ORBIT-NEWS.COM, JAKARTA - Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Bidang Komunikasi Publik dan Investigasi, Nanik Sudaryati Deyang, menekankan pentingnya pemeriksaan ketat terhadap seluruh bahan baku yang masuk ke dapur Makan Bergizi Gratis (MBG). Pemeriksaan bersama oleh Pengawas Gizi, Pengawas Keuangan, dan Asisten Lapangan (Aslap) dilakukan begitu bahan tiba, untuk memastikan makanan aman dan berkualitas sebelum dimasak.
“Segera kembalikan bahan yang tidak layak, seperti ayam yang tidak sehat, sayuran yang layu, atau tahu dengan kualitas buruk. Ketelitian sejak awal mencegah risiko keamanan pangan,” tegasnya dalam siaran pers BGN.
Nanik juga memperingatkan agar tidak ada pihak mitra yang mengintervensi operasional dapur, terutama terkait perubahan menu yang telah disusun Pengawas Gizi. Ia menilai dalih bahwa pengawas masih junior atau belum memahami harga pangan hanyalah alasan untuk mendorong penggunaan bahan berkualitas rendah demi keuntungan lebih besar.
“Jika ada intervensi, dapur akan langsung ditutup. Penyusunan menu adalah kewenangan Pengawas Gizi. Perubahan oleh mitra akan langsung disuspend,” tegasnya.
Selain pemeriksaan bahan, Pengawas Gizi dan chef dapur diminta memahami prosedur penanganan makanan dan penggunaan peralatan sesuai petunjuk teknis. Misalnya, ayam yang tiba harus segera direbus atau disimpan di chiller dengan suhu di bawah 5°C. Kesalahan penyimpanan dapat berakibat fatal, seperti kasus di Magelang, di mana ayam disimpan di chiller bersuhu 19°C, menyebabkan berkembangnya bakteri salmonella dan keracunan pada sekitar 200 orang.
Baca juga: Haedar Nashir Ajak Umat Islam Jadikan Ramadan 1447 H Momentum Penguatan Takwa dan Kemajuan Peradaban
Situasi serupa juga terjadi pekan lalu di Boyolali, di mana mitra SPPG hanya menyediakan chiller dan kulkas bekas dalam kondisi tidak layak. Nanik meminta chef untuk segera melaporkan kepada Kepala SPPG agar peralatan diganti. Mitra bertanggung jawab menyediakan peralatan baru yang sesuai standar; jika tidak, sanksi penangguhan kerja akan diterapkan.
“Jangan paksa penggunaan alat rusak atau bekas. Kita menyewa peralatan, jadi mitra wajib mengganti dengan yang sesuai standar. Jangan sampai seperti di Boyolali, semua peralatan bermasalah,” ujarnya.
Dengan pengawasan ketat dan prosedur yang jelas, Nanik berharap seluruh dapur MBG dapat memastikan penyajian makanan sehat dan aman bagi masyarakat, sekaligus mencegah insiden keracunan yang merugikan banyak pihak.