ORBIT-NEWS.COM, GROBOGAN - Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maemoen mendorong penguatan upaya mitigasi banjir berbasis lingkungan dengan memperbanyak pembuatan biopori di kawasan permukiman hingga jalan desa. Langkah sederhana tersebut dinilai efektif untuk meningkatkan daya serap tanah, terutama di tengah intensitas hujan yang masih tinggi di sejumlah wilayah Jawa Tengah.
Ajakan itu disampaikan Taj Yasin saat menghadiri Haflah Akhirussanah dan Khotmil Quran ke VII di Pondok Pesantren Mazaya, Desa Bandungsari, Kecamatan Ngaringan, Kabupaten Grobogan. Menurutnya, kewaspadaan masyarakat perlu terus ditingkatkan menyusul terjadinya banjir di beberapa daerah dalam beberapa hari terakhir.
“Semalam terjadi banjir di Pemalang dan Brebes. Ini menjadi pengingat bagi kita semua agar tetap siaga menghadapi cuaca ekstrem,” ucapny.
Taj Yasin menekankan pentingnya keterlibatan aktif masyarakat dalam menjaga lingkungan, salah satunya dengan membangun sumur biopori di sekitar rumah. Biopori berfungsi sebagai media resapan air hujan sehingga dapat mengurangi genangan dan risiko banjir di lingkungan padat penduduk.
Tak hanya di kawasan rumah, Taj Yasin juga mendorong agar pembangunan dan perbaikan jalan desa disertai dengan sistem resapan air. Ia menyarankan pembuatan biopori di sepanjang jalan desa dengan jarak antara 20 hingga 40 meter.
Baca juga: Jalur Semarang–Purwodadi Putus Total, Polisi Terapkan Pengalihan Arus dan Siaga Penuh di Grobogan
“Jalan desa tidak cukup hanya diperbaiki permukaannya. Harus ada resapan airnya, supaya saat musim hujan air bisa masuk ke tanah dan tidak langsung mengalir ke permukiman,” tuturnya.
Dalam kesempatan tersebut, Taj Yasin juga mengajak para santri dan masyarakat untuk mendoakan keselamatan Jawa Tengah dan Indonesia yang tengah diuji dengan berbagai bencana alam.
Selain memberikan pesan lingkungan, Wagub Jateng juga menyerahkan tali asih atau bisyaroh kepada dua santri penghafal Al-Qur’an 30 juz, yakni Romzatul Khamidah dan Ullynia Kharisma Zayana, sebagai bentuk apresiasi dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.
Ullynia mengaku bersyukur atas perhatian dan dukungan yang diberikan pemerintah kepada para penghafal Al-Qur’an. “Alhamdulillah, sangat bersyukur bisa menyelesaikan hafalan 30 juz. Saya juga senang karena ada apresiasi dari pemerintah untuk para penghafal Al-Qur’an,” katanya.
Baca juga: 532 Warga Brebes Terdampak Tanah Gerak, Pemprov Jateng Percepat Relokasi dan Pembangunan Huntara
Kegiatan tersebut menjadi momentum penguatan nilai keagamaan sekaligus kepedulian terhadap lingkungan, sejalan dengan upaya pemerintah daerah dalam mendorong mitigasi bencana berbasis partisipasi masyarakat.
Belum ada komentar.
Kirimkan kritik, ide, dan aspirasi Anda melalui email resmi redaksi redaksiorbitnews@gmail.com. Suara Anda penting bagi kami.