ORBIT-NEWS.COM, PURBALINGGA - Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) memperluas peran akademiknya di luar kampus dengan menjalin kemitraan strategis bersama Taman Wisata Pendidikan Purbasari Pancuran Mas, Purbalingga. Kolaborasi ini ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) yang menitikberatkan pada penguatan pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Kemitraan ini menjadi langkah konkret Unsoed dalam mengimplementasikan Tri Dharma Perguruan Tinggi secara kontekstual dan aplikatif. Tidak hanya berorientasi pada akademik, kerja sama ini juga membuka ruang integrasi antara dunia pendidikan tinggi dan industri pariwisata berbasis edukasi. Ruang lingkup kerja sama mencakup penyelenggaraan pendidikan, kegiatan penelitian, pengabdian kepada masyarakat, pengembangan sumber daya manusia, hingga pelaksanaan Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM). Melalui skema tersebut, mahasiswa Unsoed berpeluang terlibat langsung dalam kegiatan magang, riset terapan, dan pembelajaran berbasis praktik di lingkungan wisata edukasi.
Rektor Unsoed, Prof. Akhmad Sodiq menegaskan, bahwa kolaborasi ini memberikan manfaat timbal balik bagi kedua institusi. Unsoed, menurutnya, dapat menjadikan Purbasari sebagai laboratorium pembelajaran terbuka, sementara Purbasari memperoleh dukungan keilmuan dan kajian akademik dari perguruan tinggi.
“Unsoed dan Purbasari bisa saling menguatkan. Kami membawa pendekatan akademik, sementara Purbasari memberikan pengalaman nyata industri pariwisata pendidikan. Kolaborasi seperti ini sangat penting untuk menjawab tantangan dunia kerja dan kebutuhan masyarakat,” ujarnya.
Dengan 105 program studi yang dimiliki, Unsoed melihat Purbasari memiliki potensi besar sebagai lokasi riset lintas disiplin, mulai dari konservasi, biologi perairan, pariwisata, pendidikan, hingga pengembangan ekosistem berkelanjutan.
Baca juga: ParagonCorp Perluas Akses Pengembangan Kepemimpinan Mahasiswa Lewat Novo Club Batch 4
Selain dikenal sebagai destinasi rekreasi keluarga, Purbasari juga dinilai memiliki nilai edukatif yang tinggi. Beragam koleksi ikan, termasuk spesies langka dan ikan dari luar negeri, dapat dimanfaatkan sebagai sarana pembelajaran langsung bagi pelajar dan masyarakat umum.
“Anak-anak tidak perlu jauh-jauh ke luar negeri untuk belajar tentang ikan eksotis. Di Purbasari, mereka bisa melihat dan belajar langsung,” tambah Rektor.
Wisata Edukasi
Sementara itu, Direktur Taman Wisata Pendidikan Purbasari Pancuran Mas, H. Junjung, S.E., menyambut baik kerja sama tersebut. Ia menyatakan bahwa sejak awal Purbasari dirancang sebagai wisata edukasi yang terus berkembang melalui riset dan inovasi.
“Wisata edukasi tidak cukup hanya dengan tampilan. Harus ada penelitian, konservasi, dan penguatan ekosistem. Dengan kerja sama ini, kami berharap bisa bertukar gagasan dan belajar langsung dari para akademisi Unsoed,” ungkapnya.
Melalui MoU ini, Unsoed dan Purbasari Pancuran Mas berkomitmen membangun sinergi jangka panjang yang tidak hanya memperkuat dunia pendidikan, tetapi juga memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan pariwisata edukatif dan peningkatan kualitas sumber daya manusia di daerah.
Belum ada komentar.
Kirimkan kritik, ide, dan aspirasi Anda melalui email resmi redaksi redaksiorbitnews@gmail.com. Suara Anda penting bagi kami.