Banner Utama

Kenali Motorik Kasar dan Halus Anak, Kunci Tumbuh Kembang Optimal Sejak Dini

Kesehatan
By Redaksi Orbit-News.com  —  On Jan 19, 2026
Caption Foto : Ilustrasi.

ORBIT-NEWS.COM, PURWOKERTO - Perkembangan motorik kasar dan motorik halus menjadi fondasi penting dalam tumbuh kembang anak sejak usia dini. Kedua kemampuan ini tidak hanya berpengaruh pada aktivitas fisik, tetapi juga menentukan tingkat kemandirian, kepercayaan diri, hingga kesiapan anak dalam belajar di masa depan. Karena itu, pemahaman orang tua terhadap perbedaan dan cara menstimulasi motorik anak menjadi hal yang sangat krusial.

Motorik kasar dan motorik halus berkembang seiring pertambahan usia anak, dimulai sejak masa bayi hingga usia prasekolah. Meski saling berkaitan, keduanya memiliki fungsi dan karakteristik yang berbeda. Motorik kasar berkaitan dengan kemampuan menggerakkan otot-otot besar tubuh, sedangkan motorik halus berfokus pada koordinasi otot-otot kecil, terutama di tangan dan jari.

Motorik kasar mencakup berbagai aktivitas yang melibatkan kekuatan, keseimbangan, dan koordinasi tubuh secara menyeluruh. Contohnya adalah kemampuan duduk, berdiri, berjalan, berlari, melompat, memanjat, hingga melempar dan menangkap bola. Kemampuan ini sangat penting untuk melatih keseimbangan tubuh dan menunjang aktivitas fisik anak sehari-hari.

Sementara itu, motorik halus berperan besar dalam aktivitas yang membutuhkan ketelitian dan koordinasi mata serta tangan. Keterampilan seperti memungut benda kecil, menggambar, menulis, menggunting, hingga mengancingkan baju termasuk dalam kategori motorik halus. Kemampuan ini menjadi bekal penting bagi anak untuk belajar, berkreasi, dan mengurus kebutuhan diri secara mandiri.

Para ahli perkembangan anak menekankan bahwa perkembangan motorik berlangsung secara bertahap. Pada usia bayi, misalnya, kemampuan motorik mulai terlihat saat anak belajar tengkurap, berguling, dan meraih mainan. Seiring bertambahnya usia, anak akan mulai mencoret-coret, menyusun benda, hingga akhirnya mampu menulis dan melakukan aktivitas yang lebih kompleks.

Baca juga: Diet Raw Food Kian Populer, Tren Makan Tanpa Masak yang Diklaim Lebih Sehat

Agar perkembangan motorik kasar dan halus anak berjalan optimal, orang tua dianjurkan memberikan stimulasi secara rutin dan menyenangkan. Aktivitas fisik sederhana seperti berjalan atau berlari di halaman rumah, bermain bola, melompat tali, hingga menari mengikuti irama musik dapat membantu melatih motorik kasar anak tanpa harus menggunakan peralatan khusus.

Di sisi lain, motorik halus dapat diasah melalui kegiatan kreatif yang mudah dilakukan di rumah. Mengajak anak mencoret-coret dengan krayon, bermain plastisin atau tanah liat, meronce manik-manik, menyusun balok kecil, hingga memainkan puzzle sederhana terbukti efektif melatih kekuatan dan koordinasi jari anak. Bahkan, benda sehari-hari seperti kancing baju, sendok, atau pensil warna bisa dimanfaatkan sebagai media belajar yang aman dan edukatif.

Dengan stimulasi yang tepat dan pendampingan yang konsisten, anak akan tumbuh lebih aktif, percaya diri, dan mandiri. Orang tua pun diimbau untuk memberi ruang eksplorasi yang cukup bagi Si Kecil, sekaligus memastikan aktivitas dilakukan dengan aman. Dukungan sederhana dari lingkungan keluarga dapat menjadi kunci penting dalam mencegah hambatan perkembangan dan mengoptimalkan potensi anak sejak dini.

Bagikan:

Tulis Komentar

Komentar

Belum ada komentar.

Berita Unggulan

ORBIT VOX

Kirimkan kritik, ide, dan aspirasi Anda melalui email resmi redaksi redaksiorbitnews@gmail.com. Suara Anda penting bagi kami.

Ikuti Kami

Dapatkan update terbaru melalui sosial media kami: