Banner Utama

Revolusi Digital Pembinaan Haji, Kemenhaj Siapkan Jemaah Mandiri dan Berkualitas

Nasional
By Ariyani  —  On Apr 09, 2026
Caption Foto : Direktur Jenderal Bina Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kemenhaj, Puji Raharjo. (Foto : Dok.Kemenhaj).

ORBIT-NEWS.COM, TANGERANG – Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) mendorong transformasi besar dalam sistem pembinaan haji melalui digitalisasi, dengan target mencetak jemaah yang mandiri, memahami ibadah, dan mencapai haji mabrur.

Direktur Jenderal Bina Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU), Puji Raharjo, menegaskan, transformasi ini bukan sekadar perubahan prosedur, tetapi paradigma baru yang mengubah pembinaan haji dari seremonial menjadi berbasis kebutuhan individu dan didukung teknologi digital.

“Penyelenggaraan haji ke depan harus fokus pada kepuasan dan kemabruran jemaah, melalui pembinaan yang menyeluruh dari pra haji, pelaksanaan, hingga pasca haji,” terang Puji dalam Rakernas Konsolidasi Penyelenggaraan Ibadah Haji Tahun 1447 H/2026 M di Asrama Haji Kelas I Tangerang, Kamis (9/4/2026).

Pada kesempatan tersebut, Puji memaparkan  visi Kemenhaj adalah mewujudkan layanan haji yang profesional, akuntabel, dan bermanfaat bagi seluruh jemaah, sejalan dengan target Indonesia Emas 2045. Sistem digital diharapkan tidak hanya meningkatkan kualitas layanan (output), tetapi juga membentuk jemaah yang mandiri dan memahami ibadahnya (outcome), sehingga berdampak positif bagi umat.

“Pemanfaatan teknologi digital memungkinkan pendampingan jemaah lebih personal dan terintegrasi sepanjang siklus layanan,” tambahnya. 

Tantangan Pembinaan Hingga Integrasi Layanan

Baca juga: WFH Setiap Jumat, Menag Sebut Sebagai Awal Transformasi Budaya Kerja ASN di Era Digital

Sejumlah tantangan masih ada, antara lain pembinaan yang belum sepenuhnya berbasis hasil, kualitas pembimbing ibadah yang belum merata, integrasi layanan pra hingga pasca haji yang belum optimal, serta pemanfaatan teknologi yang masih terbatas.

Untuk menjawab hal tersebut, Kemenhaj mengedepankan enam pilar sukses pembinaan haji digital, yaitu standarisasi nasional modul pembinaan haji, transformasi digital layanan dan pembinaan, penguatan peran pembimbing ibadah, pembinaan berbasis profil jemaah, integrasi pembinaan dengan layanan terbaik, serta penguatan pembinaan pasca haji. 

 “Kami ingin setiap jemaah merasakan manfaat pembinaan yang lebih personal dan berbasis digital, sehingga siap melaksanakan ibadah dengan mandiri dan penuh pemahaman,” ucap Puji.

Strategi implementasi jangka panjang meliputi penyusunan regulasi nasional, digitalisasi sistem pembinaan, kolaborasi pusat-daerah, serta integrasi data dan monitoring.

Sementara itu, sejumlah quick wins untuk musim haji 2026 antara lain penerapan modul manasik nasional terstandar, skema murur dan tanazul, tata kelola dam, peluncuran platform digital pembinaan dan pelaporan, serta pengembangan portofolio pembimbing ibadah.

Baca juga: Hari Pertama WFH, Kemensos Uji Budaya Kerja Baru Tanpa Ganggu Layanan Publik


Bagikan:

Tulis Komentar

Komentar

Belum ada komentar.

Berita Unggulan

ORBIT VOX

Kirimkan kritik, ide, dan aspirasi Anda melalui email resmi redaksi redaksiorbitnews@gmail.com. Suara Anda penting bagi kami.

Ikuti Kami

Dapatkan update terbaru melalui sosial media kami: