ORBIT-NEWS.COM, PURWOKERTO – Menghadapi potensi lonjakan penumpang saat Angkutan Lebaran 2026, manajemen PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 5 Purwokerto melakukan inspeksi menyeluruh di lintas Kroya–Langen, Sabtu (14/2/2026). Pemeriksaan dilakukan langsung menggunakan Kereta Dresin Inspeksi untuk memastikan seluruh aspek operasional dan pelayanan benar-benar dalam kondisi optimal.
Inspeksi dipimpin Vice President Daop 5 Purwokerto, Mohamad Arie Fathurrochman, bersama jajaran manajemen. Jalur yang diperiksa membentang dari Stasiun Kroya di Kabupaten Cilacap hingga Stasiun Langen di Kabupaten Banjar, salah satu lintas strategis yang akan dilalui kereta jarak jauh maupun lokal selama arus mudik dan balik.
Sebanyak 11 stasiun menjadi titik pengecekan, yakni Kroya, Sikampuh, Maos, Lebeng, Jeruklegi, Kawunganten, Gandrungmangun, Sidareja, Cipari, Meluwung, hingga Langen. Pemeriksaan tidak hanya berfokus pada kondisi rel, namun juga ruang kerja PPKA (Pengatur Perjalanan Kereta Api), sistem persinyalan, serta kesiapan perangkat pendukung operasional lainnya.
Dari sisi pelayanan pelanggan, manajemen turut meninjau fasilitas stasiun seperti loket, ruang tunggu, toilet, musala, hingga area boarding. Langkah ini dilakukan untuk memastikan kenyamanan penumpang tetap terjaga meski terjadi peningkatan volume perjalanan saat musim Lebaran.
“Kami ingin memastikan kesiapan petugas, sarana prasarana, hingga layanan pelanggan benar-benar siap menghadapi masa Angkutan Lebaran. Keselamatan tetap menjadi prioritas utama,” ujar Arie.
Baca juga:
Obligasi Jadi Primadona Investasi Milenial dan Gen Z, Ini Alasan dan Cara Memulainya
Selain infrastruktur, kesiapan sumber daya manusia juga menjadi perhatian serius. Seluruh petugas di lapangan dipastikan menjalankan tugas sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP), terutama dalam aspek keselamatan perjalanan kereta api.
Berdasarkan hasil inspeksi, kondisi lintas Kroya–Langen dinyatakan dalam keadaan baik dan siap dioperasikan secara maksimal. Meski demikian, pemantauan rutin dan evaluasi berkala tetap akan dilakukan hingga masa Angkutan Lebaran berakhir.
“Kami berkomitmen menghadirkan perjalanan yang selamat, aman, dan nyaman bagi seluruh pelanggan selama periode mudik dan balik Lebaran,” tegasnya.
Dengan langkah antisipatif ini, Daop 5 Purwokerto optimistis dapat melayani peningkatan mobilitas masyarakat secara optimal, sekaligus menjaga kepercayaan publik terhadap moda transportasi kereta api sebagai pilihan utama perjalanan jarak jauh.