ORBIT-NEWS.COM, PURWOKERTO - Anggapan bahwa makan telur dapat langsung menyebabkan kolesterol tinggi masih banyak dipercaya masyarakat. Padahal, faktanya tidak sesederhana itu. Konsumsi telur dalam jumlah yang tepat justru dapat memberikan manfaat bagi kesehatan, termasuk menjaga jantung dan pembuluh darah.
Telur merupakan salah satu sumber protein hewani yang kaya nutrisi penting. Di dalamnya terkandung selenium, fosfor, kolin, kalsium, zinc, serta berbagai vitamin seperti A, B2, B5, B6, B12, D, E, dan K. Kandungan nutrisi ini berperan penting dalam menjaga fungsi tubuh, mulai dari metabolisme hingga daya tahan tubuh.
Meski demikian, telur juga mengandung kolesterol dan lemak, terutama pada bagian kuning telur. Dalam satu kuning telur terdapat sekitar 186 miligram kolesterol, yang kerap memicu kekhawatiran akan risiko peningkatan kolesterol dalam darah.
Kolesterol sendiri sebenarnya dibutuhkan tubuh. Zat ini diproduksi secara alami oleh hati dan berfungsi untuk membentuk hormon, vitamin D, serta membantu proses pencernaan. Dalam tubuh, kolesterol terbagi menjadi tiga jenis, yaitu kolesterol baik (HDL), kolesterol jahat (LDL), dan trigliserida.
Kandungan Lemak
Baca juga:
Waspadai Kolesterol Tinggi, Gejala Sering Tak Terasa, Ini Tanda dan Cara Mengatasinya
Kandungan lemak dalam telur bervariasi tergantung jenisnya. Dalam 100 gram telur ayam kampung terdapat sekitar 14 gram lemak, telur ayam negeri 31,9 gram, telur bebek 35 gram, dan telur puyuh sekitar 7 gram. Kandungan ini membuat telur sering dikaitkan dengan peningkatan kolesterol.
Namun, para ahli menyebut konsumsi telur tidak otomatis menyebabkan kolesterol tinggi. Risiko peningkatan kolesterol biasanya terjadi jika telur dikonsumsi secara berlebihan, yakni lebih dari dua butir per hari, apalagi jika diolah dengan tambahan mentega atau minyak berlebih.
Sebaliknya, konsumsi dalam jumlah wajar, yaitu satu butir telur per hari atau sekitar tujuh butir per minggu, masih tergolong aman bagi kebanyakan orang. Bahkan, pola konsumsi ini dapat membantu menjaga kesehatan jantung jika diimbangi dengan pola makan seimbang.
Selain itu, penting untuk memperhatikan asupan makanan lain. Konsumsi telur yang dibarengi dengan makanan tinggi lemak jenuh seperti gorengan, daging olahan, atau kulit ayam justru lebih berisiko meningkatkan kadar kolesterol.
Kolesterol tinggi tidak boleh dianggap sepele karena dapat meningkatkan risiko penyakit serius seperti jantung dan stroke. Oleh karena itu, pengaturan pola makan, termasuk konsumsi telur, perlu dilakukan secara bijak agar manfaat kesehatannya tetap optimal tanpa menimbulkan dampak buruk.
Baca juga:
Cara Mengatasi Asam Lambung Naik Secara Alami dan Cepat, Ampuh Redakan Mual hingga Nyeri Ulu Hati