Banner Utama

Dari Pantura hingga Selatan, Kawasan Industri Jateng Kian Agresif Gaet Investor

Daerah Ekonomi
By Vivin  —  On Feb 13, 2026
Caption Foto : Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Jawa Tengah, Sakina Rosellsari. (Foto : Dok. Kominfo Jateng).

ORBIT-NEWS.COM, SEMARANG – Laju investasi di Jawa Tengah belum menunjukkan tanda melambat. Kawasan Industri (KI) dan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) yang tersebar di sejumlah wilayah terbukti menjadi episentrum pertumbuhan ekonomi baru sekaligus magnet kuat bagi investor dalam dan luar negeri.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Jawa Tengah, Sakina Rosellsari, menegaskan bahwa konsep kawasan industri menawarkan kepastian yang sangat dibutuhkan pelaku usaha.

“Pelaku usaha akan lebih nyaman karena fasilitas dan infrastruktur sudah disiapkan oleh pengelola kawasan. Ini memberikan efisiensi waktu dan biaya,” jelasnya. 

Hingga akhir 2025, konsentrasi investasi di kawasan industri dan KEK Jawa Tengah menunjukkan geliat signifikan. Tercatat:

Baca juga: Jalur Semarang–Purwodadi Putus Total, Polisi Terapkan Pengalihan Arus dan Siaga Penuh di Grobogan

  • 109 perusahaan beroperasi di KEK Kendal

  • 48 perusahaan di KEK Indutropolis Batang

  • 47 perusahaan di Kawasan Industri Candi

  • 31 perusahaan di Kawasan Industri Terboyo

  • 24 perusahaan di Kawasan Industri Wijayakusuma

    Baca juga: 532 Warga Brebes Terdampak Tanah Gerak, Pemprov Jateng Percepat Relokasi dan Pembangunan Huntara

  • 17 perusahaan di Bukit Semarang Baru Industrial Park

  • 12 perusahaan di Jateng Land Industrial Park Sayung

  • 5 perusahaan di Batang Industrial Park

  • 3 perusahaan di Kawasan Industri Cipta dan LIK Bugangan Baru Semarang

Menariknya, kawasan tersebut masih terkonsentrasi di empat daerah, yakni Kota Semarang, Kendal, Batang, dan Demak. Artinya, potensi ekspansi ke 31 kabupaten/kota lainnya masih terbuka lebar.

Baca juga: Jalur Vital Grobogan–Semarang Lumpuh, Gubernur Jateng Kebut Pemasangan Jembatan Darurat di Lokasi Tanggul Jebol

“Kami berharap lebih banyak kawasan industri baru tumbuh di Jawa Tengah. Daerah yang sudah memiliki kawasan peruntukan industri bisa segera ditingkatkan statusnya menjadi kawasan industri,” tegas Sakina. 

Tak dapat dimungkiri, wilayah Pantura menjadi primadona karena dukungan akses jalan tol dan konektivitas logistik yang kuat. Namun, Sakina memastikan kawasan tengah dan selatan Jawa Tengah juga memiliki peluang besar untuk berkembang.

Melalui skema Investment Project Ready to Offer (IPRO), pemerintah daerah didorong menyiapkan proyek matang yang siap ditawarkan kepada investor. Salah satu instrumennya adalah program investment challenge yang difasilitasi Bank Indonesia.

Sepanjang 2025, tercatat 17 proposal dari 13 kabupaten/kota telah masuk dalam skema tersebut. Targetnya, seluruh 35 kabupaten/kota di Jawa Tengah dapat berpartisipasi agar pemerataan investasi semakin optimal.

Perluas Kawasan Ekonomi

Baca juga: Banjir Grobogan dan Demak, Gubernur Jateng Fokus Penanganan Cepat dan Strategi Jangka Panjang

Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, secara konsisten mendorong lahirnya kawasan ekonomi dan kawasan industri baru di berbagai daerah. Beberapa wilayah seperti Cilacap, Kebumen, Banyumas, Brebes, Batang, Kendal, Demak, Semarang, hingga Rembang mulai menyiapkan potensi pengembangannya.

“Potensinya besar dan banyak yang harus dikerjakan. Kawasan ekonomi dan kawasan industri akan memudahkan investasi serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah,” ujar Ahmad Luthfi dalam kesempatan terpisah.

Ia juga menekankan bahwa kemudahan perizinan, penguatan infrastruktur kawasan, serta stabilitas keamanan menjadi faktor penting yang membuat investor semakin percaya pada Jawa Tengah. Kepercayaan itu tercermin dari capaian investasi 2025 yang menembus Rp88,50 triliun, angka tertinggi dalam sepuluh tahun terakhir.

Berdasarkan rilis Kementerian Investasi/BKPM pada 15 Januari 2026, realisasi tersebut terdiri dari Penanaman Modal Asing (PMA) sebesar Rp50,86 triliun dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) Rp37,64 triliun. Capaian ini menegaskan bahwa Jawa Tengah tidak lagi sekadar alternatif lokasi industri, melainkan telah menjadi pusat pertumbuhan baru yang kompetitif di tingkat nasional.

Dengan ekspansi kawasan industri yang terus didorong dan proyek investasi yang semakin terstruktur, Jawa Tengah bersiap melangkah lebih jauh, dari sekadar tujuan investasi menjadi episentrum industrialisasi yang merata dan berkelanjutan.

Baca juga: Ribuan Hektare Sawah di Grobogan Terendam Banjir, Pemprov Jateng Dampingi Petani Ajukan Asuransi Gagal Panen

Bagikan:

Tulis Komentar

Komentar

Belum ada komentar.

Berita Unggulan

ORBIT VOX

Kirimkan kritik, ide, dan aspirasi Anda melalui email resmi redaksi redaksiorbitnews@gmail.com. Suara Anda penting bagi kami.

Ikuti Kami

Dapatkan update terbaru melalui sosial media kami: