Banner Utama

Stok Pupuk Aman, Petani di Mernek Nikmati Lonjakan Hasil Panen

Banyumas Raya Daerah
By Vivin  —  On Apr 26, 2026
Caption Foto ; Pemilik kios pupuk di Desa Mernek, Kecamatan Maos, Kabupaten Cilacap, Puji Riyani sedang melayani petani yang membeli pupuk. (Foto : Dok. Pupuk Indonesia).

ORBIT-NEWS.COM, CILACAP – Sektor pertanian di Kabupaten Cilacap menunjukkan tren positif. Ketersediaan pupuk subsidi yang stabil serta sistem distribusi yang semakin modern terbukti mampu mendorong lonjakan hasil panen petani hingga menembus 10 ton per hektare.

Peningkatan produksi ini terlihat jelas di Desa Mernek, Kecamatan Maos, di mana para petani merasakan langsung dampak dari kelancaran pasokan pupuk. Hasil panen yang sebelumnya fluktuatif kini lebih stabil dan bahkan mencapai angka optimal.

Salah satu petani, Tolkhah mengungkapkan, musim panen kali ini menjadi salah satu yang terbaik dalam beberapa tahun terakhir. Dari lahan seluas dua hektare yang ia kelola, hasil panennya rata-rata mencapai 9,5 ton per hektare, dengan sebagian lahan berhasil menembus angka 10 ton.

“Hasil panen bagus karena pupuk selalu tersedia. Petani jadi lebih mudah dalam perawatan tanaman,” kata Tolkhah.

Baca juga: Curug Bayan Jadi Primadona Wisata Alam, Ini Alasan Wajib Masuk Daftar Liburan

Ia juga menyoroti dampak penurunan harga pupuk subsidi terhadap biaya produksi petani.

“Selama masa tanam kemarin, kebutuhan pupuk urea sekitar 75 kilogram per hektare dan pupuk Ponska sekitar 300 sampai 400 kilogram per hektare. Dengan adanya penurunan harga pupuk hingga 20 persen, sangat membantu para petani di sini,” tambahnya.

Transformasi Digital Percepat Distribusi Pupuk 

Kemajuan sektor pertanian di wilayah ini juga didukung oleh penerapan teknologi digital melalui aplikasi IPubers yang dikembangkan oleh Kementerian Pertanian bersama PT Pupuk Indonesia (Persero). Aplikasi ini menjadi solusi dalam meningkatkan efisiensi distribusi pupuk subsidi. Melalui IPubers, pemilik kios kini dapat melakukan pemesanan pupuk secara praktis sekaligus memantau proses distribusi secara langsung. Sistem ini membuat alur distribusi menjadi lebih transparan dan terukur.

Puji Riyani, pemilik kios pupuk UD Berkah Azzam di Desa Mernek, mengaku merasakan perubahan signifikan sejak menggunakan aplikasi tersebut pada April 2026.

“Sekarang pesan pupuk cukup lewat aplikasi IPubers. Kita bisa memantau status pemesanan sampai proses pengiriman,” kata Puji.

Baca juga: Dua Kasus Penggelapan Mobil di Banyumas Terkuak, Modus Rental Jadi Sorotan

Ia juga membandingkan dengan sistem lama yang dinilai kurang efisien.

“Dulu harus ke PUD atau lewat WhatsApp, tapi tidak bisa memantau pengirimannya,” lanjutnya.

Puji memastikan bahwa ketersediaan stok pupuk subsidi di kiosnya selalu terjaga. Sejak membuka usaha pada 2025, ia belum pernah mengalami kekurangan stok. Kios miliknya melayani sembilan kelompok tani dengan kebutuhan pupuk yang cukup besar setiap musim tanam. Meski demikian, pasokan dari PT Pupuk Indonesia selalu datang tepat waktu ketika stok mulai menipis. 

“Kami diwajibkan menjaga stok minimal lima ton. Jadi kebutuhan petani selalu tercukupi,” pungkasnya.

Distribusi pupuk subsidi pun kini semakin tertib berkat penerapan sistem Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK). Proses verifikasi petani menjadi lebih sederhana karena cukup menggunakan Nomor Induk Kependudukan (NIK) melalui aplikasi.

Baca juga: Wagub Jateng Tekankan Pentingnya Jaga Sanad dan Persatuan Alumni Pesantren di Era Modern


Bagikan:

Tulis Komentar

Komentar

Belum ada komentar.

Berita Unggulan

ORBIT VOX

Kirimkan kritik, ide, dan aspirasi Anda melalui email resmi redaksi redaksiorbitnews@gmail.com. Suara Anda penting bagi kami.

Ikuti Kami

Dapatkan update terbaru melalui sosial media kami: