ORI Tetap Jadi Andalan Investor Ritel

Salah satu instrumen yang paling dikenal masyarakat adalah Obligasi Negara Ritel (ORI). Produk ini merupakan SBN konvensional dengan kupon tetap (fixed rate) serta tenor investasi selama 3 tahun dan 6 tahun.

Baca juga: Inflasi Banyumas Raya Melandai di Maret 2026, Permintaan Lebaran Tetap Jadi Pemicu Utama

Keunggulan ORI adalah sifatnya yang dapat diperdagangkan di pasar sekunder, sehingga investor memiliki peluang untuk menjual obligasi tersebut sebelum jatuh tempo apabila membutuhkan likuiditas.

Pada 2026, pemerintah dijadwalkan menerbitkan dua seri ORI, yakni:

  • ORI029: 26 Januari – 19 Februari 2026

  • ORI030: 6 Juli – 30 Juli 2026

Sukuk Ritel Jadi Alternatif Investasi Syariah

Baca juga: CIMB Niaga Luncurkan OCTOBIZ, Platform Digital Terpadu untuk Permudah Bisnis Kelola Keuangan

Selain ORI, pemerintah juga menerbitkan Sukuk Ritel (SR) yang dikelola berdasarkan prinsip syariah. Produk ini cocok bagi investor yang ingin berinvestasi tanpa unsur riba sekaligus memperoleh imbal hasil yang stabil.

Sukuk Ritel memiliki tenor 3 tahun dan 5 tahun serta menawarkan kupon tetap. Sama seperti ORI, instrumen ini juga dapat diperjualbelikan di pasar sekunder.

Untuk tahun 2026, dua seri SR dijadwalkan akan dipasarkan kepada masyarakat, yaitu:

Sukuk Tabungan Tawarkan Kupon Mengambang

Instrumen syariah lainnya adalah Sukuk Tabungan (ST), yang memiliki tenor 2 tahun dan 4 tahun. Berbeda dengan ORI dan SR, ST menggunakan skema kupon floating with floor atau mengambang dengan batas minimal.

Artinya, tingkat imbal hasil dapat berubah mengikuti kondisi pasar, namun tidak akan turun di bawah batas minimal yang telah ditetapkan.

Meski tidak dapat diperdagangkan di pasar sekunder, ST menyediakan fasilitas early redemption atau pencairan sebagian investasi hingga maksimal 50 persen sesuai ketentuan yang berlaku.

Pada 2026, pemerintah menjadwalkan penerbitan:

Baca juga: Libur Paskah 2026, Daop 5 Tambah Perjalanan Kereta untuk Antisipasi Lonjakan Penumpang

  • ST016: 8 Mei – 3 Juni 2026

  • ST017: 6 November – 2 Desember 2026

SBR Ditujukan untuk Investor Konservatif

Sementara itu, Savings Bond Ritel (SBR) merupakan instrumen SBN ritel berbasis konvensional dengan tenor 2 tahun dan 4 tahun. SBR juga menggunakan sistem kupon floating with floor, sehingga memberikan perlindungan bagi investor dari risiko penurunan imbal hasil.

Instrumen ini tidak dapat diperdagangkan di pasar sekunder, namun investor tetap dapat memanfaatkan fasilitas early redemption hingga 50 persen dari nilai investasi.

Baca juga: Daop 5 Amankan 336 Barang Tertinggal Selama Angkutan Lebaran, Nilainya Tembus Rp110 Juta

Untuk tahun 2026, pemerintah merencanakan penerbitan satu seri SBR, yaitu:

  • SBR015: 28 September – 22 Oktober 2026

Pemerintah menegaskan bahwa seluruh jadwal penerbitan tersebut masih bersifat tentatif dan dapat berubah sewaktu-waktu menyesuaikan dengan kebijakan fiskal dan kondisi pasar keuangan. Namun demikian, publik dapat menjadikan jadwal ini sebagai acuan awal untuk merencanakan investasi SBN ritel sepanjang tahun 2026.

Dengan beragam pilihan produk tersebut, masyarakat memiliki kesempatan untuk menyesuaikan investasi sesuai profil risiko, kebutuhan likuiditas, serta preferensi prinsip keuangan, baik konvensional maupun syariah. Selain memberikan potensi imbal hasil yang relatif stabil, investasi di SBN ritel juga menjadi bentuk partisipasi langsung masyarakat dalam mendukung pembiayaan pembangunan nasional.

Baca juga: Bank Indonesia Hubungkan QRIS dengan Korea Selatan, Transaksi WNI Kini Tanpa Tukar Uang Asing

Melalui pembelian SBN ritel, dana yang diinvestasikan masyarakat akan digunakan pemerintah untuk membiayai berbagai program strategis, mulai dari pembangunan infrastruktur, pendidikan, hingga layanan kesehatan. Karena itu, selain berinvestasi secara aman, investor juga turut berkontribusi dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dan pembangunan Indonesia secara berkelanjutan.

Bagikan:

Tulis Komentar

Komentar

Belum ada komentar.

Berita Unggulan

ORBIT VOX

Kirimkan kritik, ide, dan aspirasi Anda melalui email resmi redaksi redaksiorbitnews@gmail.com. Suara Anda penting bagi kami.

Ikuti Kami

Dapatkan update terbaru melalui sosial media kami: