ORBIT-NEWS.COM, SEMARANG - Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, menyimpan salah satu warisan sejarah penting Nusantara yang terus menarik perhatian wisatawan, yakni Kompleks Candi Gedongsongo. Berada di lereng Gunung Ungaran pada ketinggian sekitar 1.200 meter di atas permukaan laut, situs peninggalan abad ke-9 ini menghadirkan perpaduan antara nilai sejarah, keindahan alam, dan pengalaman wisata yang menyegarkan.
Candi Gedongsongo pertama kali diperkenalkan ke dunia luar pada awal abad ke-19 oleh Thomas Stamford Raffles. Sejak saat itu, kawasan ini menjadi bukti penting berkembangnya peradaban Hindu di Jawa Tengah, khususnya pada masa Kerajaan Mataram Kuno. Hingga kini, kompleks candi tersebut terus dijaga dan dikembangkan sebagai destinasi wisata sejarah unggulan.
Dari sisi arsitektur, Candi Gedongsongo menampilkan gaya Hindu klasik yang khas. Pengunjung dapat menjumpai berbagai arca bernilai religius dan artistik tinggi, seperti arca Siwa Mahakala, Siwa Mahaguru, serta Ganesha. Keberadaan arca-arca ini mencerminkan kuatnya pengaruh kepercayaan Hindu serta tingginya pencapaian seni pahat pada masa itu.
Meski namanya berarti “sembilan bangunan”, jumlah candi yang berdiri saat ini tidak sepenuhnya utuh dan tersebar di beberapa titik kawasan. Namun justru penyebaran tersebut memberikan pengalaman tersendiri, karena pengunjung harus menjelajahi jalur alam terbuka untuk berpindah dari satu candi ke candi lainnya.
Selain nilai historis, daya tarik utama Candi Gedongsongo terletak pada kondisi alamnya. Suhu udara yang berkisar antara 19 hingga 27 derajat Celsius menciptakan suasana sejuk dan nyaman. Dari kawasan candi, wisatawan dapat menikmati panorama pegunungan, hutan pinus, serta hamparan lembah hijau yang menenangkan, menjadikannya lokasi ideal untuk melepas penat dari rutinitas perkotaan.
Untuk mendukung kenyamanan pengunjung, pengelola juga menyediakan beragam fasilitas wisata. Salah satunya adalah pemandian air panas sulfur alami yang kerap dimanfaatkan wisatawan untuk relaksasi. Kandungan belerang pada air panas tersebut dipercaya memiliki manfaat bagi kesehatan kulit dan tubuh.
Bagi wisatawan yang gemar berpetualang, tersedia pula area perkemahan dengan latar pemandangan alam terbuka. Menginap di kawasan ini memberikan pengalaman berbeda, terutama saat malam hari ketika suhu dingin berpadu dengan langit penuh bintang. Selain itu, pengunjung dapat menyewa kuda sebagai sarana transportasi untuk menjelajahi area candi yang cukup luas.
Tak kalah menarik, kawasan Candi Gedongsongo juga dikenal sebagai surga bagi pencinta fotografi. Lanskap alam, siluet candi, hingga momen matahari terbit dan terbenam menjadi objek favorit yang kerap dibagikan di media sosial.
Dengan kekayaan sejarah, udara sejuk, serta fasilitas wisata yang terus berkembang, Candi Gedongsongo tak sekadar menjadi situs peninggalan masa lalu. Kawasan ini menjelma sebagai destinasi wisata terpadu yang menawarkan pengalaman budaya dan alam dalam satu perjalanan, sekaligus memperkuat posisi Kabupaten Semarang sebagai salah satu tujuan wisata unggulan di Jawa Tengah.
Baca juga: Prambanan Shiva Festival: Dari Ritual Sakral ke Magnet Wisata Budaya Internasional
Belum ada komentar.
Kirimkan kritik, ide, dan aspirasi Anda melalui email resmi redaksi redaksiorbitnews@gmail.com. Suara Anda penting bagi kami.