Banner Utama

Darurat TB di Indonesia: Setiap 4 Menit Satu Nyawa Melayang, Pemerintah Gaspol Eliminasi

Kesehatan
By Ariyani  —  On Apr 07, 2026
Caption Foto : Wakil Menteri Kesehatan, Benjamin P. Octavianus. (Foto : Dok. Kemenkes).

ORBIT-NEWS.COM, JAKARTA - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menetapkan percepatan eliminasi tuberkulosis (TB) sebagai langkah darurat nasional. Kebijakan ini diambil menyusul tingginya angka penularan dan kematian akibat penyakit yang masih menjadi salah satu penyebab kematian tertinggi di Indonesia, dimana setiap 4 menit, satu nyawa melayang akibat tuberkulosis.

Wakil Menteri Kesehatan, Benjamin P. Octavianus, mengungkapkan bahwa laju penyebaran TB di Indonesia sangat mengkhawatirkan. Ia menyebutkan, setiap menit dua orang terinfeksi TB, sementara setiap empat menit satu orang meninggal dunia akibat penyakit tersebut.

“Tuberkulosis masih menjadi tantangan besar, bukan hanya dari sisi kesehatan, tetapi juga terkait kondisi sosial, ekonomi, gizi, dan lingkungan,” ujarnya.

Indonesia tercatat memiliki lebih dari satu juta kasus TB setiap tahun, menjadikannya sebagai salah satu negara dengan beban TB tertinggi di dunia. Kondisi ini mendorong pemerintah untuk mempercepat berbagai langkah strategis secara masif dan terintegrasi.

Baca juga: Rutin Bergerak, Cara Sederhana Kendalikan Hipertensi Tanpa Obat

Salah satu upaya utama adalah memperluas deteksi dini melalui program skrining kesehatan gratis yang ditargetkan menjangkau hingga 130 juta masyarakat pada 2026. Program ini diharapkan mampu menemukan kasus TB lebih cepat sehingga penanganan dapat segera dilakukan dan penularan bisa ditekan.

Pelacakan Kontak Erat Pasien

Selain itu, pemerintah juga memperkuat pelacakan kontak erat pasien, pemberian terapi pencegahan bagi kelompok berisiko, serta meningkatkan keterlibatan masyarakat dan kader kesehatan dalam upaya pengendalian TB.

“Tidak ada waktu untuk menunda. Setiap kasus yang ditemukan dan diobati adalah langkah menyelamatkan nyawa,” tegasnya.

Dari sisi global, World Health Organization menyoroti bahwa Indonesia menyumbang sekitar 10 persen dari total kasus TB dunia. Perwakilan WHO Indonesia, Setiawan Jati Laksono, menekankan pentingnya komitmen berkelanjutan untuk mempercepat penanganan.

Baca juga: Kapan Penderita Hipertensi Perlu Minum Obat? Ini Penjelasan Lengkapnya

Data menunjukkan, pada 2024 terdapat sekitar 118.000 kematian akibat TB pada individu tanpa HIV, serta sekitar 8.100 kematian pada penderita dengan HIV di Indonesia. Angka ini mencerminkan bahwa TB masih menjadi ancaman serius yang memerlukan penanganan komprehensif.

Sejumlah tantangan masih dihadapi, mulai dari kasus yang belum terdiagnosis, munculnya TB resistan obat, hingga faktor risiko seperti malnutrisi, diabetes, dan kebiasaan merokok yang memperparah kondisi.

Meski demikian, harapan tetap terbuka melalui berbagai inovasi di bidang kesehatan. Saat ini, lebih dari 100 alat diagnostik, 29 obat TB, dan 18 kandidat vaksin tengah dikembangkan secara global untuk memperkuat upaya eliminasi penyakit ini.

Kemenkes mengajak seluruh elemen masyarakat untuk berperan aktif dalam memutus rantai penularan. Kesadaran akan gejala, pemeriksaan sejak dini, serta kepatuhan dalam pengobatan menjadi kunci utama dalam menekan angka kasus dan kematian akibat TB di Indonesia.

“Ini saatnya bertindak sekarang. Tanpa langkah cepat dan kolaborasi semua pihak, target eliminasi TB akan sulit tercapai,” tegas Benjamin.

Baca juga: Serat Jadi Kunci Hidup Sehat, Ini Manfaat Penting dan Sumber Terbaik yang Perlu Diketahui

Bagikan:

Tulis Komentar

Komentar

Belum ada komentar.

Berita Unggulan

ORBIT VOX

Kirimkan kritik, ide, dan aspirasi Anda melalui email resmi redaksi redaksiorbitnews@gmail.com. Suara Anda penting bagi kami.

Ikuti Kami

Dapatkan update terbaru melalui sosial media kami: