ORBIT-NEWS.COM, PURWOKERTO - Menjaga kesehatan tubuh tidak hanya ditentukan oleh jenis makanan yang dikonsumsi, tetapi juga oleh waktu makan yang tepat. Setiap orang memiliki kebutuhan nutrisi dan ritme biologis yang berbeda, dipengaruhi oleh usia, tingkat aktivitas, serta kondisi kesehatan. Karena itu, pola makan yang efektif bagi seseorang belum tentu memberikan manfaat yang sama bagi orang lain.
Pakar kesehatan menilai, jadwal makan yang tidak teratur—seperti sering terlambat makan, makan terlalu cepat, atau mengonsumsi makanan di malam hari—dapat memicu berbagai gangguan kesehatan. Mulai dari masalah pencernaan, penurunan energi, hingga terganggunya sistem metabolisme tubuh dalam jangka panjang.
Penerapan waktu makan yang teratur membantu tubuh menyerap nutrisi secara lebih optimal, menjaga stamina sepanjang hari, serta mendukung kinerja organ-organ vital. Berikut panduan waktu makan harian yang dianjurkan untuk menjaga keseimbangan kesehatan.
Baca juga: Diet Raw Food Kian Populer, Tren Makan Tanpa Masak yang Diklaim Lebih Sehat
Sarapan Jadi Fondasi Energi Harian
Sarapan merupakan asupan pertama yang dibutuhkan tubuh setelah berjam-jam berpuasa saat tidur. Waktu ideal untuk sarapan berada di rentang pukul 06.00 hingga 09.00 pagi. Pada periode ini, tubuh membutuhkan energi untuk mengaktifkan metabolisme dan mendukung aktivitas fisik maupun mental.
Melewatkan sarapan kerap dikaitkan dengan penurunan konsentrasi, tubuh cepat lelah, serta rasa lapar berlebihan sebelum waktu makan siang. Dengan sarapan teratur, tubuh memiliki cadangan energi yang cukup untuk menjalani aktivitas sejak pagi.
Makan Siang Tepat Waktu Menjaga Metabolisme Stabil
Setelah beraktivitas sejak pagi, tubuh membutuhkan pengisian energi kembali. Waktu makan siang yang disarankan adalah antara pukul 12.00 hingga 14.00 siang. Jika makan siang terlalu terlambat, rasa lapar yang berlebihan bisa mendorong konsumsi makanan secara berlebih.
Baca juga: Kenali Zona Detak Jantung Saat Olahraga, Kunci Latihan Aman dan Efektif
Makan siang pada waktu yang tepat membantu menjaga keseimbangan metabolisme serta mencegah penurunan energi di sore hari. Asupan yang cukup juga mendukung produktivitas hingga aktivitas selesai.
Makan Malam Tidak Terlalu Larut
Berbeda dengan siang hari, metabolisme tubuh cenderung melambat pada malam hari. Oleh karena itu, waktu makan malam sebaiknya dilakukan antara pukul 18.00 hingga 20.00. Makan terlalu dekat dengan waktu tidur dapat menyulitkan proses pencernaan dan meningkatkan risiko gangguan kesehatan.
Kebiasaan makan malam terlalu larut diketahui dapat memicu naiknya asam lambung, gangguan tidur, hingga peningkatan berat badan. Memberi jeda sekitar dua hingga tiga jam sebelum tidur membantu tubuh mencerna makanan dengan lebih baik.
Ngemil Sehat di Waktu yang Tepat
Baca juga: Di Tengah Ancaman Iklim, Indonesia Catat Rekor Terendah Kematian DBD
Ngemil tidak selalu berdampak buruk bagi kesehatan, asalkan dilakukan pada waktu yang tepat dan dengan pilihan makanan yang sehat. Waktu ngemil ideal berada di sela-sela sarapan dan makan siang, atau antara makan siang dan makan malam.
Camilan sehat rendah gula dan lemak dapat membantu mengontrol rasa lapar serta menjaga energi tetap stabil. Kebiasaan ini juga mencegah makan berlebihan saat jam makan utama tiba.
Secara keseluruhan, pengaturan waktu makan yang baik menjadi salah satu kunci penting dalam menjaga kesehatan jangka panjang. Pola makan teratur tidak hanya membantu menjaga energi harian, tetapi juga berperan dalam mencegah risiko penyakit seperti diabetes, gangguan pencernaan, dan masalah metabolisme lainnya.