ORBIT-NEWS.COM, PURWOKERTO - Gaya hidup sehat terus berkembang dan melahirkan berbagai pola makan baru yang diklaim mampu meningkatkan kualitas hidup. Salah satu yang belakangan semakin banyak diminati adalah diet raw food, yakni pola konsumsi makanan mentah atau yang diolah dengan suhu sangat rendah.
Konsep utama diet ini adalah meminimalkan proses pemanasan. Penganut raw food biasanya membatasi suhu pengolahan makanan tidak lebih dari 40–48 derajat Celcius. Selain itu, bahan pangan yang digunakan diupayakan bebas pasteurisasi dan pestisida. Mereka meyakini bahwa pemanasan tinggi dapat merusak enzim alami serta kandungan nutrisi penting dalam makanan.
Pendukung diet raw food beranggapan bahwa mengonsumsi makanan dalam kondisi alami membantu tubuh menyerap zat gizi secara optimal. Sistem pencernaan disebut bekerja lebih ringan karena makanan tidak mengalami perubahan struktur akibat proses memasak. Tak hanya itu, pola makan ini juga sering dikaitkan dengan penurunan risiko sejumlah penyakit degeneratif.
Meski popularitasnya meningkat, efektivitas diet raw food masih menjadi perdebatan di kalangan ahli gizi. Sejumlah manfaat yang sering diklaim antara lain:
Membantu menurunkan berat badan, karena sebagian besar menu berbasis buah, sayur, dan bahan nabati rendah kalori.
Baca juga: Salah Pilih Sepatu Olahraga Bisa Picu Cedera, Ini Panduan Menentukan yang Tepat
Meningkatkan metabolisme, seiring tingginya asupan serat dan minimnya makanan olahan.
Menjaga kesehatan jantung, berkat rendahnya konsumsi garam dan lemak jenuh.
Menurunkan kadar kolesterol jahat (LDL), karena pola makan lebih dominan pada bahan nabati.
Menyehatkan pencernaan, lantaran kaya serat alami.
Membuat kulit tampak lebih segar, berkat kandungan vitamin, terutama vitamin C, dari buah dan sayuran segar.
Baca juga: Kenali Zona Detak Jantung Saat Olahraga, Kunci Latihan Aman dan Efektif
Namun, sejumlah pakar juga mengingatkan bahwa diet ini berpotensi menyebabkan kekurangan zat gizi tertentu, seperti vitamin B12, zat besi, atau protein, jika tidak direncanakan dengan baik.
Menu raw food umumnya terdiri dari bahan pangan alami yang tidak dipanaskan secara intens. Beberapa pilihan yang kerap dikonsumsi antara lain:
Buah dan sayuran segar atau yang dikeringkan alami
Kacang-kacangan, gandum, dan biji-bijian mentah atau yang direndam
Cokelat dari kakao mentah tanpa proses pemanggangan
Baca juga: Di Tengah Ancaman Iklim, Indonesia Catat Rekor Terendah Kematian DBD
Jus segar tanpa tambahan gula
Air kelapa muda dan air mineral
Susu nabati seperti susu kacang atau gandum
Telur dan produk susu mentah, termasuk yoghurt
Daging kering tanpa proses pemanasan tinggi
Baca juga: Simak! Strategi Cerdas Membangun Relasi Berkualitas
Makanan fermentasi seperti kimchi atau sauerkraut
Makanan laut mentah, termasuk ikan untuk sushi atau sashimi, serta rumput laut
Selain memperhatikan suhu, sebagian penganutnya juga memilih bahan pangan organik untuk menghindari paparan bahan kimia. Meski terdengar sederhana, menjalani diet raw food memerlukan perencanaan nutrisi yang cermat. Konsumsi makanan mentah, terutama produk hewani, juga memiliki risiko paparan bakteri jika tidak ditangani dengan higienis.
Karena itu, sebelum memutuskan menjalani pola makan ini secara ketat, disarankan berkonsultasi dengan tenaga kesehatan atau ahli gizi. Diet yang sehat pada dasarnya adalah yang seimbang, aman, dan sesuai dengan kebutuhan tubuh masing-masing individu.
Baca juga: Tak Penuhi Standar Luas, Relokasi Puskesmas Cilongok 2 Masih Tarik Ulur
Belum ada komentar.
Kirimkan kritik, ide, dan aspirasi Anda melalui email resmi redaksi redaksiorbitnews@gmail.com. Suara Anda penting bagi kami.