ORBIT-NEWS.COM, SEMARANG – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah membuka ruang kolaborasi seluas-luasnya bagi mahasiswa untuk ikut berperan dalam menjawab berbagai persoalan sosial yang berkembang di masyarakat. Peran generasi muda dinilai krusial, terutama di tengah tantangan pembangunan daerah yang semakin kompleks.
Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen menegaskan, mahasiswa bukan hanya kelompok akademik, melainkan agen perubahan yang memiliki potensi besar dalam merumuskan solusi berbasis inovasi dan kepekaan sosial. Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri Pelantikan dan Studium Generale Dewan Eksekutif Mahasiswa (Dema) Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang, Senin, (9/2/2026).
Menurut Taj Yasin, keterlibatan mahasiswa dalam organisasi kemahasiswaan seharusnya tidak berhenti pada aktivitas internal kampus. Organisasi mahasiswa justru perlu menjadi ruang pembelajaran kepemimpinan sekaligus laboratorium gagasan untuk merespons persoalan riil yang dihadapi masyarakat Jawa Tengah.
Ia menilai, dinamika yang terjadi dalam organisasi eksekutif mahasiswa memiliki kemiripan dengan tata kelola pemerintahan. Mulai dari proses pengambilan keputusan, pembagian peran, hingga penyelesaian konflik, semuanya menjadi pengalaman berharga sebelum mahasiswa terjun langsung ke tengah masyarakat atau birokrasi pemerintahan.
“Pengalaman berorganisasi ini adalah simulasi kehidupan bermasyarakat yang sesungguhnya. Banyak persoalan yang harus dihadapi bersama dan semuanya membutuhkan terobosan serta kreativitas,” kata Taj Yasin di hadapan ratusan mahasiswa.
Baca juga: ParagonCorp Perluas Akses Pengembangan Kepemimpinan Mahasiswa Lewat Novo Club Batch 4
Miniatur Pemerintah
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa struktur Dema dapat dipandang sebagai miniatur pemerintahan daerah, di mana setiap elemen dituntut bekerja secara kolektif berdasarkan kesepakatan bersama. Prinsip tersebut, lanjutnya, menjadi fondasi penting bagi calon pemimpin masa depan, baik di tingkat daerah maupun nasional.
Selain isu sosial, Taj Yasin juga menekankan pentingnya kepedulian mahasiswa terhadap lingkungan hidup. Ia mengajak mahasiswa untuk mengembangkan inovasi yang berpihak pada keberlanjutan alam, dengan tetap memperhatikan keseimbangan ekosistem.
“Inovasi ke depan harus menjawab tantangan lingkungan. Kita dituntut mampu memanfaatkan sumber daya alam secara bijak, sehingga kehadiran manusia justru membawa manfaat bagi bumi dan keberlangsungan hidup,” tegasnya.
Baca juga: 37 Ribu Lebih Siswa Berebut Kursi Madrasah Unggulan, Seleksi SNMB 2026/2027 Kian Kompetitif
Melalui kegiatan tersebut, Pemprov Jawa Tengah berharap sinergi antara pemerintah daerah dan mahasiswa dapat terus terjalin, sehingga ide-ide segar dari kampus mampu berkontribusi nyata dalam pembangunan sosial, lingkungan, dan pemerintahan di Jawa Tengah.
Belum ada komentar.
Kirimkan kritik, ide, dan aspirasi Anda melalui email resmi redaksi redaksiorbitnews@gmail.com. Suara Anda penting bagi kami.