Banner Utama

Genjot Desa Berbasis Data, BPS Purbalingga Luncurkan “Desa Cantik 2026”

Banyumas Raya
By Hermiana  —  On Feb 04, 2026
Caption Foto : BPS Purbalingga meluncurkan Desa Cantik 2026, di Aula Politeknik Madyatika, Rabu (4/2/26). (Foto ;Dok. Kominfo Purbalingga).

ORBIT-NEWS.COM, PURBALINGGA - Kabupaten Purbalingga melangkah lebih maju dalam pembangunan berbasis data melalui program Desa Cinta Statistik (Desa Cantik) 2026. Program yang digagas oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Purbalingga ini resmi dicanangkan di Aula Politeknik Madyatika, Rabu (4/2/26), bersamaan dengan Focus Group Discussion (FGD) Standar Pelayanan Publik yang menghadirkan aparatur desa, akademisi, dan pemangku kepentingan.

Kepala BPS Purbalingga, Slamet Romelan, menjelaskan bahwa tahun ini program Desa Cantik menargetkan tiga desa/kelurahan di Kecamatan Kalimanah, yaitu Desa Bebakan, Desa Kalimanah Wetan, dan Kelurahan Kalikabong. Jumlah desa peserta meningkat dibanding tahun sebelumnya yang hanya satu desa per tahun.

“Program ini bukan sekadar formalitas administratif. Tujuannya menjadikan desa pelaku aktif pembangunan, bukan hanya objek,” tegas Slamet.

Program ini selaras dengan semangat Satu Data Indonesia, menekankan bahwa setiap kebijakan, termasuk di tingkat desa, harus berbasis data akurat dan mutakhir. Untuk itu, BPS memberikan pendampingan intensif bagi aparatur desa, mulai dari pengelolaan data, standarisasi, hingga pemanfaatan teknologi. Tujuannya agar data lebih transparan, mudah diakses, dan siap digunakan oleh pemerintah pusat maupun daerah.

Aparatur desa tidak hanya dituntut mengumpulkan data, tetapi juga memahami, menganalisis, dan mendiseminasikan informasi kepada masyarakat secara tepat. BPS juga menyediakan perpustakaan statistik, konsultasi, dan rekomendasi data, serta memperkenalkan aplikasi Sigma yang memungkinkan masyarakat mengakses data kapan saja melalui gawai.

Baca juga: Lansia di Sruweng Tewas Tersengat Listrik Saat Cari Rumput, Polisi Imbau Warga Waspada Instalasi Berbahaya

Staf Ahli Bupati Purbalingga Bidang Pemerintahan dan Kemasyarakatan, Tri Gunawan Setiadi, menyatakan bahwa literasi statistik aparatur desa menjadi kunci perencanaan pembangunan yang lebih terarah dan efektif.

“Dengan kualitas data yang komprehensif dan akurat, kebijakan serta program pembangunan bisa langsung menyentuh kebutuhan masyarakat, bukan sekadar rencana di atas kertas,” jelasnya.

Momentum ini juga dimanfaatkan untuk memberikan penghargaan. Kepala BPS RI menyerahkan piagam kepada Desa Kebutuh, Kecamatan Bukateja, yang masuk delapan besar Desa Cantik terbaik Jawa Tengah 2025. Penghargaan ini diharapkan menjadi motivasi bagi desa lain untuk memperkuat tata kelola data dan meningkatkan pelayanan publik.

Dengan program Desa Cantik, Purbalingga menegaskan komitmennya menjadikan desa sebagai pusat data pembangunan, di mana informasi akurat menjadi dasar pengambilan keputusan yang tepat dan berdampak langsung bagi kesejahteraan masyarakat.

Baca juga: Svarga Mina Padi Banyumas, Surga Wisata Edukasi di Kaki Gunung Slamet yang Hidupkan Ekonomi Desa

Bagikan:

Tulis Komentar

Komentar

Belum ada komentar.

Berita Unggulan

ORBIT VOX

Kirimkan kritik, ide, dan aspirasi Anda melalui email resmi redaksi redaksiorbitnews@gmail.com. Suara Anda penting bagi kami.

Ikuti Kami

Dapatkan update terbaru melalui sosial media kami: