ORBIT-NEWS.COM, PURWOKERTO - Mahasiswa Program Studi D3 Bahasa Inggris, Fakultas Ilmu Budaya Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) membuktikan bahwa lulusan vokasi mampu bersaing di panggung internasional. Melalui program magang perhotelan di Malaysia dan Jepang, mereka terjun langsung ke industri hospitality global dan merasakan dinamika kerja di lingkungan multinasional.
Sepanjang 2024, lima mahasiswa diberangkatkan untuk magang di hotel berbintang di Malaysia. Program ini berkembang pada 2025, dengan sebelas mahasiswa magang di Malaysia dan empat mahasiswa lainnya menjalani magang perhotelan di Jepang selama satu semester penuh.
Program tersebut menjadi bagian dari strategi penguatan pendidikan vokasi agar selaras dengan kebutuhan industri global. Dosen Bahasa Inggris bidang pariwisata dan perhotelan, Indah Puspitasari, S.S., M.Hum., menegaskan bahwa pembekalan mahasiswa dilakukan secara komprehensif.
“Mahasiswa dipersiapkan tidak hanya dalam aspek bahasa Inggris, tetapi juga keterampilan hospitality, etika kerja, dan kemampuan berinteraksi dengan tamu dari berbagai latar budaya,” terangnya.
Baca juga: ParagonCorp Perluas Akses Pengembangan Kepemimpinan Mahasiswa Lewat Novo Club Batch 4
Ia menambahkan, pengalaman magang internasional memberikan pembelajaran nyata yang tidak bisa sepenuhnya diperoleh di ruang kelas, terutama dalam hal disiplin kerja dan standar pelayanan global.
Sementara itu, Koordinator Program Studi D3 Bahasa Inggris, Kristianto Setiawan, menekankan pentingnya kesiapan lulusan menghadapi persaingan tenaga kerja global. Saat melakukan monitoring dan evaluasi di Malaysia pada 8–10 Januari 2026, ia melihat langsung perkembangan kompetensi mahasiswa di lapangan.
“Industri pariwisata dan perhotelan membutuhkan tenaga kerja yang siap bekerja dalam tim multinasional. Mahasiswa kami hadir sebagai bagian dari solusi untuk menjawab kebutuhan tersebut,” katanya.
Selain memperkuat kemampuan komunikasi internasional, mahasiswa juga belajar tentang standar operasional hotel global, manajemen pelayanan tamu, hingga adaptasi terhadap sistem layanan berbasis teknologi yang kini menjadi bagian tak terpisahkan dari industri perhotelan modern.
Salah satu peserta magang mengungkapkan bahwa pengalaman tersebut menjadi bekal berharga untuk masa depan kariernya. “Kami belajar disiplin, profesionalitas, serta menjaga kualitas pelayanan sesuai standar internasional. Tantangannya besar, tetapi sangat membuka wawasan,” tuturnya.
Momentum ini semakin relevan menjelang puncak bonus demografi Indonesia pada 2026, ketika generasi muda menjadi motor penggerak ekonomi nasional. Melalui program magang internasional ini, FIB Unsoed terus memperluas jejaring kerja sama dengan industri perhotelan dan pariwisata global, sekaligus membuka jalan lebih lebar bagi mahasiswa vokasi untuk menembus pasar kerja dunia.