Banner Utama

Jateng Siapkan Aplikasi Darurat untuk Lindungi Driver Ojol Perempuan dari Pelecehan

Daerah
By Vivin  —  On Mar 07, 2026
Caption Foto ; Wakil Gubernur Jateng, Taj Yasin Maimoen ngabuburit bersama komunitas ojol di Semarang, Jumat (7/3/2026). (Foto : Dok. Kominfo Jateng).

ORBIT-NEWS.COM, SEMARANG – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah tengah menyiapkan sebuah aplikasi khusus yang ditujukan untuk meningkatkan perlindungan bagi pengemudi ojek online (ojol) perempuan. Aplikasi tersebut rencananya akan segera diluncurkan oleh Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, sebagai upaya mencegah dan menangani kasus pelecehan maupun kekerasan yang berpotensi dialami para driver perempuan saat bekerja.

Taj Yasin menjelaskan, gagasan pembuatan aplikasi ini muncul setelah dirinya berdialog langsung dengan sejumlah komunitas pengemudi ojol perempuan, termasuk kelompok yang dikenal sebagai “Srikandi Ojol”. Dari pertemuan tersebut, ia menerima berbagai masukan terkait tantangan keamanan yang kerap dihadapi para driver perempuan di lapangan.

“Dari hasil diskusi dengan teman-teman ojol perempuan, mereka menyampaikan bahwa kondisi di Jawa Tengah relatif aman. Namun tetap diperlukan sistem perlindungan yang lebih cepat dan responsif apabila terjadi pelecehan atau tindakan tidak menyenangkan,” jelasnya.

Melalui aplikasi tersebut, para pengemudi nantinya dapat mengakses tombol darurat yang langsung terhubung dengan lingkungan sekitar, termasuk perangkat RT setempat. Sistem ini diharapkan dapat mempercepat respons ketika driver mengalami situasi berbahaya di jalan.

Baca juga: Jalur Rel Bumiayu Pulih Usai 14 Jam Penanganan, Perjalanan Kereta Kembali Normal

Menurut Taj Yasin, program ini tidak hanya akan diterapkan di Kota Semarang, tetapi juga akan diperluas ke berbagai daerah lain di Jawa Tengah. Tujuannya agar pengemudi ojol perempuan memiliki rasa aman saat menjalankan aktivitas kerja di berbagai wilayah.

“Harapannya, sistem ini bisa memberikan perlindungan nyata bagi para driver perempuan, sehingga mereka merasa lebih aman ketika bekerja,” tambah tokoh yang akrab disapa Gus Yasin tersebut.

Ia juga menyampaikan apresiasinya terhadap peran para pengemudi ojol yang dinilai turut berkontribusi dalam mendukung mobilitas masyarakat sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Dengan meningkatnya mobilitas masyarakat, terutama menjelang musim libur Lebaran, ia berharap permintaan layanan transportasi online juga ikut meningkat.

“Para driver ojol telah membantu menggerakkan ekonomi. Saat libur Lebaran nanti, kami berharap semakin banyak wisatawan datang ke Jawa Tengah dan ini tentu akan menambah peluang order bagi para driver,” katanya.

Perhatian Untuk Ojol Perempuan

Baca juga: Kolaborasi Besar Digencarkan, Jawa Tengah Rancang Penanganan Menyeluruh Banjir Demak

Dalam kegiatan ngabuburit, Jumat (6/3/2026)  tersebut, Taj Yasin tidak hanya bersilaturahmi dengan para pengemudi ojol, tetapi juga bertemu dengan anak yatim serta mahasiswa asal Aceh dan Sumatera Utara yang sedang menempuh pendidikan di Semarang dan terdampak bencana di daerah asal mereka.

Salah satu perwakilan Komunitas Ojol Semarang, Dewi, menyambut baik rencana peluncuran aplikasi perlindungan tersebut. Ia menilai inovasi tersebut menjadi bentuk perhatian pemerintah terhadap keamanan perempuan yang bekerja di sektor transportasi online.

Menurut Dewi, profesi pengemudi ojol perempuan memang kerap menghadapi stigma dari sebagian masyarakat, sekaligus memiliki risiko mengalami perlakuan tidak menyenangkan dari pelanggan. Selama tujuh tahun bekerja sebagai driver, ia mengaku belum pernah mengalami kekerasan fisik. Namun, ia sempat menerima perlakuan tidak menyenangkan secara verbal saat mengantar penumpang dari Semarang menuju Salatiga.

“Kalau kekerasan fisik belum pernah. Tapi pernah mengalami kata-kata yang tidak menyenangkan dari pelanggan. Untungnya bisa saya hadapi dengan baik,” tuturnya.

Ia berharap keberadaan aplikasi tersebut benar-benar bisa menjadi alat perlindungan bagi para pengemudi ojol perempuan di lapangan.

Baca juga: Banjir Tanggul Jebol di Guntur Demak: Puluhan Rumah Rusak, Warga Butuh Air Bersih dan Perlengkapan Dasar

“Terima kasih atas perhatian pemerintah provinsi terhadap keselamatan perempuan. Semoga program ini bisa benar-benar membantu kami di jalan,” kata Dewi.

Sementara itu, apresiasi juga disampaikan Ketua Ikatan Mahasiswa Aceh di Semarang, M Haikal Zalfah. Ia menyampaikan terima kasih atas perhatian yang diberikan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah kepada mahasiswa asal Aceh yang terdampak bencana di daerahnya. Menurutnya, bantuan yang diberikan tidak hanya bersifat sementara, tetapi terus diperhatikan hingga saat ini.

“Kami sangat berterima kasih atas perhatian Pemprov Jawa Tengah kepada mahasiswa Aceh di Semarang. Bantuan yang diberikan sangat berarti bagi kami,” ucapnya.

Bagikan:

Tulis Komentar

Komentar

Belum ada komentar.

Berita Unggulan

ORBIT VOX

Kirimkan kritik, ide, dan aspirasi Anda melalui email resmi redaksi redaksiorbitnews@gmail.com. Suara Anda penting bagi kami.

Ikuti Kami

Dapatkan update terbaru melalui sosial media kami: