ORBIT-NEWS.COM, JAKARTA - Sebanyak 2.340 dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kini telah mengantongi sertifikat halal. Angka ini menjadi penanda penting dalam upaya pemerintah memastikan setiap makanan yang disajikan kepada masyarakat, khususnya anak-anak dan generasi muda, tidak hanya memenuhi standar gizi, tetapi juga terjamin kehalalannya.
Data Sistem Informasi Halal (Sihalal) mencatat, ribuan dapur MBG tersebut telah lolos proses sertifikasi oleh Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH). Kepala BPJPH, Ahmad Haikal Hasan, menegaskan bahwa percepatan sertifikasi halal dapur SPPG menjadi bagian dari strategi besar penguatan ekosistem jaminan produk halal nasional.
“Saat ini data Sihalal mencatat sebanyak 2.340 SPPG telah bersertifikat halal. Dan jumlah ini tentu saja terus bertambah seiring percepatan, karena yang lainnya juga sedang berproses mengurus sertifikasi halal,” ungkapnya.
Menurut Haikal, akselerasi dilakukan secara sistematis dan berkelanjutan. Salah satu langkah kunci adalah menempatkan Penyelia Halal di setiap dapur SPPG. Mereka bertanggung jawab memastikan seluruh tahapan, mulai dari pemilihan bahan baku, proses produksi, hingga penyajian—memenuhi standar Jaminan Produk Halal (JPH).
“Kita sedang mengakselerasi sertifikasi halal dapur SPPG. Jadi di setiap SPPG ada Penyelia Halal yang bertanggung jawab atas proses produk halal, yang harus memenuhi standar jaminan produk halal sesuai ketentuan,” jelasnya.
Baca juga: Haedar Nashir Ajak Umat Islam Jadikan Ramadan 1447 H Momentum Penguatan Takwa dan Kemajuan Peradaban
Skema ini sebelumnya dipaparkan dalam Rapat Kerja BPJPH bersama Komisi VIII DPR RI. Pemerintah menjalankan model pelatihan terpadu, di mana kepala dapur SPPG dibekali kompetensi khusus agar dapat berperan sebagai Penyelia Halal di unit masing-masing.
“Akselerasi sertifikasi halal dapur SPPG ini program yang musti dan wajib kita jalankan. Caranya begini, semua kepala dapur menjadi penyelia. Jadi mereka kita training para kepala dapur SPPG ini (melalui pelatihan calon Penyelia Halal), untuk menjadi Penyelia Halal (di dapur SPPG),” papar Haikal.
Lahirkan Penyelia Halal
Hingga kini, program pelatihan tersebut telah melahirkan 3.198 Penyelia Halal yang tersebar di berbagai daerah. Jumlah ini bahkan melampaui angka dapur yang telah tersertifikasi, menandakan kesiapan sumber daya manusia dalam mendukung proses sertifikasi lanjutan.
Keberadaan Penyelia Halal dinilai krusial sebagai garda terdepan pengawasan di lapangan. Mereka memiliki kewenangan untuk segera mengambil tindakan apabila ditemukan bahan atau proses yang tidak sesuai standar.
Baca juga: Di Tengah Ancaman Iklim, Indonesia Catat Rekor Terendah Kematian DBD
“Mereka adalah kepanjangan tangan kita. Jika ada hal yang tidak memenuhi standar di lapangan terkait bahan dan proses produksi, maka mereka bisa segera ambil tindakan. Dan kami akan melihat ini (melakukan pengawasan) secara berkelanjutan,” tegasnya.
Dengan sistem tersebut, prinsip trustability, traceability, dan transparency diharapkan dapat berjalan optimal. Artinya, setiap bahan makanan dapat ditelusuri asal-usulnya, proses pengolahannya terdokumentasi, dan seluruh tahapan berlangsung secara transparan.
Program MBG sendiri melibatkan rantai pasok panjang—mulai dari produsen bahan baku, distribusi, hingga penyajian di dapur SPPG. Karena itu, sertifikasi halal dipandang sebagai instrumen penting untuk menjaga mutu, keamanan, dan kualitas gizi pangan secara menyeluruh.
“MBG melibatkan rantai pasok panjang, dari hulu hingga penyajian. Sertifikasi halal memastikan mutu, gizi, dan kehalalan pangan tetap terjaga,” ujar Haikal.
Ia menambahkan, sejak awal BPJPH telah berkoordinasi dengan Badan Gizi Nasional (BGN) guna memastikan seluruh dapur MBG memenuhi ketentuan jaminan produk halal. Selain menjalankan amanat regulasi, langkah ini menjadi bentuk komitmen pemerintah dalam menempatkan aspek halal sebagai prioritas dalam pelayanan publik berbasis pangan.
Dengan percepatan yang terus berlangsung, jumlah dapur MBG bersertifikat halal diproyeksikan akan terus meningkat, memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap program pemenuhan gizi nasional yang aman, sehat, dan sesuai syariat.
Belum ada komentar.
Kirimkan kritik, ide, dan aspirasi Anda melalui email resmi redaksi redaksiorbitnews@gmail.com. Suara Anda penting bagi kami.