ORBIT-NEWS.COM, JAKARTA - Menteri Sosial, Saifullah Yusuf atau biasa disapa Gus Ipul, menyerukan gerakan “peduli tetangga” untuk memastikan tidak ada keluarga yang terlewatkan dari perhatian sosial, terutama mereka yang menghadapi kesulitan ekstrem. Seruan ini muncul setelah meninggalnya seorang siswa SD di Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT), yang diduga karena keterbatasan ekonomi orang tuanya untuk menyediakan buku dan alat tulis.
“Tragedi ini menjadi pengingat bagi kita semua. Jangan sampai ada tetangga yang menderita, namun luput dari perhatian kita,” kata Gus Ipul.
Ia menekankan pentingnya peran aktif masyarakat dan pemerintah daerah untuk mengenali dan membantu keluarga yang membutuhkan. Gus Ipul juga menyoroti krusialnya data yang akurat dalam intervensi sosial. Selama ini, data perlindungan sosial tersebar di berbagai kementerian dan lembaga, sehingga program bantuan kerap tidak terintegrasi. Untuk mengatasi hal ini, Presiden Prabowo telah mengeluarkan Instruksi Presiden Nomor 4 Tahun 2025 yang memperkuat Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN).
“Data yang akurat adalah fondasi keadilan sosial. Kita harus mengetahui siapa yang membutuhkan bantuan dan memastikan intervensi tepat sasaran,” jelasnya.
DTSEN dikelola bersama Badan Pusat Statistik (BPS), kementerian/lembaga, dan pemerintah daerah, dengan pembaruan berkala untuk mengikuti dinamika penduduk dan kondisi sosial-ekonomi yang cepat berubah. Masyarakat pun didorong berperan aktif melalui aplikasi Cek Bansos, yang kini memuat fitur DTSEN. Warga dapat memeriksa status bantuan sosial dan mengajukan koreksi jika data tidak sesuai, yang kemudian diverifikasi oleh Kemensos. Selain itu, kanal pelaporan melalui RT/RW, desa/kelurahan, Command Center 171, hingga layanan WhatsApp juga disiapkan untuk menampung masukan publik.
Baca juga: Haedar Nashir Ajak Umat Islam Jadikan Ramadan 1447 H Momentum Penguatan Takwa dan Kemajuan Peradaban
Pendampingan dari Kemensos
Terkait tragedi di Ngada, Gus Ipul menjelaskan bahwa tim Kemensos telah turun langsung ke lapangan untuk melakukan asesmen dan memberikan pendampingan sosial. Ia menekankan pentingnya program Sekolah Rakyat, yang menargetkan keluarga di Desil 1 dan 2 yang rentan putus sekolah. Program ini dilakukan melalui pendekatan langsung, dialog keluarga, dan asesmen oleh pendamping PKH serta dinas sosial.
“Program ini bukan pendaftaran terbuka. Kami pastikan bantuan tepat sasaran, tanpa titipan atau praktik suap-menyuap,” tegas Gus Ipul.
Ia menutup pernyataannya dengan menekankan bahwa pengelolaan data dan bantuan sosial bukan sekadar angka. “Di balik data ada keadilan dan perlindungan. Semua ini hanya bisa tercapai jika pemerintah pusat, daerah, dan masyarakat bergerak bersama, dengan semangat peduli tetangga,” pungkasnya.
Baca juga: Sambut Ramadan 2026, Kemendag Buka Pasar Murah, 75 UMKM Ramaikan Lapangan Pejambon
Belum ada komentar.
Kirimkan kritik, ide, dan aspirasi Anda melalui email resmi redaksi redaksiorbitnews@gmail.com. Suara Anda penting bagi kami.