Banner Utama

Mahasiswa Telkom University Purwokerto Kembangkan SOLVIA, Pengayakan Gula Kelapa di Cilongok Kini Lebih Efisien

Banyumas Raya Pendidikan
By Hermiana  —  On Mar 02, 2026
Caption Foto : Mahasiswa Telkom University Purwokerto menghadirkan inovasi mesin pengayak otomatis bernama SOLVIA yang mampu mempercepat proses pascapanen sekaligus menghemat energi. (Foto : Dok. Telkom University Purwokerto).

ORBIT-NEWS.COM, BANYUMAS — Upaya modernisasi produksi gula kelapa mulai dirasakan para perajin di Desa Pernasidi, Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas. Mahasiswa Telkom University Purwokerto menghadirkan inovasi mesin pengayak otomatis bernama SOLVIA yang mampu mempercepat proses pascapanen sekaligus menghemat energi.

Inovasi ini dikembangkan dalam program Innovillage 2025 setelah tim mahasiswa menemukan bahwa tahapan pengayakan masih menjadi pekerjaan paling menyita waktu. Ketua tim pengembang, Farhat Huda, menjelaskan bahwa sebelumnya mereka telah membuat platform digital CocoBase untuk membantu pencatatan produksi.

“Dari pendampingan yang kami lakukan, bottleneck terbesar ternyata ada pada proses pengayakan yang masih manual dan memakan tenaga,” kata Farhat, Senin (2/3/2026).

Selama ini, pengrajin membutuhkan waktu sekitar satu hingga dua jam untuk mengayak 10 kilogram gula kelapa. Selain lambat, pekerjaan tersebut juga cukup melelahkan karena mayoritas pelaku pengolahan adalah perempuan.

Baca juga: Kapolresta Banyumas Tegaskan Tak Ada Kriminalisasi dalam Pengungkapan Tambang Ilegal

Ketua Kelompok Tani, Sikko Ferianto, menuturkan metode manual kerap menghasilkan ukuran butiran gula yang tidak konsisten. Kondisi ini berdampak pada kualitas produk dan nilai jual di pasaran.

“Pengerjaannya lama dan hasilnya kadang tidak merata, sehingga harga jual bisa terpengaruh,” ujarnya.

Menjawab persoalan tersebut, tim mahasiswa merancang SOLVIA sebagai mesin pengayak berbasis getaran dengan sistem saringan bertingkat. Teknologi ini dirancang untuk menghasilkan butiran gula yang lebih seragam dalam waktu lebih singkat.

Manfaatkan Panel Surya

Keunggulan lain dari SOLVIA adalah penggunaan panel surya sebagai sumber daya utama, sehingga operasional alat tidak bergantung pada listrik rumah tangga. Mesin ini juga dilengkapi sensor berat (load cell) serta modul IoT berbasis ESP32 yang terhubung dengan platform CocoBase untuk memantau produksi secara real-time.

Baca juga: Jalur Rel Bumiayu Pulih Usai 14 Jam Penanganan, Perjalanan Kereta Kembali Normal

Hasil uji coba menunjukkan peningkatan signifikan. Proses pengayakan yang sebelumnya memakan waktu berjam-jam kini dapat diselesaikan dalam hitungan menit dengan kapasitas yang sama. Tingkat keseragaman produk pun meningkat.

Ketua Kelompok Tani Gendis Asri, Rian, menilai teknologi tersebut sangat membantu aktivitas produksi di tingkat perajin.

“Dengan alat ini pekerjaan jadi lebih ringan dan tidak bergantung listrik rumah, tentu sangat membantu kelompok kami,” katanya.

Selain menyerahkan alat, tim pengembang juga memberikan pelatihan operasional dan perawatan kepada anggota kelompok tani agar pemanfaatannya dapat berkelanjutan.

Dosen pembimbing, Aiza Yudha Pratama, berharap inovasi ini tidak berhenti di Desa Pernasidi. Menurutnya, konsep mekanisasi berbasis energi terbarukan seperti SOLVIA berpotensi diterapkan di sentra gula kelapa lain di Banyumas.

Baca juga: Teknologi Jadi Jembatan Komunikasi, Telkom University Purwokerto Kembangkan Solusi bagi Penyandang Tunarungu

“Model ini kami harapkan bisa direplikasi sehingga manfaatnya lebih luas bagi perajin gula kelapa,” ujarnya.

Integrasi teknologi mekanisasi, energi surya, dan sistem digital dalam SOLVIA dinilai menjadi langkah konkret mendorong efisiensi produksi sekaligus memperkuat ekonomi desa berbasis potensi lokal.

Bagikan:

Tulis Komentar

Komentar

Belum ada komentar.

Berita Unggulan

ORBIT VOX

Kirimkan kritik, ide, dan aspirasi Anda melalui email resmi redaksi redaksiorbitnews@gmail.com. Suara Anda penting bagi kami.

Ikuti Kami

Dapatkan update terbaru melalui sosial media kami: