ORBIT-NEWS.COM, BANYUMAS – Menyantap hidangan pedas di tengah hamparan hijau persawahan dengan udara pegunungan yang sejuk menjadi pengalaman yang sulit dilupakan. Itulah yang ditawarkan Warung Gunung di Desa Baseh, Kecamatan Kedungbanteng, Kabupaten Banyumas.
Warung sederhana ini dikenal dengan menu andalannya, rica-rica basur, yang memiliki cita rasa khas dari resep turun-temurun. Perpaduan rasa pedas, gurih, dan tekstur daging yang empuk membuat siapa pun ingin kembali mencicipinya.
Tak hanya soal rasa, suasana yang ditawarkan juga menjadi daya tarik tersendiri. Dengan harga yang sangat ramah di kantong, hanya Rp20 ribu per porsi, pengunjung sudah bisa menikmati kuliner lezat sambil ditemani panorama alam yang menenangkan.
Pemilik Warung Gunung, Kholid, mengungkapkan bahwa dalam sehari ia bisa menjual lebih dari 100 porsi. Meski begitu, ia tidak memaksakan diri untuk berjualan hingga malam hari.
“Kita buka jam 09.00 WIB dan tutup jam 17.00 WIB,” tuturnya.
Baca juga: Serunya Menyusuri Keindahan Alam Bawah Tanah dan Jejak Legenda Kamandaka di Goa Jatijajar Kebumen
Warung di Tengah Sawah
Perjalanan Kholid membangun warung ini tidaklah instan. Ia pernah bekerja sebagai Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di Arab Saudi. Sepulangnya ke kampung halaman tanpa pekerjaan, ia memutuskan memanfaatkan lahan sawah kering miliknya untuk membuka warung makan.
“Awalnya sempat ragu, karena lokasinya di tengah sawah dan sepi. Tapi saya punya resep rica-rica turun-temurun, jadi saya mantapkan diri untuk mencoba,” ucapnya.
Sejak berdiri pada 2014, Warung Gunung perlahan mulai dikenal luas. Cita rasa khas rica-rica basur yang pedas dan nikmat membuat pelanggan dari luar desa pun rela datang jauh-jauh.
Selain rica-rica basur, warung ini juga menyediakan rica-rica ayam kampung, oseng pakis, hingga mendoan. Meski pilihan menu tidak banyak, kualitas rasa yang konsisten membuat warung ini selalu ramai pembeli.
Pada akhir pekan, Kholid bahkan bisa mengolah hingga 10–11 ekor entok, sementara di hari biasa sekitar 7–8 ekor.
“Pedagang basur banyak yang datang ke sini, jadi kita potong sendiri basurnya,” tambahnya.
Di balik kesederhanaannya, Warung Gunung membuktikan bahwa cita rasa autentik, ketekunan, dan keberanian memulai bisa menghadirkan kesuksesan, bahkan dari tengah sawah sekalipun.
Belum ada komentar.
Kirimkan kritik, ide, dan aspirasi Anda melalui email resmi redaksi redaksiorbitnews@gmail.com. Suara Anda penting bagi kami.