Banner Utama

Osteoporosis Mengintai, Patah Tulang Jadi Ancaman Serius Produktivitas dan Kualitas Hidup

Kesehatan
By Redaksi Orbit-News.com  —  On Feb 05, 2026
Caption Foto : Ilustrasi.

ORBIT-NEWS.COM, PURWOKERTO - Osteoporosis bukan sekadar penyakit tulang rapuh, tetapi juga dapat memicu komplikasi serius yang berdampak langsung pada kualitas hidup penderitanya. Salah satu risiko paling berbahaya dari kondisi ini adalah patah tulang, terutama pada tulang belakang dan tulang pinggul, yang kerap terjadi tanpa benturan keras.

Patah tulang akibat osteoporosis tidak hanya menimbulkan nyeri berkepanjangan, tetapi juga dapat menyebabkan gangguan mobilitas, keterbatasan aktivitas harian, hingga penurunan produktivitas. Pada kasus tertentu, penderita bahkan membutuhkan perawatan jangka panjang dan bantuan orang lain untuk beraktivitas.

Komplikasi semakin kompleks ketika osteoporosis menyerang tulang belakang. Kondisi ini dapat memicu nyeri punggung kronis, perubahan postur tubuh menjadi bungkuk, serta penurunan tinggi badan secara perlahan. Jika tidak ditangani dengan baik, risiko jatuh dan cedera lanjutan pun meningkat, terutama pada kelompok lanjut usia.

Para ahli kesehatan menekankan bahwa pencegahan osteoporosis harus dimulai sejak dini, dengan mengendalikan faktor risiko dan menjaga kekuatan tulang secara konsisten. Salah satu langkah penting adalah olahraga rutin, terutama latihan beban atau weight lifting yang terbukti membantu meningkatkan kepadatan tulang.

Selain aktivitas fisik, asupan nutrisi juga memegang peranan krusial. Konsumsi makanan kaya kalsium dan vitamin D dianjurkan untuk mendukung kesehatan tulang. Bila kebutuhan nutrisi tidak terpenuhi dari makanan, penggunaan suplemen dapat dipertimbangkan sesuai anjuran tenaga medis.

Baca juga: Diet Raw Food Kian Populer, Tren Makan Tanpa Masak yang Diklaim Lebih Sehat

Gaya hidup sehat juga menjadi kunci. Masyarakat disarankan untuk berhenti merokok, menghindari minuman beralkohol, serta membatasi konsumsi kopi berlebihan yang dapat memengaruhi penyerapan kalsium. Penggunaan obat-obatan tertentu, khususnya kortikosteroid, sebaiknya tidak dilakukan tanpa pengawasan dokter karena dapat meningkatkan risiko osteoporosis.

Khusus bagi wanita menopause dan lansia, pemeriksaan kesehatan secara rutin menjadi langkah penting dalam deteksi dini. Dalam kondisi tertentu, dokter dapat merekomendasikan terapi penggantian hormon sebagai upaya pencegahan osteoporosis.

Sementara itu, lansia juga dianjurkan tetap aktif bergerak melalui olahraga ringan yang aman, seperti berjalan kaki, berenang, bersepeda, dan yoga. Aktivitas tersebut tidak hanya membantu memperkuat otot dan tulang, tetapi juga meningkatkan keseimbangan dan koordinasi tubuh, sehingga menurunkan risiko jatuh dan cedera.

Bagikan:

Tulis Komentar

Komentar

Belum ada komentar.

Berita Unggulan

ORBIT VOX

Kirimkan kritik, ide, dan aspirasi Anda melalui email resmi redaksi redaksiorbitnews@gmail.com. Suara Anda penting bagi kami.

Ikuti Kami

Dapatkan update terbaru melalui sosial media kami: